Gerakan “Pembonsaian” Ubudiyah Warga NU Dinilai Sudah Kritis
Kamis, 6 November 2008 14:24

Jakarta, */NU Online/*
Gerakan propaganda sekelompok umat Islam yang menganggap bid’ah atau 
menyesatkan ubudiyah (tradisi peribadatan) warga Nahdlatul Ulama (NU) 
dinilai sudah berlebihan dan pada beberapa kasus sudah tidak bisa ditolelir.

”Fenomena pembonsaian ajaran Islam ala /ahlussunnah wal Jamaah/ 
sebagaimana diamalkan oleh orang NU tidak bisa dianggap sepele dan sudah 
memasuki tahap kritis,” kata Pengasuh Pondok Pesantren As-Shidiqiyah KH 
Nur Muhammad Iskandar SQ saat memberikan taushiyah dalam acara pembukaan 
Halaqah dan Konferensi Besar IPPNU di halaman pesantren Asshidiqiyah 
Jakarta, Kamis (6/11).

Kiai Nur menyontohkan, di Bogor ada satu stasiun radio bernama 
Ahlussunnah wal Jamaah. Namun dalam setiap siaran radio ini justru 
menganggap sesat beberapa hal dalam ajaran tersebut yang diyakini oleh 
warga NU. Bahkan beberapa ”orator” radio ini sampai mengkafirkan Imam 
Ghazali, ulama panutan warga NU di bidang ilmu dan ajaran tasawwuf.

Di beberapa tempat, lanjut Kiai Nur, juga muncul propaganda-propaganda 
lainnya separti gerakan anti tahlil (GAT), dan gerakan anti maulid 
(GAM). ”Lho ini maunya apa?” keluhnya.

Sementara itu di sisi lain juga muncul beberapa versi ajaran Islam yang 
menyimpang dari apa yang telah diajarkan oleh para ulama dan /salafus 
shalih/.

”Ada juga yang sampai mengaku jadi Nabi. Ada orang yang namanya Lia 
Eden. Dia ini pernah pinjam uang sama saya tapi sampai sekarang tidak 
dikembalikan. Tapi dia mengaku mendapatkan wahyu dari Malaikat Jibril. 
Masa dapat wahyu /kog /utangnya /nggak /dibayar,” kata Kiai Nur disambut 
tawa hadirin.

Kepada para kader IPPNU dari seluruh wilayah di Indonesia Kiai Nur 
berharap pesantren bisa menjadi basis utama gerakan penerangan terhadap 
kesalahfahaman kelompok Islam yang benci terhadap ubudiyah warga NU 
serta meluruskan berbagai ajaran yang menyimpang.

”IPPNU saya harapkan menampung suara anak-anak pesantren. Gerakan ini 
hendaknya diawali dari pesantren,” kata pengasuh pesantren As-shidiqiyah 
yang kini mempunyai 9 cabang di seluruh Indonesia itu.

Selain itu, kata Kiai Nur, pesantren yang menjadi basis utama warga NU 
adalah institusi kebudayaan dan pendidikan yang bisa memahami 
keanekaragaman. ”Tanpa pesantren yang mau memahami heterogenitas mungkin 
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini tidak akan pernah lahir,” 
katanya. (nam)


[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke