MARHABAN YAA RAMADHAN ...... ==3/7=

Memperbanyak Shadaqah

Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam adalah orang yang sangat dermawan, dan 
kedermawanan beliau semakin bertambah pada bulan Ramadhan. Kebaikan-kebaikan 
yang beliau lakukan pada bulan itu melebihi angin yang berhembus."
Dalam sebuah hadits beliau bersabda:
"Seutama-utama shadaqah adalah pada bulan Ramadhan." (HR. At-Tirmidzi dari Anas 
Radhiallaahu anhu ) 


Zaid bin Salim meriwayatkan dari ayahandanya bahwa ia berkata: Saya mendengar 
Umar bin Khaththab Radhiallaahu anhu berkata: "Rasulullah Shallallaahu alaihi 
wa Sallam memerintahkan kami agar bersedekah. Kebetulan aku sedang memiliki 
harta. Umar pun berkata: "Pada hari ini aku akan melebihi Abu Bakar 
Radhiallaahu anhu !" Umar melanjutkan: Aku pun membawa setengah dari hartaku. 
Rasulullah berkata: "Apa yang kamu sisakan untuk keluargamu?" "Sebanyak ini 
juga!" jawabku. Kemudian datanglah Abu Bakar Radhiallaahu anhu dengan membawa 
seluruh hartanya. Rasulullah SAW berkata: "Apa yang kamu sisakan untuk 
keluargamu?" ia menjawab: "Aku sisakan bagi mereka Allah dan Rasul-Nya!" maka 
aku berkata: "Aku tidak akan mampu melebihimu selamanya." 


Diriwayatkan dari Thalhah bin Yahya bin Thalhah bahwa ia berkata: "Nenekku 
bernama Su'da binti 'Auf Al-Murriyyah -beliau adalah isteri Thalhah bin 
'Ubaidillah- menceritakan kepadaku: "Pada suatu hari Thalhah datang menemuiku 
dengan wajah yang kusut. Aku bertanya kepadanya: "Mengapa wajahmu kusut seperti 
itu?" Apa yang telah terjadi atas dirimu? Adakah sesuatu yang dapat kubantu? Ia 
berkata: "Terima kasih, kamu adalah sebaik-baik istri seorang muslim!" Aku 
bertanya lagi: "Jika demikian, apa yang terjadi atas dirimu? Ia akhirnya 
berkata: "Harta yang kumiliki sudah terlalu banyak dan hal itu sangat 
menyusahkan diriku." Kukatakan padanya: "Jangan terlalu bersusah, bagikan saja 
harta itu!" Maka ia pun membagi-bagikan harta itu hingga tidak tersisa sedirham 
pun." Thalhah bin Yahya (cucunya) berkata: "Aku tanyakan kepada penjaga 
gudangnya: "Berapa harta Thalhah ketika itu?" "Empat ratus ribu dirham!" 
katanya. 


Wahai Hamba Allah, banyak sekali keistimewaan dan kekhususan bersedekah pada 
bulan Ramadhan, maka hendaknya kita bersegera mengerjakannya. Keluarkanlah 
dengan segera shadaqahmu sesuai dengan keluasan yang ada padamu. 


Ada beberapa bentuk shadaqah pada bulan Ramadhan, di antaranya: 


A. Memberi Makan

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: "Dan mereka memberikan makanan yang 
disukai-nya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. 
Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan 
keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula 
(ucapan) terima kasih. Sesungguhnya kami takut akan (adzab) Rabb kami pada 
suatu hari yang (di hari itu) orang-orang bermuka masam penuh kesulitan. Maka 
Rabb memelihara mereka dari kesusahan hari itu, dan memberikan kepada mereka 
kejernihan (wajah) dan kegembiraan hati. Dan Dia memberi balasan kepada mereka 
karena kesabaran mereka (dengan) Surga dan (pakaian) sutera." (Al-Insan: 8-12) 


Para Salafus Shalih senantiasa berlomba-lomba dalam memberi makan dan mereka 
lebih mengutamakannya dari ibadah-ibadah lainnya. Baik dengan memberi makan 
orang yang lapar atau memberi makan seorang saudara yang shalih. Tidak 
disyaratkan yang diberi makan harus seorang fakir, orang yang mampupun boleh 
kita ajak makan.
Dalam sebuah hadits Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda:

"Siapa saja di antara orang mukmin yang memberi makan saudaranya sesama mukmin 
yang lapar, niscaya Allah akan memberinya buah-buahan Surga. Siapa saja di 
antara orang mukmin yang memberi minum saudaranya sesama mukmin yang dahaga, 
niscaya Allah akan memberinya minuman Rahiqul Makhtum." (HR. At-Tirmidzi dengan 
sanad hasan)

 
Sebagian ulama salaf berkata: "Mengundang makan sepuluh orang dari 
sahabat-sahabatku dengan makanan yang mereka gemari lebih aku sukai daripada 
membebaskan sepuluh orang budak dari keturunan Nabi Ismail 'Alaihis Salam . 
Sebagian besar kaum salaf mengutamakan menyediakan buka bagi orang yang 
berpuasa padahal mereka sendiri juga berpuasa. Di antaranya adalah Abdullah bin 
Umar , Dawud Ath-Tha'i, Malik bin Dinar, Ahmad bin Hambal dan lainnya. Bahkan 
Abdullah bin Umar selalu berbuka bersama anak-anak yatim dan fakir miskin. 
Kadangkala beliau tidak berbuka karena mengetahui keluarganya menolak 
kedatangan mereka. 

Banyak di antara kaum salaf yang menyediakan makanan bagi teman-temannya 
padahal ia tengah berpuasa. Bahkan ia melayani teman-temannya dengan baik. Di 
antaranya adalah Hasan Al-Bashri dan Ibnul Mubarak. Abu Siwar Al-'Adawi 
berkata: "Dahulu ada serombongan orang dari Bani 'Adi yang biasa shalat di 
masjid ini. Tidak ada seorang pun di antara mereka yang berbuka puasa sendiri. 
Ia selalu mencari orang yang bersedia berbuka bersamanya. Jika tidak maka ia 
keluarkan makanannya untuk dimakan bersama orang-orang di masjid. 


Ibadah berupa memberi makan akan melahirkan aspek-aspek ibadah lainnya, di 
antaranya: terciptanya saling mengasihi dan saling menyayangi. Di mana hal itu 
adalah sebab seseorang masuk ke dalam Surga. Dalam sebuah hadits Rasulullah 
Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda:

"Kamu tidak akan masuk Surga hingga beriman. Dan kamu tidak akan beriman hingga 
saling mengasihi di antara kamu." 

Di antaranya juga, bermajlis dengan orang-orang shalih serta mengharap pahala 
dari menolong mereka dalam ketaatan yang mereka dapat lakukan disebabkan 
makanan yang engkau berikan. 

B. Menyediakan Makanan Berbuka Bagi Orang-orang Yang Berpuasa

Dalam sebuah hadits Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda:
"Barangsiapa menyediakan makanan berbuka bagi orang yang berpuasa, niscaya ia 
akan mendapat pahala seperti orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang 
yang berpuasa itu sedikitpun." (HR. Ahmad dan An-Nasai) 


Dalam hadits Riwayat Salman Al-Farisi berbunyi:
"Barangsiapa menyediakan makanan berbuka bagi orang yang berpuasa, niscaya hal 
itu akan menjadi penghapus dosa-dosanya dan menjadi pembebas dirinya dari api 
Neraka. Dan ia akan mendapat pahala seperti orang yang berpuasa tanpa 
mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikitpun." Para sahabat bertanya: 
"Wahai Rasulullah, tidak semua orang mampu menyediakan buka orang yang 
berpuasa?" Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam menjawab:
"Pahala ini Allah berikan bagi siapa saja yang menyediakan makanan bagi orang 
yang berbuka puasa meskipun berupa susu bercampur air, kurma atau seteguk air. 
Barangsiapa memberikan seteguk air bagi orang yang berbuka, niscaya Allah akan 
memberinya minum seteguk air dari telagaku, ia tidak akan dahaga selamanya 
hingga masuk ke dalam Surga."

==ed:hmd=

============================
Bagi Anda yang ingin mendengarkan Audio MP3 Pengajian Tradisional Kitab 
IRSYADUL IBAD ila Sabilirrosyad
dapat mendownload filenya di :

http://www.4shared.com/dir/6411196/58e36731/MP3_TALIM_IRSYADUL_IBAD.html

Pengajian dipimpin oleh Ustad Drs.H.Ruslan Mawardi MAg. Pimpinan Majlis Taklim 
DARUUT TAUBAH
Kebon Nanas Selatan Jakarta Timur.
File-file MP3 yang di share, sdh mendapat izin untuk disebar luaskan untuk 
Dakwah Islamiyah.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke