Pendapat pribadi:
Seharusnya merokok diharamkan sejak dari dahulu melalui pendekatan 
dan sosialisasi. 

Pak Yai saya pernah bercerita, dahulu beliau pernah 3 kali mengikuti 
Batsul Masail di Baghdad, Maroko & satu lagi saya lupa nama negara 
yang beliau ceritakan & beliau menuturkan ulama dunia mayoritas 
mengharamkan merokok.

Lalu kenapa di Indonesia merokok menjadi makruh?  Saya kira disini 
ada peran mereka yang diuntungkan oleh adanya pabrik rokok termasuk 
pemerintah.

Merokok jelas merugikan kesehatan (diri sendiri dan lingkungan) buat 
saya ini sudah cocok untuk diharamkan.  Coba kita hitung pengeluaran 
uang untuk merokok selama sebulan, saya yakin jumlahnya cukup 
signifikan yang bisa lebih berguna apabila diberikan kepada istri, 
semisalnya untuk tambahan biaya harian.  Saya dahulu merokok 
Marlboro & Camel dan sebulan bisa habis ratusan ribu, kalau saya 
ingat-ingat lagi jumlah pengeluaran saya untuk rokok pada saat itu 
lebih dari bisa buat bayar SPP sekolah anak sebulan.

Pabrik rokok meski menghidupi para petani tembakau & karyawan dan 
bahkan berhasil membangun sebuah kota, tetapi perokok yang 
kesehatannya dirugikan mencapai diseluruh negri dan bisa jadi sampai 
keluar.  Yang memprihatinkan juga bahwa meski pabrik rokok 
sepertinya dimiliki oleh orang Indonesia (kebanyakan mereka sehat-
sehat karena tidak merokok), namun banyak saham pabrik rokok 
sebagian telah dibeli oleh investor Yahudi, yang mereka mengalirkan 
sebagian dari dananya kepada Israel, yang mana Israel mengerahkan 
dana besar memerangi saudara kita di Palestina.

Kalau saya sekarang merokok lagi (gak pengen sih), maka saya akan 
berpikir:
"Sudah merugikan kesehatan diri sendiri, merugikan lingkungan, 
memberi contoh yang tidak baik kepada anak-anak saya, rasanya saya 
seperti ikut perpartisipasi menyumbang Israel untuk memerangi 
saudara kita di Palestina!"

Ayo berhenti merokok atas kesadaran sendiri!

Salam,
Titut




--- In [email protected], "abdul_muizbabakan" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Haram Merokok? (Waspadai Islam Garis Keras) 
> 
> 
> Bismillahirrahmanirrahim
> 
> MUI siapkan fatwa haram merokok. saya sendiri menjadi bingung,
> pertama, saya seorang perokok, tetapi punya hasrat untuk berhenti
> merokok pada pagi nanti. itu tekad pribadi saya. bukan karena ada
> fatwa haram. sebab banyak ulama Indonesia pernah ikut berbahtsul
> masail hukumnya makruh merokok. kedua, fatwa yag disiapkan MUI 
jelas
> akan mempengaruhi lingkungan sosial-keamanan, dan lingkungan 
ekonomi
> bagi banyak masyarakat. tidak satu atau dua orang, bahkan ribuan
> karyawan pabrik rokok, mayoritas perempuan jika kita lihat di 
Kediri,
> mreka bukan perokok, melainkan membuat rokok untuk menyambung hidup
> sehari hari. juga bukan satu atau dua orang, bahkan ribuan orang 
yang
> setia menanam tembakau. petani tembakau ini mereka pasarkan untuk
> kebutuhan industri rokok. lalu, beranikah MUI membubuh sumber
> kehidupan ribuan masyarakat?
> yang tak kalah menakutkannya lagi, beberapa kasus pasca Fatwa MUI,
> dikhawatirkan terjadi tindak kekersan dari kelompok-kelompok yang
> mengatasnamakan dirinya Islam. ketakutan saya, pasca fatwa itu di
> luncurkan, orang-orang yang main hakim sendiri melakukan swiping
> dengan cara kekerasan. toh sering mereka melakukan pengrusakan dan
> pembantaian dengan cara berlindung dibalik fatwa MUI. lalu siapa 
yang
> bertanggung jawab?.
> salah seorang ulama di MUI pernah menyatakan di sebuah televisi
> suasta bahwa haram rokok karena menimbulkan bahaya bagi kesehatan, 
di
> haramkan di Indonesia mengapa tidak, seperti di negara-negara arab.
> apakah Indonesia sama dengan arab?
> saya cuma berpesan, diharamkan nya beberapa hal yang sudah 
disiapkan
> MUI, mungkin kedepan haram tahlil, haram ziarah alasannya karena
> disamakan dengan Inggris, Amerika, Jerman dan lain-lain, yang lebih
> rasional. atau disamakan Arab, yang lebih Islami. indonesia punya
> khas ke Islaman-nya sendiri. Islam Indonesia jauh berbeda dengan
> Islam-Islam di negara lain bung....
>


Kirim email ke