Edisi : 516

Jumat, 

2 Jumadil  akhir  1429 H

6 Juni 20008  M 

 

Sekretariat

Masjid Al-Hakim 

PT SUCOFINDO (PERSERO)

Graha Sucofindo

Jl. Raya Pasarminggu 

Kav.34 Jakarta 12780

Telp. (021) 7983666  

         Ext.1209 

Fax   (021) 7983888

 

Buletin Al Hakim diterbitkan oleh 

Majelis Taklim 

PT SUCOFINDO (PERSERO)

 

 

MEMAHAMI HADITS BERDASARKAN ASBABUL WURUD

 

 

æóÃíóÇ ÃóíøõåóÇ ÇáøóÐöíäó ÂóãóäõæÇ ÃóØöíÚõæÇ Çááøóåó æóÃóØöíÚõæÇ ÇáÑøóÓõæáó 
æóÃõæáöí ÇáúÃóãúÑö ãöäúßõãú ÝóÅöäú ÊóäóÇÒóÚúÊõãú Ýöí ÔóíúÁò ÝóÑõÏøõæåõ Åöáóì 
Çááøóåö æóÇáÑøóÓõæáö Åöäú ßõäúÊõãú ÊõÄúãöäõæäó ÈöÇááøóåö æóÇáúíóæúãö ÇáúÂóÎöÑö 
Ðóáößó ÎóíúÑñ æóÃóÍúÓóäõ ÊóÃúæöíáðÇ

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan 
ulil amri di antara kamu, Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang 
sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), 
jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu 
lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.”(An Nisaa 4:59).

Menurut ahli tafsir Imam Thabari (8/495-507) yang dimaksud dengan taat kepada 
Allah dan RasulNya adalah taat kepada Allah untuk melaksanakan perintahNya dan 
menjauhi laranganNya.

Dalam Musnad Imam Ahmad Rasulullah bersabda :

ãä ÃØÇÚäí ÝÞÏ ÃØÇÚ Çááå¡ æãä ÃØÇÚ ÃãíÑí ÝÞÏ ÃØÇÚäí¡ æãä ÚÕÇäí ÝÞÏ ÚÕì Çááå¡ æãä 
ÚÕì ÃãíÑí ÝÞÏ ÚÕÇäí

“Barang siapa taat kepadaku maka sesungguhnya ia taat kepada Allah dan barang 
siapa taat kepada pemimpin sesungguhnya taat kepadaku, dan barang siapa durhaka 
kepadaku maka ia telah durhaka kepada Allah dan barang siapa durhaka kepada 
pemimpin maka ia durhaka kepadaku”.

ØÇÚÉ ÇáÑÓæá¡ ÇÊÈÇÚ ÇáßÊÇÈ æÇáÓäÉ.

Menurut Atho ‘ taat kepada Rasulullah maksudnya adalah mengikuti kitab dan  
sunnahnya.

 

åã Ãåá ÇáÚáã æÇáÝÞå

Yang dimaksud ulil amri mereka adalah ahli ilmu dan ahli fiqih.

Ãåá ÇáÝÞå æÇáÏíä.

Demikian halnya kata Ali RA yaitu ahli fiqih dan ahi agama.

ÇáÝÞåÇÁ æÇáÚáãÇÁ

Atho’ mengatakan mereka

 

adalah ahli fiqih dan ulama.

Berdasarkan uraian tersebut yang dimaksud ulil amri adalah umara, ahli fikih, 
ahli ilmu dan para ulama.

Memahami bedasarkan asbabul wurud

Salah satu bentuk taat kepada Rasulullah adalah mengikuti sunnah beliau. Atau 
hadits yang berasal dari nabi SAW.

Untuk sampai kepada pemahaman yang benar  salah satu caranya yaitu dengan 
mengetahui asbabul wurud (sebab-sebab turunnya hadits).

Ini sangat penting, khususnya bagi para pemuda yang baru belajar hadits, tapi 
sudah bergaya seperti para Imam, untuk kemudian berfatwa atau menghukumi 
perbuatan orang lain hanya dengan melihat matan (isi) hadits, tanpa mau 
menengok sebab-sebab turunnya hadits serta pendapat para ahli ilmu dan ahli 
fikih yang diakui dunia Islam. Yaitu para ulama yang jauh dari para raja dan 
para penguasa zhalim. Karena mereka hanya takut kepada Allah SWT. (Innama 
yakhsyallaha min ‘ibaadihil ‘ulamaa’).

Untuk itu marilah kita lihat berbagai contoh memahami hadits dengan melihat 
asbabul  wurudnya.

 “Angkatlah rumah itu ke langit dan mintalah kepada Allah kelapangan rizki. “ 
(HR Thabrani, isnadnya hasan).

Orang yang tidak melihat sebab turunnya hadits. maka ia menduga bahwa 
Rasulullah menyuruh agar kita mengangkat rumat ke langit. Ini tentu tidak 
mungkin dan tidak masuk akal. Bagaimana mungkin rumah bisa diangkat ke langit.?

Sababul wurudnya adalah ketika Khalid bertanya kepada Rasulullah, “Aku mengeluh 
kepada Rasulullah tentang kesempitan hidup dan kemiskinan. “ Sabda beliau, 
“Angkatlah rumah itu ke langit……“ 

 

Maksudnya adalah suasana rumah harus diciptakan sedemikian rupa supaya tidak 
terasa sumpek baik fisik maupun non fisik. Karena kita tidak mungkin 
menggangkat rumah sampai langit.

 

Contoh lainnya hadits yang berbunyi “Masuk Islamlah kamu kemudian berperanglah. 
“  (HR Bukhari dari Al bara’ bin Azid).

 

Orang yang membaca hadits ini akan berkesimpulan bahwa Islam agama yang suka 
perang. Jika tidak mau berperang maka tidak perlu masuk Islam. Atau tugas utama 
orang setelah masuk Islam adalah berperang.  Pemahaman ini tentu sangat jauh 
dari makna hadits tersebut.

 

Untuk itu kita perlu mengetahui sebab turunnya hadits tersebut. Yaitu pada 
suatu peperangan ada seorang laki-laki menemui beliau dan berkata,  “ Ya 
Rasulullah aku akan berperang kemudian baru masuk Islam. “  Lalu beliau 
menjawab, “ Masuk Islamlah kemudian berperang.“ 

 

Kemudian dia loncat ke medan perang dan terbunuh. Lalu Rasulullah bersabda, 
“Dia beramal sedikit namun diberi pahala banyak. “ 

 

Hadits lainnya, “ Sesungguhnya perempuan itu menghadap dalam rupa syetan dan 
membelakangi dengan rupa syetan. Maka bila salah seorang kamu melihat 
perempuan, lalu ia mengagumi kecantikannya, maka hendaklah ia mendatangi 
istrinya, karena sesungguhnya hal itu akan mengembalikan sesuatu yang ada pada 
dirinya.“ (HR Muslim, Ahmad, Abu Daud adan Nasaa’i).

 

Membaca dhahir hadits kita akan  berkesimpulan alangkah malangnya nasib wanita 
yang disamakan dengan syetan. Padahal maknanya tentu sangat jauh dari dhahirnya 
(arti teksnya).

 

Karena sebab turunnya hadits tersebut adalah pada suatu saat Nabi melihat 
seorang wanita, maka beliau segera mendatangi istrinya Zainab, lalu beliau 
menunaikan hasratnya kepada istrinya. Kemudian beliau menemui 
sahabat-sahabatnya dan bersabda seperti bunyi hadits tersebut.

 

 

 

Sehingga maknanya bahwa kecantikan wanita itu dapat menimbulkan gairah atau 
nafsu seksual yang mengarah kepada kemaksiyatan. Sebagaimana halnya syetan yang 
mengajak kepada perbuatan maksiyat, keji dan munkar. Jadi maknanya  wajah 
wanita dalam rupa syetan hanyalah majaz (tamsil) bukan makna hakiki. Sebab 
kecantikannya dapat menggoda kita. Karena itu Rasulullah menyuruh agar segera 
kembali kepada istrinya agar tidak tergoda oleh wanita lain.

 

“Sesungguhnya anak itu menimbulkan sifat bakhil, menakutkan, membodohkan dan 
menyedihkan. “  (HR Hakim, Thabarani, Imam Adz Dzahabi dan Al Iraqi menyatakan 
sanadnya shahih).

 

Sababul wurudnya adalah Rasulullah menggendong Hasan (cucunya) lalu beliau 
menciuminya dan bersabda seperti itu.

 

Maksudnya bahwa anak atau cucu bisa melalaikan, menyebabkan cinta dunia dan 
melupakan akherat. 

 

Demikianlah salah satu cara memahami hadits. Yaitu dengan melihat sebab-sebab 
turunnya hadits.

 

 

 

 



[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke