Assalaamu'alaikum wr, wb,

Selain produktif dalam mendapatkan gelar juara di major league beberapa
tahun terakhir ini (Red Sox (World Champion 2007), Patriots (AFC 2007, Super
Bowl 2004) dan terakhir Celtics (NBA 2008) ). Boston ternyata produktif juga
menjadi tempat deklarasi organisasi keagamaan Indonesia.
Setelah Muhammadiyah mendeklarasikan Cabang Istimewa-nya di Boston awal
tahun ini, kemarin giliran komunitas NU mendeklarasikan berdirinya Komunitas
NU Amerika Serikat.

Selamat. Ditunggu kiprahnya. Semoga ketiga masalah utama yang menjadi
keprihatinan mereka seperti yang disebut press release yang saya terima di
bawah, bisa diselesaikan atau paling tidak mendapatkan sumbangan pemecahan
dari KNU-AS.


wassalaam,

Mohamad Daniar
Boston - Massachusetts


==================================================


 *Press Release*

*KOMUNITAS NU AMERIKA SERIKAT: ISLAM-BARAT HARUS SALING MEMPERKAYA*


Boston (29 Juni 2008)—Dunia Islam dan Barat tidak harus dipandang secara
antagonis dan bertentangan. Keduanya harus saling melengkapi dan memperkaya.
Itulah pikiran utama yang mengemuka dalam acara deklarasi berdirinya
Komunitas Nahdlatul Ulama Amerika Serikat (KNU-AS) hari ini di Boston,
Massachusetts, Amerika Serikat.

Sejumlah aktivis NU di AS yang terlibat dalam persiapan pendirian KNU-AS
hadir dalam deklarasi ini. Mereka adalah Sumanto Al-Qurtubi dan Achmad Tohe,
keduanya adalah mahasiswa PhD Boston University, Achmad Munjid, mahasiswa
PhD di Temple University, dan Ulil Abshar Abdalla, mahasiswa PhD Harvard
University.

"Bagi kami, hubungan dunia Islam dan Barat tidak harus antagonis. Islam
justru bisa memberikan kontribusi positif bagi dunia Barat. Begitu pula
perjumpaan dunia Islam-Barat bisa memberikan kontribusi positif bagi dunia
Islam," demikian bunyi deklarasi yang dibacakan oleh Ulil Abshar-Abdalla.

"Bagi kami, keindonesiaan dan keislaman bersifat saling melengkapi dan
memperkaya," tegas deklarasi itu lebih lanjut.

Prof. Salahuddin Kafrawi, aktivis NU yang sekarang menjadi profesor filsafat
Islam di William and Hobart College, Geneva, New York, mendukung pemikiran
tersebut. Dalam pandangan Prof. Kafrawi yang juga salah satu deklarator
KNU-AS itu, identitas keislaman dan keamerikaan juga tak harus
dipertentangkan. Keduanya bisa saling berdialog secara produktif.

Seperti diungkapkan oleh Sumanto al-Qurtuby yang memberikan pengantar
sebelum pembacaan deklarasi, ada tiga masalah utama yang menjadi
keprihatinan para deklator KNU-AS. Pertama, hubungan dunia Islam-Barat yang
masih diwarnai oleh prasangka. Kedua, kehidupan berbangsa dan bernegara yang
memprihatinkan. Ketiga, melemahnya vitalitas Nahdlatul Ulama sebagai ormas
keagamaan.

Dalam pandangan Achmad Munjid, aktivis NU yang menjadi salah satu motor
utama KNU-AS ini, visi keislaman NU kurang berhasil diterjemahkan dalam
konteks masyarakat modern. Visi keislaman yang ditawarkan oleh
"gerakan-gerakan Islam baru" tampaknya jauh lebih memikat generasi Islam
sekarang.

"Tantangan NU adalah bagaimana melakukan kontekstualisasi visi keislaman *
ala* NU dalam konteks yang sudah berubah saat ini," tegas Munjid.

"Dengan berdirinya KNU-AS ini, kami juga hendak menyumbangkan
gagasan-gagasan segar dalam wacana keislaman di tanah air," tambah Munjid
lagi.

Meskipun merupakan wadah umat Islam Amerika Serikat yang memiliki hubungan
kultural dan keagamaan dengan tradisi NU, namun KNU-AS berusaha merumuskan
identitas ke-NU-an yang terbuka.

"Kami mendefinisikan diri sebagai umat Islam dalam tradisi Sunni, Asy'ari,
dan mazhab empat, namun terbuka pada keragaman sekte, aliran dan
mazhab-mazhab yang ada dalam masyarakat Islam, baik di Amerika, Indonesia,
atau dunia Islam secara umum" tegas Achmad Tohe, aktivis NU yang sekarang
sedang menempuh program PhD di Boston, University.

"Kami ingin mempertahankan tradisi Asy'ariyah dan mazhab empat, tetapi kami
juga ingin agar tradisi itu terbuka pada kemungkinan tafsir baru," kata
Syamsul Ma'arif, mahasiswa PhD di Arizona State University.

Deklarasi ini juga dihadiri oleh Sukidi Mulyadi, pemikir muda Muhammadiyah
yang sekarang menempuh program PhD di Harvard University, dan Jajang
Jahroni, mahasiswa PhD di Boston University.

Deklarasi ditutup dengan do'a yang dibacakan oleh Sukidi Mulyadi yang
mewakili Muhammadiyah dan Achmad Munjid yang mewakili NU.

"Agar NU dan Muhammadiyah bisa bekerjasama untuk mengembangkan pemahaman
Islam yang kontekstual dan progresif di Amerika," tegas Ulil mengomentari
doa yang dibacakan dua wakil dari ormas besar Islam di Indonesia itu.

Sejumlah aktivis NU di AS terlibat dalam persiapan pendirian organisasi ini.
Mereka adalah Sumanto Al Qurtuby, mahasiswa PhD Boston University, Achmad
Munjid, mahasiswa PhD Temple University, Achmad Tohe, mahasiswa PhD Boston
University, Muhammad Abdun Nasir, mahasiswa PhD Emory University, Kustim
Wibowo, ketua Departemen Manajemen Sistem Informasi di Eberly
College-Indiana University of Pennsylvania, Akhmad Sahal, mahasiswa PhD
University of Pennsylvania, Ahmad Rafiq, mahasiswa PhD Temple University,
Syamsul Ma'arif, mahasiswa PhD Arizona State University, Munajat, mahasiswa
PhD Texas A & M University, Salahuddin Kafrawi, professor filsafat Islam di
William and Hobart College (Geneva, New York), Dadi Darmadi, mahasiswa PhD
Harvard University, Ulil Abshar-Abdalla, mahasiswa PhD Harvard University,
Saiful Umam, mahasiswa PhD University of Hawaii at Menoa, Hasan Basri,
*visiting
fellow* di Temple University, dan Mustaghfiroh Rahayu, mahasiswa MA di
Florida International University, Miami.****


[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke