http://ainuamri.wordpress.com/2007/11/15/pengkuannya-bahwa-dialah-allah-keyakinan-keyakinan-al-qadiani-ii/
Pengkuannya bahwa Dialah Allah (Keyakinan-Keyakinan Al-Qadiani [II])
Ditulis pada Nopember 15, 2007 oleh Ainu Amri Tanjung 
Tulisan ini adalah lanjutan dari tulisan Keyakinan-Keyakinan Al-Qadiani (I). 
Oleh karena itu, untuk memahami maksud tulisan ini, Anda (para pembaca) harus 
memulai dengan tulisan yang pertama. 

Berikut kami mulai lanjutan dari tulisan pertama, yaitu memaparkan 
keyakinan-keyakinan Al-Qadiani, yang merupakan salah satu keyakinan aliran 
sempalan yang menyimpang dari keyakinan-keyakinan yang dianut Ahli Sunnah 
wal-Jamaah.


"Sesungguhnya Kami turunkan dia dekat dari Qadiyan. Dengan kebenaran Kami 
turunkan dia dan dengan kebenaran ia turun. Dan sungguh putusan Allah pasti 
berlaku."

"Bagaimana mungkin aku menolak yang telah diwahyukan oleh Allah kepadaku selama 
23 tahun secara terus-menerus. Aku beriman kepada wahyu-Nya yang suci, 
sebagaimana aku beriman kepada seluruh wahyu yang telah ada sebelumku." 
(Haqiqatul Wahyi 150. RK 22/154). 

"Allah berlari pada perhiasan para nabi." (Injam Atiham 53 RK 11/53).

"Engkau di tengah-tengah mereka seperti kedudukan Musa dan bersabarlah terhadap 
apa yang mereka katakan." (Injam Atiham, h. 55 RK 11/55)

"Kabar gembira untukmu wahai Ahmad-Ku. Engkaulah yang Kumaksud dan engkau 
bersama-Ku, sesungguhnya Akulah penolongmu dan sesungguhnya Akulah pemeliharamu 
dan sesungguhnya Aku menjadikan Engkau imam untuk segenap manusia." (Injam 
Atiham 55).

"Tinggalkanlah sebutan Ibnu Maryam, karena sesungguhnya aku Ghulam Ahmad lebih 
baik darinya." (Dafi' al-Bala 18/20, RK 240).

"Lihatlah, aku datang sesuai yang dikabarkan oleh Nabi Sallallahu 'alaihi wa 
ssalam, Isa tidak mampu untuk meletakkan kakinya di atas mimbarku." (Izalah 
al-Awham 158 RK 240).

Dia menilai kemunculannya (Al-Qaidani) di sisi Allah sebagai kemunculan seorang 
nabi yang terpilih. Dan dia menilai zamannya sebagai batas akhir mikrajnya 
zaman bagi seorang rasul terpilih, dan batas akhir pancaran cahaya rohani 
pemimpin kita, manusia terbaik." (Khotbah Ilhamiyah 298).

"Maka barangsiapa masuk dalam jamaahku, maka sungguh ia telah masuk pada 
sahabat pemimpinku, sayyidil mursalin." (Khotbah Ilhamiyah 258,259).

"Barangsiapa yang memisahkan aku dengan Al-Mustafa (Nabi Muhammad saw.), maka 
ia sebenarnya tidak mengenalku dan tidak melihat apa yang aku lihat." (Khotbah 
Ilhamiyah 297 RK 16).

"Katakanlah: 'Jika kamu cinta kepada Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah 
pasti mencintaimu'." (Injam Atiham RK h. 11/56).

"Dan tidaklah Kami mengutus engkau melainkan sebagai rahmat bagi alam semesta." 
(Injam Atiham 78 RK 11).

"Sekiranya bukan karena kamu, niscaya aku tidak menciptakan planet-planet." 
(Al-Istifa' 85, Haqiqah al-Wahy, RK 22/712).

"Sesungguhnya Kami mengutus kepadamu seorang rasul yang menjadi saksi atas 
kamu, sebagaiama Kami telah mengutus kepada Firaun seorang rasul." (Haqiqah 
al-Wahy RK 22/105).

"Janganlah kamu takut, karena tidak takut di sisi-Ku para rasul." (Haqiqah 
Wahyi, 91, RK 22/94).

"Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata, supaya 
Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan 
datang."

"Bukankah Allah menjamin hamba-Nya." (Injam Itiham 57, RK 11). 

"Dengan memberi kabar gembira akan kedatangan seorang Rasul yang datang 
setelahku, bernama Ahmad." (Ainah Kamalat 36 oleh putra Ghulam, Mahmud Ahmad). 

"Muhammad Rasulullah dan orang-orang yang beriman bersama beliau." 

"Pada wahyu ilahi ini, aku diberi nama Muhammad Rasulullah." (Izalah Khatha' 3 
RK 18/207).

"Dia telah memberikan kepadaku sesuatu yang tidak diberikan kepada siapa pun di 
dunia ini." (Tadzkirah 658).

"Dia telah memberikan kepadaku sesuatu yang tidak diberikan kepada siapa pun di 
dunia ini." (Ainah Kamalat Islam 374 RK 5/374).

"Kami telah lebihkan engkau atas selain engkau." (Tadzkirah Majuma'ah al-Wahyil 
Muqaddas 709).

"Sesungguhnya kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak." (Tadzkirah 
652. Injam Atiham 58 RK 11).

"Aku telah turunkan kursi sandaran yang banyak dari langit dan Aku perlihatkan 
kepadamu bahwa Aku mengangakatmu di atas semuanya." (Tadzkirah 346-347). 

"Allah telah mengutamakan engkau atas segala sesuatu." (Tadzkirah 469, 638). 

"Demikianlah munculnya sirah rohani Nabi kita saw. pada milenium kelima dengan 
sifat-sifatnya yang terbaik. Dan tidaklah zaman tersebut menjadi batas akhir 
dari pengangkatannya, kemudian menjadi sempurna dan muncullah sinar rohani itu 
pada akhir zaman keenam dengan izin Allah sebaik-baik pencipta. Dan dia 
menjadikan sinar rohani nabi kita sebagai rasul terbaik dengan menampakan 
terhadap ummatnya agar ia sampai pada kesempurnaan dan kemenangan cahayanya 
sebagaimana yang dijanjikan oleh Allah dalam kitab-Nya yang nyata. Maka akulah 
tampakan yang dijanjikan itu dan akulah sinar yang dikenal itu. Maka berimanlah 
kepadaku dan janganlah engkau termasuk orang-orang kafir. Jika Anda mau, 
bacalah firman Allah, 

"Dialah Allah yang telah mengutus rasul-Nya dengan petunjuk dan agama yang 
benar, untuk memenangkannya atas seluruh agama."

"Berpikirlah seperti orang-orang yang terpimpin. Ini adalah saat munculnya dan 
saat kesempurnaan cahaya rohani dari Allah yang Maha Perkasa, wahai sekalian 
umat Islam." (Khotbah Ilhamiyah 266-268, RK16).

"Ada satu tempat kosong sebesar satu batu bata yang ditinggal oleh pembangunan 
bangunan itu, lalu Allah menghendaki untuk disempurnakan batu itu dengan 
pemasangan batu bata yang terakhir. Akulah batu bata tersebut wahai orang-orang 
yang melihat." (Khotbah Ilhamiyah 177-178, RK 16).

Sesungguhnya taman kemanusiaan selama ini senantiasa kurang. Dan sungguh telah 
sempurna daun-daunnya dan buah-buahnya dengan kedatanganku sekarang." (Terjemah 
bait syair India, Barahim Ahmadiyyah 5/113 RK 21/144). 

"Sesungguhnya Muhammad turun kembali di tengah-tengah kita dalam keadaan yang 
lebih hebat dari kebangkitan beliau yang pertama. Siapa yang mau melihat 
Muhammad dalam bentuknya yang paling sempurna, hendaklah ia melihat Ghulam 
Ahmad di Al-Qadian."

"Dia mengatakan dalam bait syair yang mengangkat dirinya dan ucapannya atas 
pribadi dan ucapan Rasulullah saw., 'Dia mampu menutupi bulan yang bersinar. 
Dan aku mampu'." 

Dia menganggap dirinya lebih mulia dari Rasulullah saw. dan ucapannya lebih 
mulia dari ucapan Rasulullah saw. Dia mengatakan, "Dia memiliki (mukjizat 
dengan) tertutupnya bulan purnama. Dan aku memiliki (kelebihan) bahwa? bulan 
dan bintang itu bercahaya, apakah kamu mengingkarinya?"

"Dia memiliki ucapan-ucapan mukjizat, demikian pula aku, memiliki ucapan yang 
membuat semua orang terpesona." (I'jaz Ahmadi, Al-Qasidah al-I'jazizah 71, RK 
19/183).

"Sesungguhnya Nabi saw. memiliki tiga ribu mukjizat." (Kitab Tuhfah Kolrawiyah 
67, RK 17/153).

"Dan sesungguhnya mukjizatku lebih dari satu juta mukjizat." (Tadzkirah 
asy-Syahadatain 41, RK20/43).

"Setiap orang mampu untuk mengangkat dan mendapatkan kedudukan yang tertinggi, 
sampai sekiranya ia mau tunduk lebih tinggi kedudukannya dan posisinya dari 
Muhammad saw., niscaya ia mampu mencapainya." (Yaumiat Ibnu al-Qadiyani, 
khalifah kedua, yang dimuat di Al-Fadhl 17 Juli 1922M).

"Sesungguhnya aku diutus dari Tuhanku dengan seluruh kekuatan, berkah, dan 
kemuliaan. Dan sesungguhnya di kakiku ini ada tanda seluruh kemuliaan. Oleh 
karena itu, bertakwalah kepada Allah wahai para pemuda, kenalilah aku dan 
taatilah aku, jangalah kamu wafat dalam kedurhakaan, sungguh zaman ini semakin 
pendek dan semakin dekat watuknya dihisab setiap jiwa." (Khotbah Ilhamiyah 
70-71, RK 16).

"Janganlah kamu mengiyaskan aku dengan orang lain. Dan jangan pula kamu 
kiyaskan orang lain denganku. Jangan binasakan dirimu dengan keraguan, 
sesunggunya aku inilah isi yang tidak ada kulitnya. Aku adalah roh yang tidak 
ada jasanya. Aku adalah matahari yang tidak dihalangi oleh asap. Carilah yang 
sama denganku, pasti kamu tidak mendapatkannya, sekalipun kamu mencarinya 
dengan alat pencari." (Khotbah Ilhamiyah 52, RK 16).


Pengakuan bahwa Ia Bersifat dengan Sifat-Sifat Allah dan Pengkuannya bahwa 
Dialah Allah 

"Telah diberikan kepadaku untuk mematikan dan menghidupkan, dari Tuhan Yang 
Maha besar."

"Sesungguhnya urusanmu jika kamu menghendaki sesuatu, hanya cukup mengatakan: 
'Jadilah!' Maka jadilah ia." (Tadzkirah 525, 656, 76. Haqiqah al-Wahy 105, RK 
22/108).

"Engkau dari-Ku seperti kedudukan mentauhidkan-Ku dan mengesakan Aku." (Injam 
Atiham 51).

"Engkau dariku dan Aku darimu, punggungmu adalah punggung-Ku." (Tadzkirah 700).

"Engkau dariku seperti kedudukan anak-Ku." (Haqiqah al-Wahy 86, RK 22/89).

"Dengarkanlah wahai anak-Ku." (Al-Bisyra 49).

"Engkau dari air kami dan mereka dari kegagalan." (Injam Atiham 55). 

"Bumi dan langit bersamamu sebagaimana ia bersama-Ku." (Injam Atiham 52, RK 
11). 

"Wahai Ahmad namamu sempurna dan nama-Ku tidak sempurna." (Injam Atiham 52, RK 
11).

"Allah memujimu dari atas Arsy-Nya. Allah memujimu dan berjalan kepadamu." 
(Injam Atiham 55 RK 11). 

"Aku bermimpi melihat diriku sebagai Allah, dan aku yakin bahwa aku ini adalah 
Allah? sementara dalam mimpi aku mengatakan, 'Aku menginginkan sistem yang 
baru, langit yang baru, bumi yang baru, lalu berubahlah langit dan bumi secara 
global, tidak terpisahkan dan tidak teratur, kemudian aku memisahkannya dan 
mengaturnya sebagaimana yang dikehendaki oleh Allah. Aku merasakan dalam diriku 
bahwa akulah yang menciptakannya, kemudian aku menciptakan dunia lalu aku 
mengatakan, 'Sesungguhnya kami menghiasi langit pertama dengan lampu-lampu 
(bintang-bintang)'."

Kemudian aku mengatakan, "Sekarang kami menciptakan manusia dari saripati tanah 
dan seterusnya?. (Ainah Kamalat Islam 564-564, RK 5).

(Bersambung.!)

Sumber: Al-Qadiani wa Mu'taqadatuhu, Asy-Syekh Manzhur Ahmad Chinioti 
al-Pakistani




[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke