Bingkailah Puasamu dengan Cinta  

 

Kolom : Ust. H. Arsil Ibrahim, MA

      

Friday, 31 August 2007  

 

--------------------------------------------------------------------------------

 

“Demi Allah yang jiwa Muhammad berada di tanganNya. Sesungguhnya bau mulut 
orang  yang berpuasa lebih disukai Allah daripada harum minyak kasturi.” (HR. 
Bukhari). 

 

“Ada anak bertanya pada bapaknya, buat apa berlapar-lapar puasa”, lagu Bimbo 
itu kunyanyikan di depan Ayah berulang-ulang di tengah sebuah siang bulan 
Ramadhan yang panas. Sebenarnya aku tidak berniat apa-apa. Kebetulan lagu itu 
sedang hits dan sering muncul di radio sehingga mulutku yang hobi nyanyi ini 
latah dan terus menerus menyanyikannya. Tapi terus terang sebagai anak kecil 
yang baru belajar puasa, terkadang teks lagu itu ingin sekali kutanyakan kepada 
Ayah.

 

Ayah melambaikan tangannya kepadaku dan akupun mendekat.“Panggil uda dan uni 
semua ke sini. Ayah ingin bicara., ya.” Maka akupun keliling ke kamar atas, 
kamar bawah dan juga ke tetangga sebelah mencari uda dan uniku. Alhamdulillah 
dalam beberapa menit saja tugas itu dapat kuselesaikan. Mereka semua kini duduk 
bersila di hadapan Ayah.

 

“Anak-anakku. Kini kalian sedang berpuasa dan berusaha menahan haus, lapar 
bahkan juga menjaga mata dan telinga dari seluruh keburukan. Ayah ingin tahu 
apa tujuan kalian berpuasa?”, Ayah menunjuk salah seorang anaknya.

“Ya untuk menjalani perintah Allah, Ayah”.“Hmm..Kita kan hamba Allah, maka kita 
wajib menjalankan perintahNya”, jawab yang lain.

 

Ayah tersenyum bangga dengan kesungguhan jawaban yang diberikan. “Jawaban 
kalian sesungguhnya bagus dan tidak salah sama sekali. Benar kita menjalankan 
ibadah puasa karena memenuhi perintah Allah. Kita ini hamba Allah. Hamba itu 
artinya budak. Seorang budak tentulah harus memenuhi kehendak tuannya tanpa 
boleh bertanya-tanya. Jika seorang budak selalu bertanya terhadap 
perintah-perintah tuannya tentulah budak itu akan dimarahi oleh tuannya. 
Terlebih lagi jika budak itu menentang perintah tuannya dan mematuhi tuan yang 
lain. Wajar lah jika tuan tersebut menghukumnya dengan keras.“Demikianlah 
nuansa hati yang harus ditumbuhkan saat kita mengerjakan seluruh perintah 
Allah. Jangan pernah terdetik di hati untuk bertanya-tanya kenapa harus begini 
dan mengapa tidak begitu. Jawaban yang mutlak untuk semua perintah itu adalah: 
karena  Allah Tuhan yang menciptakan saya, Tuhan yang saya sembah, Tuhan yang 
saya harapkan kasihNya di dunia dan di akhirat, telah memerintahkannya kepada 
saya, hambaNya dan budakNya. 

 

“Kita ini ada di dunia karena diciptakan Allah. Bisa hidup karena diberi makan, 
minum dan udara oleh Allah. Sungguh celaka kita jika terdetik niat lain sewaktu 
beribadah selain karena memenuhi kehendak dan perintah Allah. Oleh itu, jangan 
pernah memotivasi dirimu dalam menjalankan ibadah puasa ini karena 
hikmah-hikmah duniawi. Seperti kata orang-orang, puasa itu untuk diet, supaya 
hemat, supaya sehat, supaya ini, supaya itu. Seluruh kata-kata itu akan 
mencemarkan ketulusan niatmu dalam berpuasa untuk mencapai syurga dan ridho 
Allah SWT. 

 

“Namun anak-anakku dalam perintah berpuasa ini ada nuansa lain yang Allah 
inginkan dari kita. Puasa ini bukan hanya sebuah perintah yang diwajibkan Allah 
Tuhan semesta alam kepada manusia sebagai hambaNya. Justru kita dapat merasakan 
getaran cinta Penguasa Alam Raya dalam perintah puasa ini. Pahami getaran cinta 
dan kasih Allah itu dapat dirasakan pada ayat dan hadits berikut:

 

1. FirmanNya dalam surah al-Baqarah 183 – 184. 

 

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana 
diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (183).  (yaitu) 
dalam beberapa hari yang tertentu. Maka bagi siapa saja diantara kamu ada yang 
sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa) 
sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. dan wajib bagi 
orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar 
fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. barangsiapa yang dengan kerelaan 
hati mengerjakan kebajikan[114], Maka Itulah yang lebih baik baginya. dan 
berpuasa lebih baik bagimu jika kamu Mengetahui.”(184)

 

Subhanallah, lihatlah betapa tegasnya Allah memerintahkan kewajiban berpuasa 
ini Allah pada ayat 183. Namun pada ayat 184 Allah mengeluarkan statemen yang 
toleran: “…Bagi siapa saja  yang sakit atau sedang dalam perjalanan bolehlah 
menggantinya pada hari yang lain”. Subhanallah..Allah itu Tuhan Penguasa Alam. 
Seluruh makhluk perlu kepadaNya dan Dia tidak ada keperluan kepada satu makhluk 
pun. Allah menciptakan langit dan bumi serta apa yang ada pada keduanya. Allah 
berkuasa penuh untuk menghidupkan atau menghancurkan kita. Tapi kenapa Raja 
segala Raja itu mewajibkan sesuatu dengan tegasnya, tetapi kemudian malah 
mengeluarkan pengecualian-pengecualian?           

 

Seorang raja yang memiliki kekuasaan tidak akan pernah melakukan hal itu saat 
mengeluarkan titah perintahnya. Bahkan seorang bos atau majikan tidak akan 
berbuat demikian. Dalam ilmu manajemen sebuah Surat Keputusan berlapis seperti 
itu justru dikhawatirkan dapat melahirkan nuansa ketidakdisiplinan di kalangan 
pekerja. Tapi Allah bukan raja, bukan bos dan bukan majikan. Allah Tuhan yang 
menjalin hubungan kasih dengan makhluk yang diciptakanNya. Allah memerintahkan 
puasa dengan nuansa cinta dan kasihNya yang dalam terhadap para hambaNya. 

 

2. Dalam hadits riwayat Imam Bukhari Nabi Muhammad SAW bersabda : 

 

Demi Allah yang jiwa Muhammad berada di tanganNya. Sesungguhnya bau mulut orang 
yang berpuasa lebih disukai Allah daripada harum minyak kasturi.” (HR. Bukhari) 
“

 

Cobalah pahami oleh kalian, apa arti ungkapan dalam hadits ini. Bukankah ini 
ungkapan cinta yang melimpah dari Allah kepada orang yang berpuasa? Kita semua 
juga paham bahwa bau mulut orang yang berpuasa di bumi manapun pasti sangat 
busuk. Itu wajar karena perutnya sedang kosong sehingga asam lambung dapat 
memanjat sampai ke dinding mulut. Saat berbicara, menguap atau bahkan sekedar 
membuka mulut saja langsung mulut akan menyebarkan aroma yang membuat orang 
menutup hidungnya.           

 

 “Namun di sisi Allah, bau mulut orang yang berpuasa lebih harum dari minyak 
kasturi. Bukankah ini ungkapan cinta Allah yang berlimpah terhadap orang-orang 
yang berpuasa? Maaf, nanti kalau kalian sudah menikah dan cinta kasih yang 
mendalam sudah tumbuh antara suami dan istri hal-hal ini baru dapat dipahami 
dengan sempurna. Banyak sekali suami yang sedang cinta setengah mati dengan 
istrinya akan mengatakan, “Aduhai..istriku, harum sekali bau mulutmu”. Padahal 
istrinya baru bangun tidur dan belum gosok gigi. Mengapa? Tentulah karena 
cintanya yang begitu mendalam terhadap sang istri. 

 

3.  Allah berfirman dalam sebuah hadits Qudsi: 

 

“Puasa itu untukKu dan biarkan Aku yang akan menganugerahkan pahalanya.” (HR. 
Muslim) “

 

Lagi dan lagi kita harus memuji Allah atas besarnya cinta kasih Allah terhadap 
orang  yang berpuasa. Banyak sekali amal perbuatan kita ini yang pahalanya 
dijanjikan Allah kepada kita secara kalkulatif.  Contoh, sholat jama’ah 
menaikkan derajat kita di sisi Allah hingga 27 derajat. Bersedekah dilipat 
gandakan Allah pahalanya hingga 700 kali lipat. Begitu pula sholat di Masjidil 
Haram yang pahalanya 100.000 lebih utama dibandingkan sholat di masjid biasa. 
Semuanya dijanjikan Allah dalam hitungan-hitungan yang jelas. Tapi, untuk puasa 
Allah mengungkapkan apresiasiNya yang tinggi. “Puasa itu untukKu dan biar Aku 
yang menganugerahkan pahalanya.”“Bukankah ini sebuah ungkapan sentimental yang 
diwarnai dengan kecintaan? Bagaikan seorang raja yang menentukan imbalan dan 
gaji standar bagi seluruh rakyatnya. Semua rakyat mendapat imbalan yang sama 
untuk pekerjaannya. Raja sendiri tidak pernah menyampaikan upah itu secara 
langsung ketangan rakyatnya. Ia hanya memerintahkan menteri dan bawahannya 
untuk memberikan imbalan tersebut. Tetapi ada sebuah tugas khusus  yang sangat 
disukai oleh raja. Siapa saja yang mengerjakannya raja itu sendiri yang akan 
turun untuk menyerahkan imbalannya secara langsung. Bahkan raja itu juga 
merahasiakan jumlah imbalan yang akan diterima oleh orang yang menyelesaikan 
tugas khusus itu.“Allah memiliki perumpamaan yang tidak akan dapat kita 
bayangkan. 

 

Contoh-contoh tadi itu hanya agar kamu paham. Agar kamu mengerti betapa 
sentimentilnya puasa ini di sisi Allah. Ada rona-rona cinta berserakan di udara 
Ramadhan. Meskipun matahari begitu panas memanggang kulit kita, dan rasa haus 
begitu tega mendera kerongkongan kita. Terutama jika melihat botol-botol air di 
kulkas yang dingin berembun. MasyaAllah, rasanya copot jantung! Tapi kita 
menyingkirkan itu semua dan menderita untuk menjalin cinta dengan Allah yang 
amat besar cintaNya di bulan puasa ini.“Anak-anakku, kalian memang hanya  hamba 
Allah SWT. Namun di bulan Ramadhan ini Allah menebar kasih dan cintaNya bahkan 
untuk hamba-hambaNya yang hina seperti kita ini. Maka jangan biarkan cinta 
Allah bertepuk sebelah tangan. Allah cinta dan sayang kepadamu, maka sambutlah 
cintanya dengan ikhlas berpuasalah hanya untuk ZatNya.“Orang yang sedang dalam 
bercinta tidak akan pernah mengeluh meski harus berkorban banyak. Pengorbanan 
justru menjadi sebuah tantangan yang makin mengobarkan api cinta dan rindu. 
Para sahabat dahulu berpuasa di hari yang panas dan tetap menjaga puasanya 
meskipun harus berperang melawan musuh Allah. Ada seorang sahabat yang terluka 
parah dan dibawa ke belakang. Namun ia tetap tidak ingin membatalkan puasanya. 
Saat hari sudah mulai senja keadaannya sudah amat kritis. Para sahabat yang 
lain amat kasihan melihat dirinya.“Berbukalah wahai fulan, engkau tetap akan 
mendapat ganjaran Allah”.“Jika aku berbuka dan ditakdirkan Allah meninggal 
dunia hari ini, maka kapankah aku dapat menggantikan puasaku itu? Tapi karena 
waktu berbuka sudah hampir tiba, carikanlah sedikit air untukku. Bawalah 
tamengku ini untuk menampung air minum.”            

 

Maka beberapa sahabat pergi mencari air untuk berbuka puasa sahabatnya yang 
sedang sekarat. Tak berapa lama mereka berhasil menemukan summer air. Maka 
dicucilah perisai cembung itu dan diisi dengan air bersih. Namun alangkah 
terkejutnya mereka, ketika hendak menegukkan air ke mulut sahabat itu, ternyata 
ia telah meninggal dunia. Ia telah pergi berbuka di syurga bersama para 
bidadari. Masya Allah, inilah orang-orang yang benar hatinya dalam bercinta 
denganMu”.            

 

Ayah meneteskan air mata saat mengakhiri ceritanya mengenai kekentalan cinta 
para sahabat Rasulullah SAW terhadap Allah SWT. Semoga setiap Ramadhan kita 
rindui kehadirannya agar kembali terbuka peluang menjalin cinta kasih dengan 
Allah.

 

Allahumma baarik lanaa fi Sya’banWa Ballighnaa Ramadhaan..

 

(Ya Allah, berkahilah hidup kami di bulan Sya’ban dan sampaikan usia kami ke 
bulan Ramadhan) Amin Ya Mujibas Saailin.

 

 

==========

Masjid Jami' Nurul Yaqin (MJNY)

www.nurulyaqin.org  -  menebar dakwah, menjalin ukhuwah

=================================================

Rasulullah SAW bersabda: 

"Demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya, sungguh aku bermaksud hendak 
menyuruh orang-orang mengumpulkan kayu bakar, kemudian menyuruh seseorang 
menyerukan adzan, lalu menyuruh seseorang pula untuk menjadi imam bagi orang 
banyak. Maka saya akan mendatangi orang-orang yang tidak ikut berjama'ah,  
lantas aku bakar rumah-rumah mereka."  (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu 
Hurairah RA).

=================================================

Salurkan Zakat, Infaq dan Sodaqoh (ZIS) anda  ke Bank Syariah Mandiri, Capem 
Cikarang Acc/No : 005-017-6791  Acc/Name : DKM Masjid NURUL YAQIN

Hotline Bendahara MJNY : 0816-1894727 Hotline Koord. Komitmen Bulanan : 
021-70911172 Website : www.nurulyaqin.org Email : [EMAIL PROTECTED]

=================================================


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke