http://ainuamri.wordpress.com/2007/11/15/aqidah-al-qadiani-dalam-tauhid-keyakinan-keyakinan-al-qadiani-iii/
Aqidah Al-Qadiani dalam Tauhid (Keyakinan-Keyakinan Al-Qadiani [III])
Ditulis pada Nopember 15, 2007 oleh Ainu Amri Tanjung 
Allah berfirman kepadaku, "Sesungguhnya Aku akan salat, saum, berjaga malam, 
dan tidur." (Tadzkirah 747, Al-Busyra 2/97). 

Allah Taala berfirman, "Sesungguhnya Aku bersama Rasul, Aku penuhi 
(permintaan), Aku bersalah, Aku benar, sesungguhnya Aku bersama Rasul lagi Maha 
Meliputi." (Tadzkirah 474, Al-Bisyra 2/79).

Dia mengatakan, "Dalam keadaan kasyaf (melihat langsung) saya melihat diriku 
menyerahkan setumpuk kertas yang banyak kepada Allah Taala ditandatangani. Dan 
memenuhi permohonan-permohonan yang aku ajukan. Aku melihat Allah 
menandatangani kertas-kertas tersebut dengan tinta merah. Pada saat kasyaf itu 
aku didampingi oleh salah seorang muridku yang bernama Abdullah kemudian Allah 
menepis pena-Nya lalu meneteskan beberapa tetes tinta merah di pakaianku dan 
pakaian Abdullah. Padahal, ketika itu kita tidak punya tinta merah. Pakaian itu 
ada pada muridku Abdullah hingga sekarang." (Tiryaq al-Qulub 69 RK 15/197, 
Haqiqah al-Wahyi 255, RK 22/267). 

Allah berfirman kepadaku, "Dengarlah wahai anak-Ku." (Al-Bisyra 1/49).

"Wahai bulan, wahai matahari, engkau dari-Ku dan Aku darimu." (Tadzkirah 625, 
RK 22/77 Haqiqah al-Wahy 74) 

Dia mengatakan, "Allah turun kepadaku dan aku adalah perantara antara Dia dan 
seluruh makhluk." (Kitab Al-Bariyah 84 RK 13/102). 

Dia mewahyukan kepadaku, "Sesungguhnya Kami menggemberikan engkau dengan anak 
yang menampakkan kebenaran dan kemuliaan. Dan Allah turun dari langit." 
(Tadzkirah 284, Al-Istifa' lampiran, Haqiqah al-Wahy 85, RK 22/712).

"Tuhan kita itu bengkok." (Tadzkirah 105).

Akidah tentang Wahyu, Alquran, dan Penutup Para Nabi

"Aku bersumpah dengan Allah yang nyawaku dalam genggaman-Nya, Dialah yang 
mengutusku dan menamai aku nabi dan memanggilku dengan nama Al-Masih yang 
dijanjikan. Dan Dialah yang menurunkan bukti-bukti untuk menunjukkan kebenaran 
pengakuanku, yang jumlahnya mencapai tiga ratus ribu bukti." (Tatimmah Haqiqah 
al-Wahy 68, RK 22/503). 

"Dialah Tuhan yang sebenarnya, yang telah mengutus Rasulnya di Al-Qadian 
(tampat kelahirannya), dan sesungguhnya Allah menjaga Al-Qadiyan dan 
memeliharanya dari penyakit Tha'un meskipun ia berlangsung tujuh puluh tahun, 
karena aku tempat tinggal rasulnya, dan ini adalah tanda (kebenaran) bagi 
manusia." (Dafi' al-Bala 10, RK 18/330).

Dia mengatakan, "Sesungguhnya Allah menurunkan ayat-ayat untuk membuktikan 
kebenaran risalahku, yang sekiranya ayat-ayat itu dibagi kepada seribu nabi, 
niscaya cukuplah ayat tersebut membuktikan kenabian mereka semua, akan tetapi 
setan manusia tidak percaya hal ini." (Jasymah Ain makrifah 317 RK 332).

"Adalah merupakan nikmat Allah bahwa para nabi itu senantiasa datang dan mata 
rantai mereka tidak terputus. Ini adalah peraturan Allah yang kamu tidak mampu 
menghadapinya." (Diringkas dari Khithabat Sialkut 25 RK 20/22). 

"Ali (Jibril) datang kepadaku lalu ia memilih dan memutar-mutar telunjuknya dan 
menunjuk aku dan mengatakan bahwa Allah menjagamu dari musuh." (Mawahib 
ar-Rahman 66, RK 19/282).

"Demi Allah Yang Maha Agung, aku beriman kepada wahyu sebagaimana aku beriman 
kepada Alquran dan kitab-kitab lainnya yang diturunkan dari langit. Aku percaya 
bahwa ucapan yang turun kepadaku berasal dari Allah, sebagaimana aku percaya 
Alquran itu turun dari sisi-Nya." (Haqiqah al-Wahy 221, RK 20/220).

Pahamilah apa itu syariah. Syariah ialah penjelasan tentang perintah dan 
larangan, orang melakukan itu dan menetapkan peraturan-peraturan untuk 
pengikutnya, maka ia telah menjadi shahibisy syariah (pembuat syariah), maka 
aku shahibisy syariah karena Dia mewahyukan kepadaku perintah dan larangan. 
Syariah itu tidak harus membawa hukum-hukum baru, karena ajaran-ajaran yang ada 
dalam Alquran, ada pula dalam Taurat. Itulah yang diisyaratkan oleh Tuhan." 

"Sesungguhnya hal ini ada dalam lembaran-lembaran yang lalu, lembaran-lembaran 
Ibrahim dan Musa." (Arba'in No. 4 h. 6 RK 17/435).

"Dan tidaklah aku ini melainkan seperti Alquran." (Tadzkirah 688).


Keyakinan Al-Qadiani pada Isa dan Maryam a.s., Al-Mahdi, Ad-Dajal, Keledai 
Dajal, Binatang Bumi, Ya'juj dan Ma'juj

"Sesungguhnya aku adalah Al-Masih dan sungguh aku berjalan dan berenang. Dan 
sesungguhnya Isa telah wafat dan tidak hidup seperti kehidupanmu." (Tuhfatun 
Nadwah 1, RK 19/89).

"Adapun turunnya Isa dari langit, kami telah menyimpulkan bahwa itu batil, 
dalam kitab kami Al-Hamamah. Dan kesimpulannya ialah bahwa kita tidak menemukan 
hal itu dalam Alquran selain masalah wafatnya (Isa) saja." (Nurul Haq 1/51, 
Ainah Kamalat Islam 561, RK 8/69). 

"Masalah turunnya Isa Nabi Allah karangan orang-orang Nasrani. Adapun Alquran 
menjelaskan bahwa (Allah) mewafatkannya dan digabungkan dengan orang-orang 
mati." (Khotbah Ilhamiyah 4, RK 16/4).

"Keyakinan akan hidup kembalinya Isa adalah karangan orang-orang Nasrani dan 
kebohongan mereka. Dan umat Islam yang menyangka bahwa Isa akan turun dari 
langit tidaklah mereka mengikuti kebenaran dan mereka terjerumus ke dalam 
jurang kesesatan." (Khotbah Ilhamiyah 6, RK 16/6).

"Termasuk kurang akhlak jika dikatakan bahwa Isa tidak mati. Ini adalah syirik 
yang besar. Keyakinan ini menghabiskan seluruh kebaikan dan bertentangan dengan 
kecerdasan. Ia telah wafat seperti saudara-saudaranya. Ia telah mati seperti 
orang-orang di zamannya. Keyakinan bahwa ia masih hidup itu ada di kalangan 
umat Islam, berasal dari orang-orang Nasrani." (Lampiran Haqiqah al-Wahy, 
Al-Istifta' 39, RK 22/660)


Ucapan Al-Qadian tentang Maryam a.s.

"Tidak ada perbedaan antara khotbah dan nikah di kalangan orang Afghanistan 
demikian pula di kalanan orang Yahudi. Dan bukanlah aib bagi gadis-gadis untuk 
bertemu dan bergaul bebas dengan tunangan-tunangan mereka. Buktinya pergaulan 
bebas antara Maryam dengan tunangannya Yusuf, keduanya berjalan bersama di luar 
rumah sebelum nikah. Ini adalah bukti benar atas pernyataan tadi." (Footnote 
Ayyam as-Shulh 66, RK 14/300).

"Tatkala Maryam bernazar kepada Haekal untuk mengabdi pada Baitul Makdis seumur 
hidupnya, lalu ia tidak nikah dengan siapa pun sepanjang hayatnya. Namun, 
tatkala ia hamil satu tahun atau tujuh bulan, lalu para pemuka masyarakat 
menikahkan Maryam dengan seorang tukang kayu yang bernama Yusuf dalam keadaan 
hamil. Dan setelah sebulan atau dua bulan ia membawa Maryam ke rumahnya, 
lahirlah dari rahim Maryam seorang anak dan dialah yang memberinya Isa dan 
Yesus." (Jasymal Masihi 26, RK 20/355). 

"Isa bin Maryam a.s. bekerja sebagai tukang kayu selama dua puluh dua tahun 
bersama ayahnya Yusuf." (Footnote Izalah Awham 125). 

"Isa a.s. memiliki empat orang saudara laki-laki dan dua orang saudara 
perempuan, seluruhnya seibu sebapak, seluruhnya putra-putri Yusuf dan Maryam." 
(Footnote Kasyti [Safinah] Nuh 20, RK 12/8). 


Ucapan Al-Qadiani tentang Anak Maryam, Ad-Dajal, Ya'juj dan Ma'juj

"Kami berhak untuk mengatakan bahwa putra Maryam, Ad-Dajal, keledai, demikian 
pada Ya'juj dan Ma'juj, binatang bumi (yang akan muncul menjelang kiamat) belum 
tersingkap hakikat yang sesungguhnya terhadap Nabi saw. dan beliau belum 
mengetahui yang sebenarnya." (Izalah Awham 282).

"Adapun tentang Ad-Dajal, dengarkanlah, aku jelaskan kepadamu hakikat dari 
kepercayaan ilham. Wahai saudara-saudaraku yang mulia, telah dikasyaf untukku 
bahwa kesatuan Ad-Dajal bukanlah kesatuan kepribadian, tetapi kesatuan jenis, 
artinya kesatuan pendapat pada jenis sifat-sifat Ad-Dajal. Hal ini dipahami 
dari lafaz ad-dajal. Pada nama ini ada ayat-ayat bagi orang-orang yang 
berpikir. Jadi, yang dimaksud dari lafadz ad-dajal ialah serentetan 
semangat-semangat dajaliyah yang saling berkaitan." (Ainah Kamalat Islam 
554-555, RK 5/554)

"Tidak ada arti dari ad-dajal selain kaum Nasrani. Adapun keledai Ad-Dajal itu 
ialah kereta api yang diciptakan Nasrani." (Izzah Awham 279, 297, 298).

Yang dimaksud dengan binatang bumi dalam firman Allah, "Dan kami keluarkan 
kepada mereka binatang dari bumi" ialah para ulama yaitu jamakatul 
mutakallimin." (Izalah Awham, hal 503, RK 3/370).

"Yang dimaksud dengan binatang bumi ialah ulama su', ulama yang jelek." 
(Hamamah al-Bisyra 143, RK7/308).

"Yang dimaksud dengan binatang bumi adalah virus-virus Tha'un" (Nuzul Almasih 
38, RK 18/415).

"Adapun hadis-hadis tentang kedatangan Al-Mahdi, engkau tahu bahwa seluruhnya 
lemah dan cacat, saling kontradiktif, bahkan ada hadis Ibnu Majah dan 
kitab-kitab lainnya menjelaskan bahwa tidaklah Al-Mahdi itu selain Isa bin 
Maryam. Lalu bagaimana kita berpedoman pada hadis-hadis seperti ini." (Humamah 
al-Bisyra 148, RK 7/314).

"Yang dimaksud dengan Ya'juj dan Ma'juj ialah Rusia dan Inggris." (Syahadah 
Alquran 24, RK 6/320).

Dia mengatakan pula, "Telah ditentukan bahwa Ya'juj dan Ma'juj menjadi bangsa 
terbesar, yaitu Inggris dan Rusia. Kedua agama inilah yang menguasai 
orang-orang lemah, bahwa keduanya yang menang karena kekuatan pemberian ilahi." 
(Izalah Awham 502, RK 3/369).


Makian dan Kedustaan Besar atas Isa a.s.

"Sesungguhnya Allah mengutus dari umat ini Al-Masih yang lebih besar 
kemuliaannya dari Al-Masih yang pertama dengan beberapa tingkatan. Demi Allah 
yang jiwaku di tangan-Nya, sekiranya Isa bin Maryam hidup pada zamanku ini, 
niscaya ia tidak dapat melakukan apa yang aku lakukan dan ia tidak sanggup 
menampakkan ayat-ayat dan bukti-bukti seperti yang aku nampakkan." (Haqiqah 
al-Wahy 148, RK 22/152).

"Sesungguhnya Al-Masih pernah minum khamr, mungkin karena penyakit atau 
kebiasaan lama beliau." (Footnote Safinah Nuh 65).

"Saya melihat bahwa Al-Masih itu tidak meninggalkan minum khamr." (Review of 
Religion 1/172, RK 10/296).

"Sesungguhnya Al-Masih tidak sanggup untuk mengatakan kepada dirinya sendiri 
bahwa ia orang saleh, karena masyarakat mengetahui bahwa ia adalah peminum 
minuman keras dan berakhlak buruk." (Sit Bacan, footnote 172. RK 10/296).

"Sesungguhnya keteladanan Al-Masih suci dan disucikan adalah tiga nenek beliau 
dari ayah dan ibu beliau, seluruhnya wanita nakal dan pezina. Dari darah yang 
bersih inilah keberadaan Isa, ia terakhir dari wanita-wanita pelacur dan dia 
bergaul dengan mereka. Dan mungkin karena aib inilah sehingga beliau melarang 
orang bertakwa disentuh oleh wanita pezina dan dipakaikan minyak rambut oleh 
wanita pezina dari hartanya yang haram. Hendaklah masyarakat memahami bahwa 
bagaimana akhlak orang yang seperti ini." (Footnote Lampiran Injam Atiham, 7 RK 
11/291).

"Saya dikena penyakit gula sejak beberapa tahun. Saya kencing sampai seratus 
kali sehari. Sebagian sahabat saya mengatakan bahwa afion bermanfaat untuk 
penyakit gula, dan boleh digunakan untuk tujuan pengobatan, lalu saya 
mengatakan kepadanya, 'Saya senang kepadamu karena telah menghiburku, namun 
saya khawatir bahwa saya dimaki oleh orang banyak, lalu mereka mengatakan bahwa 
Al-Masih yang pertama peminum minuman keras, dan Al-Masih yang kedua pecandu 
afion." (Nasim Dakwah 69, RK 19/434-435).

"Apakah kamu telah memikirkan jawaban terhadap masalah nenek-nenek dari ayah 
dan ibu Al-Masih. Saya telah lelah memikirkan hal ini dan belum terlintas di 
benak saya jawaban yang tepat. Alangkah indahnya Tuhan yang nenek-neneknya dari 
ayah dan ibunya mempunyai sifat-sifat ini. " (Nurul Alquran 2/13. Footnote 75. 
RK 29/394).

"Sekelompok wanita cantik duduk sangat dekat dengan Al-Masih seakan mereka itu 
dibawah ketiaknya. Mereka terkadang memakaikan minyak wangi di belakang beliau. 
Terkadang pula mereka mengelus-elus kakinya, menyentuhkan rambut mereka yang 
cantik dan hitan di kakinya, mereka mengelus-elus dadanya, sementara Yesus 
bersenandung menikmati keadaan ini dan menghardik orang yang menegurnya."

"Aneh dan sungguh mengherankan! Al-Masih seorang pemuda yang sempurna, pecandu 
minuman keras, bujang, lalu ia dikelilingi sekelompok wanita cantik, mereka 
merapatkan tubuh mereka ke tubuhnya. Apakah ini perilaku orang saleh? Apakah 
buktinya bahwa Yesus tidak terangsang setelah disentuh oleh wanita-wanita 
tersebut?"

"Sayang sekali Yesus tidak sempat berhubungan dengan istrinya setelah melihat 
wanita nakal. Bagaimana suasana jiwanya setelah bersentuhan dengan wanita 
kotor, mereka saling bermain dan mereka mencapai puncak rangsangan syahwat. 
Itulah sebabnya Yesus tidak sanggup untuk mengatakan, 'Menjauhlah dariku hai 
pelacur'."

"Kitab Injil menjadi saksi bahwa wanita itu adalah pelacur yang terkenal di 
kota itu." (Nur Alquran 2/25. RK 9/449).

"Bagaimana sifat-sifat Al-Masih? Ia seorang yang rakus, banyak makan, peminum, 
bukan ahli ibadah, bukan pula seorang ahli zuhud, tidak taat kepada kebenaran, 
dia seorang yang sombong, angkuh, dan mengaku sebagai Tuhan." (RK 9/38. 
Maktubat Ahmadiyah 3/23. 240. Nur Alquran 219).

"Ya, dialah (Yesus Al-Masih) yang terbiasa banyak memaki dan sangat jelek 
akhlaknya." (RK 11/289, lampiran Injam Atiham 5 (foot note). 

"Hendakah disebutkan pula bahwa Yesus Al-Masih itu mempunyai kebiasaan 
berdusta."

"Dia, Al-Masih bin Maryam, adalah seorang yang sangat lemah dari semua segi. Ia 
terlahir dari tempat keluar yang terkenal kotor, tempat keluarnya kotoran 
besar. Kemudian ia senantiasa lapar dan haus terhadap keluarganya, dan ia 
selalu membawa penderitaan penyakit." (Barahin Ahmadiyah 4/369, Footnote RK 
21/440).

"Islam tidak mengenal ajaran seperti apa yang ada pada agama Kristen bahwa 
Tuhan itu terlahir seperti manusia dari perut seorang wanita, makan darah haid 
sampai sembilan bulan, ia tinggal di dalam tubuh putri Ilyasa, melewati 
kebiasaan-kebiasaan wanita-wanita pelacur, dia diciptakan sesuai perilaku 
wanita-wanita nakal itu, dan dia punya hubungan dengan mereka sebagai anak, dan 
dia diciptakan dari darah, tulang, dan daging ibunya. Bahkan pada kecilnya ia 
ditimpa penyakit kurus/kurang gizi, penyakit gigi, lalu ia melewati hampir 
seluruh hidupnya sebagaimana manusia biasa pada umumnya, lalu ia mengaku 
sebagai Tuhan menjelang kematiannya." (Sitbacan 173, RK 10/297-298).

"Ibnu Maryam tidak lebih mulia anaknya Kachalia (Ram jenderal seorang buruh)." 
(Injam Atiham 141, RK 11/41).

"Sifat macho pada laki-laki adalah sifat yang terpuji. Sedang sifat banci 
bukanlah sifat yang baik. Ia adalah cacat, sama dengan tuli dan bisu. 
Problemnya ialah bahwa Al-Masih a.s. tidak memberikan contoh yang baik dalam 
hal hubungannya dengan istri, karena ia tidak diberikan sama sekali sifat 
kesempurnaan sebagai seorang laki-laki." (Nur Alquran 2/11, RK 9/392).


Keyakinan Al-Qadian terhadap Desa Kelahirannya

"Sesungguhnya bumi Al-Qadian berhak untuk dihargai, karena menyerang dia sama 
dengan menyerang tanah haram. (Terjemahan)." (Durr Tsamin 52).

"Alquran Karim telah menyebutkan tiga nama daerah sebutan penghargaan dan 
penghormatan, yaitu Mekah, Madinah, dan Qadiyan." (Footnote Izalah al-Awham 77, 
RK 3/140).

"Masjid Al-Aqsa ialah masjid yang dibangun oleh Al-Masih yang dijanjikan, di 
Al-Qadian." (Khotbah Ilhamiyah 25, Footnote).

"Al-Qadian adalah ummul qura (pusat bumi) maka barangsiapa yang terputus 
darinya ia diputuskan dan ditolak, maka hindarilah bahwa kamu diputuskan dan 
ditolak. Buktinya telah terputus buah-buah Mekah dan buah-buah Madinah, tetapi 
buah-buah Al-Qadian masih tetap ranum segar." (Haqiqah ar-Ru'ya 46).

"Sesungguhnya Al-Qadian adalah pusatnya bumi, ia adalah ummul qura, dan tidak 
mungkin terjadi manfaat apa pun tanpa tempat suci ini." (Khotbah Jumat yang 
disampaikan oleh Mahmud Ahmad bin Al-Qadiani di Al-Qadian, disebarkan dalam 
koran mereka Al-Fadhl 3 Januari 1925 M).

"Sungguh Allah telah menyucikan tiga tempat ini: Mekah, Madinah, dan Al-Qadian. 
Dan Dia memilih ketiga tempat ini untuk memunculkan cahaya-Nya." (Koran 
Al-Fadhl 3 Semptember 1935 M).

Firman Allah, "Siapa yang memasukinya aman." Yang dimaksud ialah masjid Qadian. 
(Al-Qadian mempunyai nama lain, yaitu Darul Aman). (Tablig Risalat 6/152).

"Orang yang berziarah ke kubah Al-Masih yang dijanjikan di (Al-Qadian) yang 
putih, ia mendapatkan berkah yang khusus untuk kubah hijau Nabi di Madinah. 
Alangkah celakanya orang yang tidak mendapatkan kenikmatan ini dalam haki akbar 
ke Qadian." (Koran Al-Fadhl 18 September 1922).

"Apa itu Al-Qadian? Al-Qadian adalah ayat yang besar dari ayat-ayat kebesaran 
dan kekuasaan Allah, sebagaimana yang dikatakan yang mulia al-Masih yang 
dijanjikan (Al-Qadian), dan dia juga sebagai tempat kekhalifahan rasul Allah, 
dan tempat tinggal Al-Masih, tempat kelahirannya dan tempat pemakamannya dan di 
desa ini tepat penyelamat dunia, pembunnuh Dajal, penghancur salib, pemenang 
agama Islam atas seluruh agama." (Koran Al-Fadhl 13 Desember 1939).

"Saya mengatakan kepadamu dengan jujur bahwasanya Allah memberi tahu saya bahwa 
tanah Qadian mendapat berkah, turun kepadanya berkah-berkah yang sama dengan 
yang turun di Mekah dan Al-Madinah al-Munawwarah." (Ucapan putra Al-Qadian, 
koran Al-Fadhl 10 Desember 1932).

"Sesungguhnya Al-Qadian adalah sumber nikmat dan berkah Allah. Berkah dan 
nikmat ini tidak turun di tempat lain seperti yang turun di Al-Qadian." 

Dari Ghulam Ahmad al-Qadiani, "Sesungguhnya orang yang tidak datang ke Qadian, 
saya khawatirkan imannya." (Anwar Khilafat 117 oleh putra Al-Qadiani).

"Jika tanah Arab berbangga dengan tanah haramnya, maka tanah Ajam berbangga 
dengan tanah Al-Qadian." (Koran Al-Fadhl 25 Desember 1932).


Keyakinan Al-Qadiani tentang Haji

"Muktamar tahunan kita adalah haji. Dan sesungguhnya Allah memilih tempat untuk 
haji di Al-Qadian? terlarang di sana untuk berkata kotor, fasik, dan 
berbentahan." (Barbaret al-Khilafat 705 oleh putra Al-Qadiani).

"Tak ada Islam tanpa iman pada Ghulam al-Qadiani dan tak ada haji tanpa 
kehadiran di muktamar Al-Qadiani. Haji ke Mekah tidak menjalankan misinya dan 
tidak mencapai tugasnya." (Koran Al-Qadianiyah Bigham Shulk 19 April 1933).

"Sesungguhnya sekadar tinggal di Al-Qadian saja lebih baik daripada haji 
sunah." (Ainah Kamalat Islam 352. RK 5).

(Bersambung.!)

Sumber: Al-Qadiani wa Mu'taqaduhu, Asy- Syekh Manzhur Ahmad Chinioti Pakistani 




[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke