Ikutan maaf juga, saya paling sepakat kalau memang kita bebas berbeda
pendapat, tapi tidak hanya islam saja bahkan sepertinya agama apapun pasti
tidak meng"halal"kan kata-kata yang tidak senonoh seperti itu.  Disamping
itu kita tidak saja merepresentasi diri sendiri, tetapi kita juga
merepresentasi sebagai umat islam umatnya Muhammad SAW.  Bukankan ada
kata-kata bijak, teko hanya mengeluarkan isinya, bisa jadi sebagai pribadi
kita di cap "isi teko" atau bahkan umat islam semua dianggap sama dengan
"isi teko" dari teko kupretist.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke