Welfare State oleh : Rullan (Forum Muda Paramadina)
A. Sekilas Sejarah Sistem Kenegaraan 1. Di jaman dulu ketika manusia masih sedikit, masih hidup dengan sistem ladang berpindah,tidaklah butuh negara,organisasinya sederhana cukup berupa suku atau keluarga saja. 2. Kepala suku-kepala suku dalam satu daerah saling berperang dan menguasai sehingga dikenal istilah hukum "Homo Homini Lupus" (manusia merupakan serigala bagi manusia lain). 3. Setelah perjalanan panjang,mulai ada pemikiran pada manusia untuk lebih beradab dengan membuat suatu negara dengan hukum yang disepakati yang menjamin lebih terciptanya keadilan.Maka muncullah istilah masyarakat politik,dimana negara punya kekuasaan mutlak untuk mengatur hak warganya tanpa kritik.Namun seringkali manusia yang ada di sisi negara yang seharusnya mengatur kepentingan umum,menggunakan kekuasaanya untuk kepentingan dirinya sendiri. 4. Melihat penindasan oleh negara yang sering terjadi,maka muncul teori baru dari John Locke tentang civil society atau masyarakat madani untuk mengimbangi kekuasaan negara.Ada 3 hak dasar manusia yang tidak boleh dicampuri negara yakni : hak kepemilikan,hak kemerdekaan, adn hak atas kehidupan menurut John Locke.Jadi masyarakat madani adalah masyarakat yang menghargai kebebasan individu dasar atau civil rights. 5. Teori kenegaraan lalu berkembang dengan adanya Revolusi Perancis sebagai momentumnya,para pakar tata negara diantaranya Rosseau dan Montesque mulai mengusulkan sistem yudikatif,ekskutif,dan legislatif (Trias Politika).Sistem Trias Politika ini diciptakan untuk menjamin keseimbangan antara masyarakat madani dan negara.Tiga lembaga negara ini mengatur mana yang termasuk wilayah privat dan mana yang termasuk wilayah publik.Batas antara kedua hak ini selalu dinamis,di indonesia misalnya mengenai hak untuk berpoligami di kalangan PNS yang pernah dilarang dan pernah dibolehkan. 6. Sistem Trias politika ini akan menjadi tumpul jika lembaganya tidak berfungsi baik dan tidak seimbangnya antara kekuatan ekskutif yang mewakili negara dengan kekuatan legislatif yang merupakan representasi masyarakat madani.Hal ini pernah terjadi di jaman Pak Harto dimana kekuatan ekskutif bisa menguasai legislatif dan yudikatif.Namun jika kekuatan legislatif dan masyarakat madani terlalu kuat juga tidaklah elok karena tidak ada kepemimpinan yang kuat,seperti dikatakan oleh banyak orang yang terjadi di jaman reformasi ini.Akibatnya sering terjadi pertikaian elit politik sehingga negara tidak kemana-mana. 7. Hegel kemudian kembali mengusulkan adanya sistem masyarakat politik yang kuat karena melihat kesemerawutan sistem politik jika tidak ada kepemimpinan yang kuat seperti ketika jerman di era pra Hitler.Pendapat Hegel ini menjadi inspirasi Hitler untuk membajak demokrasi melalui Partai Nazi-nya.Setelah Hitler berkuasa,dia membunuh lawan-lawan politiknya dan membuat jerman dalam sistem represi terutama bagi penentangnya. 8. Penentang Hegel juga dari kaum sosialis,Marx berpendapat bahwa negara selalu menjadi alat oleh kaum kelas dominan baik itu kaum bangsawan maupun borjuis yang kerap kali merugikan kaum buruh miskin.Marx berpendapat harusnya negara dikuasai oleh kaum mayoritas yang biasanya dari golongan miskin ini. 9. Yang setuju dengan ide Marx diantaranya Josef Stalin yang berhasil memanfaatkan revolusi sosial dari tangan kaum bangsawan dan menjadikan Soviet menjadi negara komunis.Negara yang dipimpin oleh kaum yang mengatasnamakan kaum proletariat.Dengan alasan demi kepemimpinan yang kuat,Stalin meneror para penentangnya,jadi Stalin membajak tujuan mulia dari sosialisme yang bertujuan untuk keadilan dan pemerataan. 10. Tidak semua kaum sosialis setuju dengan cara-cara revolusi seperti di Soviet,para kaum sosialis di italia,inggris,dan spanyol setuju dengan pendapat tokoh sosialis evolusioner bernama Eduard Bernstein.Mereka memperjuangkan kepentingan kaum miskin lewat demokrasi yang berlaku,aliran ini terkenal dengan komunisme eropa.Itulah kenapa banyak orang berpendapat di eropa semakin sosialis,tapi sebenarnya istilah yang tepat adalah negara dengan konsep 'welfare state".Sistem ini berusaha menciptakan sistem yang lebih adil diantaranya memperpendek jurang kesenjangan sosial diantara kaum kaya dan miskin,biasanya melalui pajak. B. Katanya sistem Islam paling bagus? 1. Para pengusung sistem islam tidak pernah punya konsep jelas tentang sistem islam seperti apa yang mereka perjuangkan. 2. Sistem demokrasi di Iran di bawah para Mullah (pemimpin spiritual) berbeda sekali dengan di Arab Saudi yang berbentuk kerajaan,Mesir juga punya diktator macam kita di jaman Pak Harto dulu.Jadi sistem islam seperti apa? 3. Oke kita anggap sistem islam adalah sistem yang di bawah para ulama semacam dewan syura,tapi ulama juga manusia kan... Buktinya Departemen Agama juga sering disebut sebagai departemen korup kan? Mantan menteri agama dan salah satu dirjennya sekarang malah sedang dipenjara MUI pun sering dipertanyakan kenapa tidak pernah mengeluarkan fatwa korupsi? MUI juga sering dicurigai karena kurang transparan tentang dana hasil sertifikasi halal dan penggunaan dana APBN dari pemerintah. Jadi ulama tetap harus dikontrol,gimana ngontrolnya? C. Bagaimana Dengan Indonesia? 1. Sebelum dijajah oleh Belanda,nusantara terpecah-pecah dalam sistem feodal yang saling berperang satu sama lain.Menurut Pak Taufik Abdullah,terutama di jawa berlaku sistem Mandala,dimana satu kerajaan besar sebagai pemimpin dikelilingi oleh istana-istana kecil yang merupakan kerajaan-kerajaan yang lebih lemah.Jika ada kesempatan,para raja kecil ini akan memberontak.COba ingat perpindahan kekuasaan dari Kerajaan Singasari-->Kerajaan Kediri(Jayakatwang)-->Kerajaan Majapahit yang terjadi dalam waktu singkat di daerah jawa timur yang saling berdekatan. 2. Ketika Nusantara dikuasai oleh Belanda khususnya oleh pemerintah Belanda,praktis Indonesia bersama-sama memasuki masa sistem kolonial dengan pusat kerajaan Belanda. 3. Ketika pemerintahan RI diakui Belanda melalui Konferensi Meja Bundar tahun 1949,Indonesia memasuki era masyarakat madani dengan pergantian kabinet beberapa kali. 4. Melalui dekrit presiden 1959,Indonesia memasuki sistem otoriter dalam kemasan demokrasi terpimpin.Era "Demokrasi Terpimpin", yaitu kolaborasi antara kepemimpinan PKI dan kaum borjuis nasional dalam menekan pergerakan-pergerakan independen kaum buruh dan petani, gagal memecahkan masalah-masalah politis dan ekonomi yang mendesak. Pendapatan ekspor menurun, cadangan devisa menurun, inflasi terus menaik dan korupsi birokrat dan militer menjadi wabah. 5. Di tahun 1965 Indonesia memasuki orde Baru di bawah pemerintahan otoriter Presiden Soeharto,pemilu dilakukan tapi dengan rekayasa sehingga rezim incumbent tetap bertahta.Legislatif dan eksekutif tidak berjalan sebagaimana mestinya dan hanya dikuasai oleh kroni-kroni Pak Harto. 6. Dipicu oleh adanya krisis ekonomi 1997,terjadi pergantian kekuasaan di tahun 1998,dan Indonesia kembali memasuki masa masyarakat madani begitu kuat seperti di tahun 1949-1959. Banyak yang merasa tidak ada kepemimpinan di masa sekarang,negara terlihat begitu lemah.Banyak yang merindukan negara yang kuat seperti jaman Pak Harto tapi tetap dalam suasana demokratis. Bagaimana caranya? Samuel Huntington berpendapat bahwa dibutuhkan kelembagaan yang kuat yang melaksanakan hukum tanpa pandang bulu sebagai resep bagi sebuah negara yang bertransformasi dari sistem otoriter ke sistem demokrasi seperti Indonesia ini. Bagaimana bisa? Hanya politisi negarawan yang bisa mewujudkan sistem kelembagaan yang kuat,yang betul-betul mengabdi pada kepentingan masyarakat Kan mereka biasanya tidak punya banyak uang,kampanye perlu biaya mahal? Iya kalo kita mengadopsi sistem seperti amerika dimana kandidat dengan finansial besar punya kemungkinan besar jadi pemenang seperti sekarang, karena mereka bisa berkampanye di media mainstream dengan dana besar sehingga lebih dikenal daripada calon yang berdana kecil yang mungkin bisa punya kualitas jauh lebih baik.Sistem ini menyuburkan populasi politisi oportunis biasanya akan mencari dana dari para perusahaan besar untuk maju sebagai pejabat publik dengan deal-deal tertentu.berbahaya kan ?!! Lha terus gimana? Tirulah negara welfare state seperti di eropa,dimana setiap kandidat hanya boleh berkampanye di media publik milik pemerintah dengan slot yang sama dan GRATIS!!! Dengan cara begini,kandidat dengan kualitas terbaik lah yang punya kemungkinan paling besar untuk menang.Seorang politisi negarawan tidak perlu berdana besar untuk menjadi pejabat publik.Kita rindu pemimpin sekelas Natsir dan Bung Hatta yang tetap bersahaja dalam kenegarawanannya .... Jadi tidak setiap yang dari Amerika itu bagus dan bisa kita contoh kan,Bro....;) [Non-text portions of this message have been removed]
