Kembalikan Kiai NU pada Umat
Senin, 14 Juli 2008 10:13

Surabaya, /*NU Online*/
Pengamat NU Prof DR M Ali Haidar MA menilai terpilihnya KH Hasan 
Mutawakkil Alallah sebagai Ketua PWNU Jatim 2008-2013 akan mengembalikan 
peran kiai pada umat.

"Ada harapan kiai Mutawakkil akan mengembalikan peran kiai menjadi tidak 
bias politik, tapi kiai lebih fokus mengurusi umat," katanya di 
Surabaya, (12/7).

Ia mengemukakan hal itu menanggapi hasil Konferensi Wilayah (Konferwil) 
dipercepat NU Jatim yang menghasilkan kepengurusan baru PWNU Jatim 
2008-2013 di bawah kepemimpinan Rais Syuriah KH Miftachul Akhyar dan KH 
Hasan Mutawakkil Alallah.

Dalam sidang khusus pemilihan ketua PWNU di kantor PWNU Jatim (12/7) 
yang dipimpin Wakil Rois Syuriah PBNU DR KH Masyhuri Naim Lc dan 
Wasekjen PBNU Taufik Abdullah, Ali Maschan meraih 17 suara, sedang 
Mutawakkil memperoleh 20 suara, tapi kiai Miftah merestui Mutawakkil.

Menurut Ali Haidar, kontrak jam`iyah yang dijadikan landasan dalam 
Konferwil NU Jatim yang dipercepat itu merupakan desain politik yang 
bagus bagi NU yang berniat kembali ke Khittah 1926 (garis perjuangan 
sebagai organisasi sosial-keagamaan).

"Tapi, kontrak jam`iyah itu tetap perlu dikawal, karena Ali Maschan yang 
sebelumnya menandatangani kontrak jam`iyah pun akhirnya terjun ke 
politik praktis," katanya.

Oleh karena itu, kata guru besar Universitas Negeri Surabaya (Unesa) 
itu, kontrak jam`iyah yang sudah bagus itu tetap perlu dikawal, apakah 
ketua PWNU Jatim itu Ali Maschan, Mutawakkil, atau siapa.

"Mudah-mudahan kiai Miftah (Rais Syuriah PWNU Jatim KH Miftachul Akhyar) 
mampu mengawal kontrak jam`iyah, tapi semua pengurus NU Jatim juga harus 
membantu kiai Miftah melakukan pengawalan, termasuk anak muda NU," katanya.

Senada dengan itu, kiai Miftachul Akhyar selaku Rais Syuriah PWNU Jatim 
terpilih mengingatkan bahwa NU dibangun untuk memperbaiki moralitas, 
karena itu masalah kontrak jam`iyah itu tidak dapat ditawar-tawar lagi.

"Saya keberatan dengan pak Ali Maschan bukan karena benci atau tidak 
memperhatikan 17 pendukung Ali Maschan, tapi saya tak mungkin menerima 
Ali Maschan yang berdiri di atas `dua kaki` yakni NU dan cawagub," katanya.

Ia menambahkan moralitas itu bukan hanya retorika, tapi harus dijaga. 
"Para kiai mendirikan NU untuk menjaga moralitas bangsa, karena NU harus 
bebas dari ambisi dan kepentingan," katanya dalam konferwil yang 
dihadiri KH Muchit Muzadi dan KH Abdullah Faqih.

Secara terpisah, mantan Ketua PWNU Jatim DR KH Ali Maschan Moesa MSi 
yang kini menjadi cawagub Golkar Jatim itu mengaku dirinya menghargai 
pilihan cabang NU se-Jatim terhadap KH Mutawakkil Alallah.

"Saya memang terbentur kontrak jam`iyah dan restu Rais Syuriah, tapi 
saya menghargai pilihan cabang NU se-Jatim," kata dosen IAIN Sunan Ampel 
Surabaya itu.(ant)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke