Tulisan ini juga disajikan dalam website http://kontak.club.fr/index.htm
dalam rubrik "Kumpulan berita tentang UNAS


                Mahasiswa UNAS Maftuh FAUZI

                adalah pahlawan rakyat



Berbagai macam aksi atau kegiatan untuk mengangkat meninggalnya  mahasiswa
Unas Maftuh Fauzi masih terus berlangsung, baik di Jakarta maupun di
berbagai kota di Indonesia. Di Jakarta, kalangan mahasiwa UNAS  - bersama
universitas-universitas lainnya - mengadakan aksi-aksi untuk menuntut
diperiksanya aparat kepolisian yang tersangkut dalam penganiayaan terhadap
mahasiswa-mahasiswa (termasuk Fauzi), menuntut IDI (Ikatan Dokter Indonesia)
untuk mengadakan angket tentang otopsi Fauzi, dan menggelar doa di DPR dan
berbagai kegiatan lainnya.

Kegiatan yang mempunyai arti simbolik yang sangat penting adalah digelarnya
aksi oleh sekitar 500 pemuda dari berbagai organisasi dan universitas di
Tugu Proklamasi pada tanggal 23 Juni 08. Dalam Temu Aktivis Lintas Generasi
(TALI Generasi) inilah telah dinyatakan bersama-sama Maftuh Fauzi sebagai
pahlawan rakyat, karena telah menjadi korban penganiayaan polisi dalam
aksi-aksi menentang kenaikan harga BBM. (Harap baca selanjutnya berita yang
lain dalam  “Kumpulan berita tentang UNAS”).

Dilgelarnya terus aksi-aksi untuk mempersoalkan meninggalnya Maftuh Fauzi
serta meluasnya kegiatan untuk tetap melawan kenaikan harga BBM merupakan
petunjuk bahwa persoalan yang fundamental bagi kehidupan rakyat banyak ini
tetap merupakan masalah besar dan urgen bagi rakyat banyak. Kenaikan harga
sembako dan transport yang makin mahal, serta bertambahnya kesengsaraan
rakyat akibat besarnya kemiskinan dan pengangguran tetap merupakan
keprihatinan yang paling utama dibandingkan persoalan-persoalan penting
lainnya seperti hiruk-pikuk soal FPI dan AKKBB atau persoalan mantan
jenderal BIN, Muchdi, yang tersangkut dalam pembunuhan Munir.

Aksi-aksi kalangan pemuda/mahasiswa mengenai  meninggalnya Maftuh Fauzi dan
kenaikan harga BBM merupakan simbul  - dan juga pendorong atau inspirasi –
bagi perlawanan rakyat yang tergabung dalam berbagai macam organisasi, atau
front, atau aliansi, dalam menentang berbagai politik pemerintahan SBY-JK.
Aksi-aksi para mahasiswa di Kediri, dan mogok makan yang dilancarkan di
berbaga daerah, menunjukkan tekad mereka yang tinggi dalam membela
kepentingan rakyat. Hal yang demikian ini adalah sesuatu yang baik bagi
bangsa  dan patut mendapat sambutan dengan gembira oleh semua kalangan yang
menginginkan adanya perubahan di Indonesia.

Karena kenaikan harga BBM ini akan tetap menimbulkan banyak
persoalan-persoalan yang parah bagi rakyat, maka bisa diperkirakan bahwa
aksi-aksi kalangan mahasiswa beserta berbagai macam organisasi rakyat
lainnya juga akan tetap terus berlangsung dalam macam-macam bentuk dan cara.
Dari sudut ini, dapat diartikan bahwa gerakan rakyat akan dapat memperkaya
pengalaman dan pelajaran bagi banyak kalangan yang sangat dibutuhkan untuk
terjadinya perubahan fundamental dalam kekuasaan politik, dan menjadikannya
betul-betul alat untuk menciptakan masyarakat adil dan makmur, yang mandiri,
dan yang bebas dari neo-liberalisme.



Paris, 24 Juni 2008

  1.. Umar Said
  =   =   =





Maftuh Fauzi Pahlawan Rakyat

Kompas, 23 Juni 2008

Kematian Maftuh Fauzi yang menjadi korban dalam insiden penyerbuan polisi
saat menertibkan aksi menolak kenaikan harga BBM oleh mahasiswa Universitas
Nasional (Unas), Sabtu (24/5), menimbulkan duka mendalam bagi bangsa
Indonesia.

Pada hari dimana mahasiswa Unas tersebut mengembuskan nafasnya yang terakhir
di RSPP, sekitar 100 mahasiswa dan simpatisan melakukan aksi di depan Rumah
Sakit Pusat Pertamina (RSPP). Aksi yang sama digelar sekitar 500 pemuda dari
berbagai organisasi dan perguruan tinggi di Tugu Proklamasi, Jakarta, Senin
(23/6).

Sebuah tiruan peti mati ditempatkan massa di salah satu gubuk yang dibuat di
tengah lapangan Tugu Proklamasi. Sebelum menyatakan sikapnya, para pemuda
mengheningkan cipta sejenak dan menyanyikan lagu Gugur Bunga mengenang
Maftuh yang oleh mereka disahkan sebagai seorang martir, seorang pahlawan
rakyat.

"Kami dari seluruh mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Temu Aktivis
Lintas Generasi (Tali Generasi) dengan sadar dan penuh hormat mengangkat
almarhum Maftuh Fauzi menjadi Pahlawan Rakyat," ujar beberapa perwakilan
dari masing-masing organisasi dan kampus tersebut.

Dalam pernyataan sikapnya, para pemuda menegaskan bahwa Maftuh adalah korban
penganiayan yang dilakukan aparat kepolisian. Penganiayaan tersebut membuat
almarhum yang oleh kawan-kawannya akrab dipanggil Sader tersebut mengalami
luka serius dan sempat koma sebelum dirawat di Rumah Sakit UKI.

Ketua Panitia Nasional Temu Aktivis Lintas Generasi, Jefri Silalahi
mengatakan aksi para pemuda tersebut akan diisi dengan diskusi dan mimbar
bebas. Setiap perwakilan organisasi dari setiap daerah diberi kesempatan
untuk melakukan orasi.

Pada dasarnya, para peserta mempersoalkan kebijakan pemerintahan Susilo
Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla menaikkan harga BBM. Kebijakan yang
dianggap tidak populis ini telah membuat rakyat kecil menderita. Para
peserta juga menyerukan pemerintah untuk menasionalisasikan aset tambang dan
migas.

 ·         * *


Tuntut Kematian Mahasiswa diungkap:

Mahasiswa Kediri Demonstrasi
Tempo Interaktif, 23 Juni 2008

Puluhan mahasiswa gabungan sejumlah perguruan tinggi di Kabupaten Kediri
melakukan aksi unjuk rasa di perempatan Garuda di pusat Kota Pare, Kabupaten
Kediri, Jawa Timur, Senin (23/6). Mereka menuntut pemerintah dan aparat
keamanan mengusut kasus kematian Maftuh Fauzi, mahasiswa Universitas
Nasional Jakarta yang meninggaldunia pada tanggal 21 Juni lalu setelah
ditangkap polisi kerana mengikuti aksi demonstrasi menolak kenaikan harga
bahan bakar minyak (BBM) di kampus Unas.

"Kami menuntut pengusutan kematian kawan kami yang tewas akibat tindakan
represif aparat keamanan. Kasus itu merupakan bukti adanya pelanggaran Hak
Asasi Manusia di negeri ini," kata Shiddiq Maulana Taulake, juru bicara para
pengunjukrasa yang tergabung dalam Simpul Mahasiswa Untuk Korban Kekerasan.

Aksi yang diwarnai dengan menggelar sejumlah spanduk dan pamflet itu
mendapat kawalan ratusan aparat kepolisiaan. Meskipun berjaga-jaga untuk
mengantisipasi terjadinya aksi anarksi, namun para polisi hanya mengamankan
demonstrasi itu dan tidak membubarkan hingga aksi berakhir.

Menurut dia, tindakan represif yang dilakukan aparat keamanan terhadap basis
gerakan perlawanan mahasiswa dalam aksi penolakan kenaikan BBM merupakan
bentuk ketidakmampuan pemerintah melakukan perbaikan ekonomi rakyat.
Tindakan represif juga sebagai simbol belum terwujudnya demokratisasi di
Indonesia.

Dalam pernyataan sikapnya yang dibagi-bagikan kepada pengguna jalan, para
demonstran menyatakan tewasnya Maftuh Fauzi akibat penyerangan aparat
kepolisian ke dalam kampus Unas adalah bukti bahwa cara kekerasan masih
dipergunakan untuk menyelesaikan persoalan rakyat. Mereka menuntut
pemerintah segera mengusut pembunuhan Maftuh Fauzi, mengusut seluruh
pelanggaran HAM dan secepatnya menurunkan harga pangan nasional.

"Penyerangan dan pembunuhan mahasiswa Unas Jakarta adalah perbuatan terkutuk
yang tidak Pancasilais," tulis para pengunjukrasa dalam surat tuntutannya.

Dalam orasinya, para demosntran juga menyatakan pola penyelesaian kritik
yang saat ini dilakukan sama persis seperti jaman Orde Baru. "Menghadapi
aspirasi dengan pentungan dan senjata api serta pembungkaman setiap mulut
yang menyuarakan kritik dan perlawanan merupakan cara usang yang harus
dihindari," kata para pengunjukrasa. (selesai)

* * *



No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG.
Version: 7.5.524 / Virus Database: 270.4.1/1513 - Release Date: 22/06/2008
07:52


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke