Wa'alaikumussalaam,

 

Kalau syekh arief yg ngendiko saya sami'na wa atho'na, rasanya susah
untuk tidak setuju dengan pendapatnya.

On going track brother...

 

Salam,

________________________________

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of arief dani
Sent: Tuesday, November 04, 2008 8:26 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [kmnu2000] Re: Anak Muda NU Protes PKS Terkait Iklan Mbah
Hasyim

 

Assalamu alaykum wr wb

Memang iklan itu rencana mereka untuk memeluk semua golongan tetapi
sebenarnya menghasilkan energi negatif yang mereka tidak sadari hal itu
menyakitkan bagi golongan lainnya. Bagi awam kemudian mereka melihat
bahwa iklan ini sangat tidak etis, tidak ada adab, kerena intinya mereka
harus bisa mengadaptasi tokoh yg mereka tampilkan bukan utk  menipu diri
sendiri. Bila mereka berada diposisi yg berlawanan utk merasakan apa yg
dirasakan pihak lain, maka mereka akan memiliki wisdom, melihat dengan
mata hati, tentu bila tokoh mereka dibuat seperti hal itu harusnya
mereka merasakan bahwa tidak etis.

Kalau mereka mau tampilkan Sukarno, maka mereka harus ikuti ajaran
Sukarno, baru hati dan ucapan sama. Bila mereka tampilkan tokoh NU maka
mereka ikuti ajaran tokoh tersebut, menghidupkan Mawlid dengan salawat
di masjid2 mereka. Bukan hanya tampilan luar menokohkan tokoh NU tetapi
amalan tetap saja Wahabi, nah inilah dimana hati dan mulut tidak sama.
Gerakan magribi adalah gerakan wahabi yang paling halus, tetapi tetap
saja kita bisa merasakan. kalau apa yg ada dimulut mereka sesuai dengan
yg dihati, maka kitapun bisa merasakan ke-ikhlasan bukan kemunafikan. 

salam, arief hamdani 

--- On Fri, 10/31/08, gusmuhyi <[EMAIL PROTECTED]
<mailto:gusmuhyi%40yahoo.com> > wrote:
From: gusmuhyi <[EMAIL PROTECTED] <mailto:gusmuhyi%40yahoo.com> >
Subject: [kmnu2000] Re: Anak Muda NU Protes PKS Terkait Iklan Mbah
Hasyim
To: [email protected] <mailto:kmnu2000%40yahoogroups.com> 
Date: Friday, October 31, 2008, 8:24 PM

sy sangat setuju dengan pernyataan temen2 bahwa pks termasuk partai 

yang tidak punya bentuk yang permanen terbukti dengan perubahan asas 

perjuangannya dari yang ekslusif menjadi inklusif dan sekarang 

mendompleng tokoh nu dan tokoh nasional lainnya sebagai ikon 

poltiknya, sy meminta bahwa temen2 di jakarta untuk menyuarakan 

wahabi vs aswaja. t.ksh.











[Non-text portions of this message have been removed]

 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke