'Semua Bangsa Sepatutnya Dukung Kembalinya Palestina'
JAKARTA -- ''Semua bangsa dan agama sepatutnya mendukung penuh
pendirian Negara Palestina di Timur Tengah,'' kata Anggota Ikhwanul
Muslimin asal Mesir, Ahmed Mahmoud Diab, di Depok, Jawa Barat, kemarin
(14/5).
Menurut Ahmed, Palestina saat ini membutuhkan dukungan yang praktis,
terutama dari masyarakat Muslim untuk mewujudkan hak mereka, seperti
kembali ke tanah airnya. ''Dukungan itu bisa bersifat material ataupun
finansial," ujarnya kepada Republika di sela-sela konferensi
internasional Freedom and Right of Return Palestine and 60 Years of
Ethnic Cleansing.
Ahmed mengatakan, setiap orang memiliki hak untuk kembali ke tanah air
mereka, termasuk warga Palestina. "Terdapat Undang-undang yang
menguatkan hak warga Palestina untuk kembali ke tanah airnya,"
katanya. Ahmed pun mengimbau kepada seluruh umat Muslim di dunia agar
terus mengerahkan segala kapasitasnya untuk ikut memperjuangkan mereka
kembali. 
Untuk merealisasikan itu, menurut Ahmed, dibutuhkan konsistensi dan
persiapan yang matang. Misalnya, dengan melanjutkan segala upaya
pendidikan yang dapat menyadarkan umat. Kemudian, dengan memperkuat
hubungan sesama umat Muslim dan negara Muslim. Selain itu, lanjut
Ahmed, perlu diperkuat pemerintahan masing-masing negara Muslim dengan
cara memilih pemimpin yang bagus. "Pemeritah Mesir saat ini sering
mempersulit pejuang dari Mesir yang hendak membantu Palestina,
misalnya ketika hendak meleawti perbatasan Palestina dan Mesir,"
ungkapnya.
Senada dengan Ahmed, tokoh agama Yahudi atau rabi asal Amerika, Dovid
Weiss, mengatakan, seluruh agama dan bangsa di dunia harus mendukung
Palestina kembali ke tanahnya tersebut. Bahkan, ia menegaskan tanah
itu tidak bisa dibagi dua, untuk Israel dan Palestina, melainkan hanya
untuk Palestina saja.
"Kami penganut Yahudi yang bukan pengikut zionis, tidak mendukung
konsep dua negara di tanah itu. Tanah itu hanya untuk Palestina,"
tegasnya. Terkait holokaus yang diyakini sejumlah orang Yahudi,
menurut Weiss tidak bisa dijadikan alasan menduduki Palestina.
Menurutnya, holokaus memang terjadi, namun warga Palestina tidak
berhak menjadi korban. "Jadi, tidak sepatutnya Israel mengambil
wilayah Palestina," ungkapnya. 
Selama ini, menurut Weiss, warga Yahudi sebenarnya bisa tinggal
menyebar dan hidup berdampingan dengan agama lain. Jadi, biarkan warga
Palestina merdeka di tanah airnya sendiri. "Yahudi harus dibedakan
dengan zionis, menurut kami, kami tidak mesti mengumpul di tanah
Palestina." 
Aktivis Right of Return asal Inggris, Daud Abdullah, mengatakan
berdasarkan pengalamannya mengikuti KTT Non Blok, terdapat banyak
pengungsi Palestina yang ingin kembali. "Lebih dari enam juta
pengungsi telah menjadi korban," ujarnya.
Hak untuk kembali, menurut Daud, adalah sama dengan hak untuk hidup,
dan hak untuk beribadah. Oleh sebab itu, sambungnya, tuntutan ini
tidak bisa ditawar. "Jika kita menolak kesepakatan ini, berarti kita
bertentangan dengan kesepakatan internasional," jelasnya. c64


Kirim email ke