Salam Mas Luthfi dan moderator lainnya,
Yang saya rasakan, milis ini "paling NU" dibanding dengan milis anak NU lainnya, menjadi tempat berkeluh kesah dalam segala hal, baik yang berbobot atau tidak, yang produktif atau tidak, yang mengolok atau yang memuji, yang memberi solusi atau yang menyampaikan problem. Saya tidak faham maksud "tidak jelas arah" dan "tidak mutu". Kalau memang seperti itu saya kira moderator dengan mudah bisa memunculkan isu baru yang menurut para moderator penting, gitu aja kog repot... Menurut saya tidak perlu ada pembatasan dengan cara apapun, misal dengan memblokir tulisan yang tidak sesuai dengan kehendak moderator atau bahkan mengeluarkan seseorang dari anggota milis. Akan hal misalnya ada temen yang memunculkan kritik terhadap pemikiran seseorang dengan bahasa yang tidak senonoh, itu hal biasa dalam diskusi. Mestinya moderator bisa mengarahkan ke substansi kritik baik atas nama moderator atau sebagai peserta diskusi. Kasus Kupritis yang mengkritik Musdah Mulia dengan bahasa porno, misalnya, yang saya simak, malah tidak jadi diskusi soal pemikiran Musdah tapi malah rame-rame memaki Kuprit, jadinya tidak jadi diskusi donk. Dan pada titik ini saya merasa sepertinya moderator berada dalam tekanan... Santai saja dan tidak perlu berharap apa yang disampaikan para milister itu baik dan menarik. Kalau tidak cocok ya dikritik saja. Kalau tidak mau membaca ya langsung didelete saja....gitu aja kog repot... Salam Pro milis kmnu oke, Anam 2008/8/22 Muhammad Luthfi Thomafi <[EMAIL PROTECTED]> > Salam, > > rasa tidak jelasnya arah dan mutu milis ini sudah dirasakan sejak > sekitar 2 tahun lalu. Saya masih ingat, waktu itu banyak kawan yang > sms saya dan minta untuk di-hidupkan lagi proses diskusi dan tukar > pikiran yang cakep di KMNU2000 ini. Saya pribadi sudah > jarang "tilik" milis, apalagi diskusi. Terakhir, 2 hari lalu Anis > Masduki telp lama sekali, usul forum tercinta ini dihidupkan, > sebagaimana dulu. Baru saya sempat buka milis. > > Saya memang masih tercatat sebagai satu dari sekian moderator milis. > Tapi, jelas, saya sdh hidup di dunia praksis. Moderator lain pun > saya lihat juga sdh sibuk dengan dunia nyata-nya sendiri-sendiri. > > Begini saja, siapa saja yang siap jadi moderator, silahkan kirim > email pribadi saya, atau moderator lain (tapi saya lupa siapa saja > moderator-moderatornya). Nanti akan saya coba pilih-pilih dengan > beberapa kawan. Kalau sekiranya oke, nanti baru kita kasih es-ka. > > Betul, saya sendiri kadang merindukan diskusi yang hangat dan > bersahabat, seperti yang dulu sering terjadi. Sebaliknya, saya > sering "jengkel" setiap buka milis ini cuma melihat obrolan warung > kopi yang bahkan bermutu tidaknya pun tidak jelas. > > Sebenarnya, saya berharap mas Mukhlisin dan mas Syaikhul bisa men- > take over posisi moderator yang vakum ini. Tapi, beliau-beliau ini > saya perhatikan benar-benar orang NU tulen, yang tidak rakus > jabatan. > > Dos pundi mas Mukh dan mas Syaikhu? Sikap saya jelas ; saya tidak > mau terlibat pengharaman rokok sebab saya penggemar Marlboro, > minimal sehari 1 bungkus, atau pokoknya yang merah-merah lah, > seperti Manchester United gitu... > > Wassalam, > > Tom > > > [Non-text portions of this message have been removed]
