Kawan-kawan, yang baik.

Sekadar untuk menambahi diskusi kita tentang Obama...
Semoga bermanfaat.

Salam saya,
Riadi Ngasiran

---------------


Harian Duta Masyarakat 
      edisi Ahad, 09 November 2008 
      http://www.dutamasyarakat.com/1/02dm.php?mdl=dtlartikel&id=5433
      -------

     
      KEMENANGAN HISTORIS, KEMENANGAN INSPIRATIF 
     
      Oleh: Riadi Ngasiran

      "Amerika, sudah banyak yang kita raih, sudah banyak yang kita alami, tapi 
masih banyak juga yang harus kita lakukan. Malam ini, mari kita bertanya pada 
diri sendiri, kalau anak-anak kita, anak-anak saya, harus hidup di abad 
mendatang, perubahan apa yang mereka lihat, kemajuan apa yang kita raih. Inilah 
kesempatan kita menjawab semua itu.".
      Barack Obama, pidato kemenangan 05/11/08. 

      Hari-hari ini kita menyaksikan sebuah kemenangan. Kemenangan atas 
kompetisi kursi kekuasaan yang dielu-elukan seluruh planet bumi. Peristiwa 
pemilihan umum di Amerika Serikat menjadi bagian dari sebuah torehan pada 
catatan sejarah. Sejarah yang ditorehkan seorang dari ras kulit hitam pertama 
sebagai presiden. Ras yang tadinya menjadi budak, kini akhirnya mendapat 
kesempatan memimpin. Kita menyaksikan sebuah babak dari drama seorang manusia 
yang melahirkan sejarah. Mungkin ia pun dilahirkan sejarah.

      Penampilannya tenang. Ia pun tampak berwibawa. Ketika di panggung 
kampanye, ia melontarkan masalah dengan memprioritaskan isu-isu ekonomi serta 
ambruknya sektor finansial yang mengancam kelas menengah Amerika. Tapi, justru 
dengan konsentrasi pada masalah itu, makin membuatnya diterima sebagai presiden 
oleh banyak orang.

      Setiap perubahan niscaya terbebani dengan harapan-harapan. Barangkali 
kita juga meletakkan beban itu: ihwal kemenangan Barack Obama memberi harapan 
baru bagi dunia, termasuk Indonesia. Sebuah bukti, kaum muda dan golongan 
minoritas mampu menjadi pemimpin bangsa asalkan bisa membangkitkan harapan 
rakyat.

      Lelaki kelahiran Honolulu, Hawaii, pada 4 Agustus 1961, ini buah cinta 
pasangan Stanley Ann Dunham dari Kansas dan Barack Hussein Obama Sr, seorang 
pria asal Kenya. Ann, putri pasangan Madelyn Lee Payne dan Stanley Dunham, 
bertemu dengan Barack Hussein di kelas Rusia di University of Hawaii. Tetapi 
pernikahan mereka tidak bertahan lama. Ann kemudian menikahi seorang pria 
Indonesia, Lolo Soetoro, seorang mahasiswa universitas lain yang dikenalnya 
pula di Hawaii. 

      Obama lalu pindah ke Indonesia bersama ibu dan ayah tirinya pada usia 
enam tahun. Tetapi pada 1971, Ann mengirim Obama pulang kembali ke Hawaii untuk 
tinggal bersama kakek neneknya, Madelyn dan Stanley. Obama cilik tinggal 
bersama pasangan Dunham hingga lulus dari SMA pada 1979. Ibu Obama meninggal 
pada 1995 akibat kanker ovarium. Ayah kandungnya asal Kenya menyusul kemudian. 

      Obama memiliki enam saudara tiri laki-laki dan satu saudara tiri 
perempuan dari Kenya. Ia juga memiliki satu saudara tiri perempuan dari 
Indonesia, yaitu Maya Obama mendapat pengaruh besar dari Madelyn, sang nenek, 
yang mendidiknya semasa kecil. Pengaruh itu diutarakan langsung oleh Maya 
Soetoro ketika berpidato di Konvensi Demokrat. ?Dari nenek kami, ia mewarisi 
pragmatisme, berkepala dingin saat menghadapi masalah, dan mampu tetap berdiri 
fokus di tengah persoalan?. 

      Madelyn yang kelahiran Kansas serta suaminya, Stanley, membesarkan cucu 
laki-laki mereka itu selama beberapa tahun. Obama dapat bersekolah di Honolulu, 
sementara ibunya, Ann Dunham, dan suami keduanya bermukim di luar negeri. 
Pengaruh substansial Madelyn terhadap watak peri-laku dan cara Obama memandang 
dunia diakui langsung oleh Obama. ?Ia satu-satunya yang mengajarkan kerja keras 
kepada saya,? tegas Obama. ?Ia satu-satunya yang menolak membeli mobil baru 
atau baju baru untuk dirinya sendiri sehingga saya punya kehidupan yang lebih 
baik. Ia memberikan segala yang dimilikinya kepada saya,? lanjutnya.

      Obama adalah inspirator bagi para pemimpin muda untuk tampil lebih cepat 
merebut kepemimpinan nasional dari genggaman para orang tua. Ia adalah cermin 
betapa keyakinan, ketulusan, pemahaman persoalan, visi perubahan mampu 
membangun simpati serta menembus semua keraguan akan pentingnya pengalaman 
menjadi jargon orang tua.

      Obama adalah bukti betapa publik di negerinya menerima dan percaya pada 
tawaran tentang masa depan. Tawaran yang lahir dari sosok yang tak hanya 
mengandalkan rekam jejak sebagai modal semata. Insipirasi itu memang bukan 
semata-mata karena sosok anak Menteng, Jakarta ini. Yang menentukan adalah 
pemilih yang mempercayai janji masa depan. Mendadak kita sadar orang yang 
menawarkan masa depan bisa menang. Selama ini bukankah track record yang 
dipegang. Pesan perubahan masa depan itu membuka mata kita.

      Sejak terkepungnya Indonesia dari penguasa tiran, kita selalu berharap 
adanya regenerasi kepemimpinan bisa cepat terjadi. Betapa pun rejuvenasi 
kepemimpinan memang membutuhkan penataan yang tepat. Sosok muda harus 
menyiapkan diri, lebih serius menata diri. Pemimpin muda tak hanya butuh 
dukungan artifisial berkat iklan, tapi sejauh mana mempunyai kekuatan gagasan.

      Sebuah kemenangan memberi efek psikologis, membangkitkan semangat calon 
pemimpin yang lebih muda. Namun, kita pun berharapan dengan banyak perdebatan 
mengenai pemimpin muda, mengingat kondisi politik Indonesia berbeda dengan AS. 

      Untuk sementara, memang tidak akan ada perubahan nyata, karena politik 
Indonesia masih dikuasai orang tua dan figur baru dihalau. Ke depan, kaum muda 
yang kompeten memberi warna dalam politik Indonesia ?cepat atau 
lambat?kewajiban sejarah akan menjadi bagian yang harus ditunaikan. 

      Akankan kemenangan Obama dapat turut mengubah pandangan negatif yang 
selama ini ditujukan kepada Indonesia?. Barangkali. Tapi, mungkin juga 
kemenangan itu dapat membawa perubahan positif bagi proses demokrasi di 
Indonesia. Selama ini, pandangan AS dengan pemimpin baru terhadap Islam dan 
terorisme di Indonesia semoga saja berubah. Obama yang pernah tinggal di 
Indonesia pasti lebih memahami umat Islam di sini ketimbang Presiden AS 
lainnya. Obama pernah hidup dan tinggal di Indonesia. Ayahnya, meskipun hanya 
ayah tiri, beragama Islam, sehingga pasti Obama sudah banyak mendengar cerita 
dari ibunya tentang ayahnya dan tentang apa itu Islam.

      Kemenangan Obama akan membuka ruang dialog multipolar terhadap kehidupan 
masyarakat internasional, termasuk Indonesia. Dengan kemenangan itu, ada sikap 
multipolar, membuka ruang dialog, kompromi, dan kebijakannya akan lebih 
manusiawi. Indonesia pun akan menerima dampak itu.

      Ya, kita menyaksikan betapa kemenangan Obama menjadi berita 
menggembirakan. Sebuah tonggak sejarah baru. 
      Berita kemenangan itu begitu menggebu-gebu. Hari-hari ini, kita 
menyaksikan dunia yang terpuruk karena resesi ekonomi global. Hari-hari, di 
luar itu, kita menyaksikan kemenangan historis, kemenangan inspiratif. []
     





  ----- Original Message ----- 
  From: Rosa Prabowo 
  To: [email protected] 
  Sent: Monday, November 10, 2008 7:31 AM
  Subject: Re: [kmnu2000] Kekalahan yang elegan, kemenangan yang santun [Mc 
Cain vs Obama]


  Halo Fath,

  Kayaknya kita berbakat ya soal komputer....gagap :) ( padahal perasaan kita 
ya udah sekolah di luar negeri lo...ndesoo banget ).

  Soal koment mu, wah, jangan- jangan fath udah termakan "black campaign" kubu 
McCain ya....pokoknya dicari semua kelemahan obama, yang bisa dikaitkan dengan 
Islam. Menurut saya sih, Obama sudah non muslim sejak kecil, tertama ketika ibu 
Obama mengirimnya balik ke Hawai pada usia 10 th. Sejak itu ia dibesarkan 
eyangnya yang berdarah scot dan irish dalam tradisi kekristenan.

  Saya, secara pribadi senang dengan terpilihnya Obama, senang dan sampai 
ikutan trenyuh, karena impian Martin Luther 40 tahun yang lalu telah menjadi 
kenyataan. Tetapi, saya tetap harus bersikap rasional dan berusaha tidak 
tejebak dengan fanatik "buta" terhadap Obama, supaya fikiran saya tetap 
balance, serta memilki critical thinking terhadap semua kebijakan Amerika, 
dibawah Obama, nantinya.
   

   Salam sayang,

  Rosa

  http://safiramachrusah.blogspot.com

  --- On Fri, 7/11/08, Fathonah K. Daud <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  From: Fathonah K. Daud <[EMAIL PROTECTED]>
  Subject: Re: [kmnu2000] Kekalahan yang elegan, kemenangan yang santun [Mc 
Cain vs Obama]
  To: [email protected]
  Received: Friday, 7 November, 2008, 9:09 PM

  Aduh semangatnya. ..Ning!

  Kasih komen dikit ah...

  Bagi saya, yang terpenting adalah kemenangan Obama itu mempunyai makna 
tersendiri. Ketika itu saya melihat siaran langsung dari al-Jazeerah. Obama 
bilang kepada supportersnya bahwa this victory belongs to you. Saya ikutan 
bangga. Ya...seneng aja, setidaknya kemenangannya juga milik seluruh dunia 
Islam. Ini berarti membawa Amerika (jug dunia secara umum) betul2 ke arah 
perubahan, seperti yang dikatakan di awal pidatonya:"tonight change has come to 
Amerika".

  Meskipun Obama kini beragama Kristen Protestan (ada yang mengatakan pindah 
agama ini sejak menikah dengan Michelle). Tapi, Bagaimanapun Obama adalah 
berketurunan Muslim Kenya dan Obama kecil pernah pengaji dan mempelajari agama 
Islam, selayaknya anak2 Islam lainnya ketika di Indonesia. Bahkan 13% rakyat 
Amerika ketika ini masih mempercayai bahwa Obama adalah beragama Islam (sumber: 
NBC News).

  Saya juga berharap, dengan kemenangan Obama ini secepatnya dapat membawa 
angin segar bagi negara2 yang masih dilanda kemelut kemanusiaan akibat dari 
peperangan yang pernah dilancarkan Amerika ke atasnya. Seperti Afghnisran dan 
Iraq. ketika itu Obama juga bilang: "promises to redeploy troops from Iraq to 
Afghanistan" . He intends to take immidiate action on Iraq.

  Selain itu, selain rakyat Amerika tentu banyak masyarakat dunia juga yang 
menaruh harapan2 tinggi kepada kemenangan Obama ini. Sbab itulah, sejak 
beberapa bulan lalu demam Obama ada di mana2. Malah ada beberapa negara yang 
ikut merayakan kemenangannya itu. Di Kenya, hari Kamis (kalau gak salah) 
dijadikan publik holiday. Trus di Jepang juga merayakannya, karena ketepatan di 
jepang ada tempat yang namanya "Obama" (ada2 aja...).

  Sayangnya antara tim transisi yang (kabarnya) udah terbentuk mayoritas masih 
banyak muka-muka lama. hiks..hiks adakah ini akan membawa perubahan, 
sebagaimana yang dijanjikan?

  Peace kacang pis

  Fath

  --- Pada Jum, 7/11/08, Rosa Prabowo <rosa_prabowo@ yahoo.com. au> menulis:

  > Daripada: Rosa Prabowo <rosa_prabowo@ yahoo.com. au>

  > Subjek: [kmnu2000] Kekalahan yang elegan, kemenangan yang santun [Mc Cain 
vs Obama]

  > Kepada: "kmnu 2000" <[EMAIL PROTECTED] s.com>

  > Tarikh: Jumaat, 7 November, 2008, 9:22 AM

  > Membaca artikel di Kompas [terlampir di bagian bawah

  > posting di blog]

  > pagi ini saya terhenyak. Kemaren lusa, sewaktu mendengar

  > pidato Mc Cain

  > memang saya merasa, bahwa Mc Cain telah memberikan pidato

  > yang sangat

  > baik. Akan tetapi karena barangkali semua orang, termasuk

  > saya, lebih

  > menunggu-nunggu pidato kemenangan Obama, maka perhatian

  > awal saya pada

  > pidato Mc Cain jadi menyurut. Namun pagi ini, pidato itu

  > kembali

  > menyeruak dan menyadarkan saya tentang sebuah "etika

  > berpolitik" yang

  > indah, yang patut kita rujuk dalam mengelola demokrasi di

  > negeri kita

  > tercinta.

  > 

  > 

  > 

  > 

  > 

  > Sengaja saya mulai dengan kekalahan yang elegan, karena

  > tradisi ini

  > memang saya rasa kurang berjalan di negeri kita. Banyak

  > kasus dapat

  > kita baca dan mungkin juga kita alami, pemilihan kepala

  > daerah berakhir

  > dengan kemelut. Bahkan berlanjut dengan adu fisik dan

  > berbagai bentuk

  > kekerasan yang lain. Demokrasi bukanlah hanya sekedar

  > metode untuk

  > memperoleh kekuasaan, tapi ia juga sebuah

  > "etika". Dan "etika" inilah

  > yang perlu kita perjuangkan untuk menjadi tradisi bersama

  > dengan proses

  > pemilihan umum.

  > 

  > 

  > 

  > 

  > 

  > Meskipun etika berdemokrasi dengan mengakui kekalahan

  > barangkali

  > pernah kita lihat sebelumnya, namun acara pemilihan

  > Presiden Amerika

  > kemaren saya kira adalah yang paling diikuti di jaringan

  > media dunia.

  > Sehingga, hampir sebagian besar masyarakat dunia dapat

  > mengikuti,

  > termasuk mengikuti pidato kekalahan elegan dari Mc Cain.

  > Kemaren lusa,

  > sebelum peghitungan cepat usai dilakukan di seluruh wilayah

  > Amerika

  > Serikat, namun sudah dapat dipastikan bahwa penghitungan

  > cepat di

  > beberapa daerah lain memenangkan kubu Obama, Mc Cain

  > langsung menyampaikan pidato kekalahan. Secara jentelmen ia

  > mengakui

  > kekalahannya. Ia mengatakan bahwa kekalahan itu karena

  > kesalahannya.

  > Karena pendukungnya sudah bekerja keras untuk memenangkan

  > pencalonannya. Meski Mc Cain pun sebenarnya, dalam usianya

  > yang sudah

  > 72 tahun itu, masih berjuang dengan gigih di detik-detik

  > terakhir

  > dengan melakukan perjalanan maraton 3.000 km untuk

  > kampanye. Selain

  > mengakui kekalahannya, Mc Cain juga memuji dan menghormati

  > keunggulan

  > lawan... meski terdengar suara "huuu...." publik

  > yang tidak senang.

  > Tapi Mc Cain dengan bahasa tubuh dan lisan tetap

  > menyampaikan

  > penghormatannya untuk Obama. Mc Cain, seorang veteran

  > perang Vietnam

  > benar-benar menunjukkan sikap ksatria dan menunjukkan

  > kebesaran hati.

  > Ia benar-benar menunjukkan sebuah etika yang indah, sebuah

  > kekalahan

  > yang elegan.

  > 

  > 

  > 

  > 

  > 

  > Di sisi lain, pidato Obama juga memang memukau, semua orang

  > mengakui. Dengan santun ia juga memuji Mc

  > Cain dan Sarah Palin sesaat setelah kemengan mutlak

  > diraihnya. Mereka

  > adalah orang-orang terhormat yang telah berjuang dengan

  > gigih. Namun

  > Amerika menginginkan perubahan dengan dirinya. Satu hal

  > lain yang saya

  > catat, kesantunan itu secara eksplisit disampaikan juga

  > oleh Obama

  > dengan mengajak Mc Cain bekerjasama. Dengan undangan

  > seperti ini,

  > sebuah kemenangan menjadi kemenangan bersama, bukan

  > kemenangan

  > kelompok. Dan saya sedikit banyak yakin bahwa nantinya

  > pemerintahan

  > Obama akan cenderung bipartisan. Tidak dipimpin oleh

  > orang-orang Partai

  > Demokrat saja [Sebagian analis menduga bahwa kemungkinan Mc

  > Cain/Hagel

  > akan menjabat di pucuk pimpinan Pentagon. Saya kira hal-hal

  > yang

  > berkaitan dengan Homeland Security juga jadi tempat yang

  > pantas untuk

  > Partai Republik]. 

  > 

  > 

  > 

  > 

  > 

  > Dengan dua pidato seperti itu, kekalahan jadi elegan dan

  > kemenangan jadi santun. Dan melihat politik menjadi power

  > game yang indah. 

  > 

  > 

  > 

  > Pertanyaan saya, atau juga harapan saya, adakah hal yang

  > sama akan tercipta di Indonesia? .....

  > 

  > 

  > http://safiramachru sah.blogspot. com/2008/ 11/kekalahan- yang-elegan- 
kemenangan- yang.html

  > 

  > 

  > 

  > 

  > 

  > 

  > 

  > 

  > 

  > Salam,

  > 

  > 

  > Safira [Rosa] Machrusah

  > 

  > 

  > 

  > 

  > 

  > Find your perfect match today at the new Yahoo!7

  > Dating. Get Started

  > http://au.dating. yahoo.com/ ?cid=53151& pid=1012

  > 

  > [Non-text portions of this message have been removed]

  > 

  > 

  > ------------ --------- --------- ------

  > 

  > ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _

  > http://www.numesir. org untuk informasi tentang Cabang

  > Istimewa NU Mesir dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo

  > dan Timur Tengah.

  > ~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~

  > Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena

  > suatu hal Anda harus meninggalkan forum ini silakan kirim

  > email ke: 

  > kmnu2000-unsubscrib [EMAIL PROTECTED] com 

  > Yahoo! Groups Links

  > 

  > 

  > 

  Yahoo! Toolbar kini dikuasa dengan Search Assist.Muat turunnya sekarang.

  http://malaysia. toolbar.yahoo. com/











  Find your perfect match today at the new Yahoo!7 Dating. Get Started 
http://au.dating.yahoo.com/?cid=53151&pid=1012

  [Non-text portions of this message have been removed]



   

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke