Assalamu alaykum wr wb

Memang iklan itu rencana mereka untuk memeluk semua golongan tetapi sebenarnya 
menghasilkan energi negatif yang mereka tidak sadari hal itu menyakitkan bagi 
golongan lainnya. Bagi awam kemudian mereka melihat bahwa iklan ini sangat 
tidak etis, tidak ada adab, kerena intinya mereka harus bisa mengadaptasi tokoh 
yg mereka tampilkan bukan utkĀ  menipu diriĀ  sendiri. Bila mereka berada 
diposisi yg berlawanan utk merasakan apa yg dirasakan pihak lain, maka mereka 
akan memiliki wisdom, melihat dengan mata hati, tentu bila tokoh mereka dibuat 
seperti hal itu harusnya mereka merasakan bahwa tidak etis.

Kalau mereka mau tampilkan Sukarno, maka mereka harus ikuti ajaran Sukarno, 
baru hati dan ucapan sama. Bila mereka tampilkan tokoh NU maka mereka ikuti 
ajaran tokoh tersebut, menghidupkan Mawlid dengan salawat di masjid2 mereka. 
Bukan hanya tampilan luar menokohkan tokoh NU tetapi amalan tetap saja Wahabi, 
nah inilah dimana hati dan mulut tidak sama. Gerakan magribi adalah gerakan 
wahabi yang paling halus, tetapi tetap saja kita bisa merasakan. kalau apa yg 
ada dimulut mereka sesuai dengan yg dihati, maka kitapun bisa merasakan 
ke-ikhlasan bukan kemunafikan. 

salam, arief hamdani 

--- On Fri, 10/31/08, gusmuhyi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: gusmuhyi <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [kmnu2000] Re: Anak Muda NU Protes PKS Terkait Iklan Mbah Hasyim
To: [email protected]
Date: Friday, October 31, 2008, 8:24 PM










    
            sy sangat setuju dengan pernyataan temen2 bahwa pks termasuk partai 

yang tidak punya bentuk yang permanen terbukti dengan perubahan asas 

perjuangannya dari yang ekslusif menjadi inklusif dan sekarang 

mendompleng tokoh nu dan tokoh nasional lainnya sebagai ikon 

poltiknya, sy meminta bahwa temen2 di jakarta untuk menyuarakan 

wahabi vs aswaja. t.ksh.




      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke