http://ainuamri.wordpress.com/2007/11/15/pengantar-keyakinan-keyakinan-al-qadiani/

Pengantar Keyakinan-Keyakinan Al-Qadiani
Ditulis pada Nopember 15, 2007 oleh Ainu Amri Tanjung 
Edisi berikut ini adalah kajian tentang keyakinan-keyakinan aliran Qadiani 
(Ahmadiyah Qadian). Buku ini ditulis oleh Asy-Syekh Manzhur Ahmad Chinioti 
al-Pakistani dengan judul asli Al-Qadiani wa Mu'taqadatuhu. 

Pengantar Penulis

Bismillahirrahmanirrahim

Segala puji hanya bagi Allah, selawat dan salam untuk Nabi yang tidak ada nabi 
setelahnya, dan tak ada umat setelah umatnya, dan tidak ada kitab setelah 
kitabnya, untuk keluarga dan segenap sahabat beliau, serta segenap pengikut 
beliau hingga hari pembalasan.

Nabi pasu Al-Mirza Ghulam Ahmad al-Qadiani muncul pada akhir abad ke-19 M, 
tepatnya pada tahun 1840 di India di daerah Punjab. Dia mengaku sebagai nabi 
dan mengafirkan semua orang yang tidak percaya pada kenabiannya yang dusta. Dia 
didukung oleh kolonial Inggris, bahkan kolonial inilah yang menancapkan 
pokok-pokok ajaran ini dengan tangan mereka, sebagaimana diakuinya sendiri. 
Ajarannya dipelihara dan diperkuat oleh colonial, bahkan orang ini sampai 
menjadi kaki tangan penjajah Inggris.

Nabi palsu ini mengumumkan dihapuskannya jihad, diwajibkannya taat kepada 
pemerintah Inggris. Dia menyebarkan agamanya ini ke seluruh dunia sampai ke 
pusat Islam dan turunnya wahyu kepada manusia termulia saw. Dia menjadikan 
tempat kelahirannya, Qadian, sebagai pusat penyebaran ajaran di India, sampai 
ia tewas karena sakit kolera pada bulan Mei 1908.

Setelah Pakistan terpisah dari India pada tahun 1947, mereka membangun daerah 
baru dengan nama Rabwah, dan menjadi pusat kegiatan mereka di Pakistan dan 
untuk seluruh dunia.

Para ulama dan tokoh-tokoh Islam bangkit melawan fitnah ini sejak awal dengan 
lisan dan pena mereka. Mereka pun sepakat untuk mengafirkan dia dan mengafirkan 
seluruh pengikutnya, dan bahwa mereka telah murtad, keluar dari agama Islam. 
Para ulama telah menulis banyak karya tulis yang bermanfaat tentang hal ini.

Dalam buku ini, kami kemukakan ke hadapan Saudara kami kaum muslimin sekilas 
tentang pengakuan-pengakuan nabi palsu ini.
1. Pengakuan sebagai nabi dan pengakuan lainnya.
2. Masalah wafatnya Isla al-Masih a.s.
3. Dia mengafirkan orang yang tidak percaya pada kenabiannya yang dusta.
4. Dukungannya kepada pemerintah Inggris.
5. Ucapannya bahwa jihad itu haram.
6. Celanya terhadap tempat-tempat suci dan syiar-syiar Islam.
7. Peghinaannya terhadap para nabi a.s.
8. Pengakuannya bahwa ia lebih tinggi dari rasul termulia, Nabi Muhammad saw.
9. Dan lain-lain.

Kami akan kemukakan semua itu tanpa penjelasan, tanpa komentar. Kami nukilkan 
ungkapan-ungkapan itu dari buku-bukunya, lengkap dengan nomor halamannya.

Allah jualah yang memberi taufik kepada kebenaran dan hanya Dia jualah yang 
memberi petunjuk ke jalan yang lurus.

Akhirnya saya menyampaikan seruan kepada semua lembaga Islam dan kepada semua 
pemerhati urusan Islam, khususnya mengenai akidah penutup kenabian, terutama 
Rabithah Alam Islami di Makkah al-Mukarramah, Muktamar Alam Islami di Karachi, 
majelis Al-Buhuts al-Islamiah di Kairo, Al-Jamiah al-Islamiah di Madinah 
al-Munawwarah, Darul Ifta', dan lembaga-lembaga, serta perguruan tinggi 
lainnya, saya mengimbau agar mereka bekerja untuk menyelamatkan umat Islam dari 
taring-taring mereka, orang-orang kafir dan murtad, di dunia Arab dan dunia 
Islam pada umumnya, di Afrika, di Eropa khususnya. Karena, Al-Qadianiyah dengan 
bantuan kolonial telah menjadi bahaya besar atas Islam dan umat Islam, dan 
seluruh musuh agama yang lurus dan suci ini. Merekalah yang membiayai aliran 
ini dengan segala fasilitas dan sarana untuk menjauhkan umat Islam dari agama 
Islam yang benar yang padanya ada kemuliaan dan kehormatan, dengan membawa nama 
Islam sebagai penipuan dan makar.

Di sisi lain, kita menjumpai krisis ulama yang benar-benar merasa bertanggung 
jawab di daerah-daerah mereka, dan ketidaktahuan mayoritas umat Islam terhadap 
hakikat dan tujuan Al-Qadianiyah yang sesungguhnya, ditambah lagi dengan 
kelalaian dunia Islam umumnya terhadap Benua Afrika pada saat Qadianiyah 
menyebarluaskan lebih dari sembilan majalah cetakan luks, tentu dengan dukungan 
para musuh Islam untuk melakukan infiltrasi dan kerusakan di tengah umat Islam 
dan menyebarkan pemikiran-pemikiran kufur, sementara tak ada satu pun majalah 
Islam di seluruh Afrika yang menghadapi aliran sesat ini dan menjelaskan 
kerusakan keyakinan mereka. Ditambah lagi dengan keberadaan ratusan mubalig 
Qadiani yang berkeliling di seluruh pelosok Afrika dan benua-benua lainnya, 
mereka telah membangun 353 (tiga ratus lima puluh tiga) rumah ibadah 
(mirzarah), 73 (tujuh puluh tiga) madrasah dan sekolah tinggi, demikian pula 
rumah sakit, poliklinik, menerbitkan 2 majalah, dan koran. Selain perpustakaan 
umum dan perpustakaan khusus, buku-buku dan lembaran-lembaran, juga terjemahan 
Alquran ke beberapa bahasa. Dan, menurut terbitan mereka, jumlah pengikut 
mereka telah lebih dari dua juta orang dalam kurun waktu tidak lebih dari 15 
tahun.

Sungguh sangat mengherankan bahwa kelompok sesat dan menyesatkan ini, meskipun 
mendapat dukungan yang luar biasa dari kolonial dan pemerintah Inggris, mereka 
tidak sanggup menguasai India sebagai pusat kegiatan mereka, bahkan mereka 
tidak sanggup mempengaruhi orang untuk ikut mereka, kecuali hanya beberapa 
orang saja yang hidup pada masa penjajahan selama tujuh puluh tahun gerakan 
mereka, jumlah mereka belum lebih dari ribuan, rumah ibadah mereka tidak lebih 
dari puluhan, dan sekolah-sekolah mereka dapat dihitung jari. Ini karena umat 
Islam telah mengetahui hakikat mereka. Sementara, di Afrika dan benua lainnya, 
para dai Islam tidak cukup, mangapa? Apakah umat Islam telah sangat miskin 
hingga kita tidak mempu lagi mengirim para dai yang menguasai masalah ini ke 
negara-negara tersebut, atau mengapa?

Kita semua seharusnya memikirkan jawaban dari pernyataan di atas. Dan, 
perkenankanlah saya untuk berterus terang bahwa umat Islam tidak kekurangan apa 
pun, bahkan kondisi mereka (secara ekonomi) lebih baik dari zaman dahulu, 
tetapi pemikiran untuk Islam dan merasa sakit karena Islam (diganggu) dan 
kesungguhan untuk bangkit dengan Islam serta semangat untuk membela Islam dan 
berkurban untuk Islam inilah yang sangat minim dalam diri kita. Dan, kita 
memandang dalam diri kita dalam kebaikan dan sangat baik selama kita, anak-anak 
kita, saudara-saudara sekandung kita, rumah tangga kita, keluarga kita tidak 
ditimpa kesusahan. Adapun jika Islam dalam bahaya, umat Islam dalam badai, 
badai topan kekafiran dan pemurtadan, badai topan kesesatan dan penyimpangan, 
maka hal itu tidak penting bagi kita selama topan itu jauh dari orang tua kita.

Sesungguhnya inilah kesesatan, padahal Allah Azza wa Jalla telah menyifatkan 
umat Muhammad saw. dengan firman-Nya, "Adalah kamu umat terbaik yang 
dikeluarkan untuk segenap manusia, kamu memerintahkan yang baik dan melarang 
yang jelak, serta kamu beriman kepada Allah." 

Kita telah melalaikan kedudukan dan kemuliaan ini dan kita telah kehilangan 
ciri kemuliaan. Bangkitlah wahai umat Islam! Bangunlah! Terutama para pejabat, 
para ulama, para orang kaya. Ajal menanti kita. Apa jawaban kita di hadapan 
Allah dan di hadapan Nabi-Nya, Muhammad, penutup para nabi dan para sahabat 
beliau yang telah mengorbankan jiwa mereka untuk menjaga akidah penutup 
kenabian, jumlah mereka 1.200 orang dalam perang melawan Musailamah (nabi 
palsu) dan para pengikutnya. Apa jawaban kita jika kita ditanya tentang apa 
yang kita lakukan untuk menjaga dan membela akidah ini.

Berpikirlah, berpikirlah! tidak ada kewajiban kami, selain menyampaikan.

Kepada Allah saya bermohon untuk mengeruniakan kepadaku dan kepada Anda 
sekalian taufik kepada semua yang dicintai-Nya, dan diridai-Nya, dan menjadikan 
amal ini ikhlas untuk mendapatkan rida-Nya, dan menjadikannya bermanfaat bagi 
orang yang membacanya.

Selawat dan salam untuk junjungan kita, Muhammad saw., penutup para nabi, 
keluarganya dan segenap sahabat beliau, amin.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Manzhur Ahmad Chinioti

Sumber: Al-Qadiani wa Mu'taqadatuhu, Asy-Syekh Manzhur Ahmad Chinioti 
al-Pakistani




[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke