hebat juga si jon kita ini membela PKB, dg dalih tdk pakai azas islam jadi 
kalau kalah bukan islamnya yg kalah tapi PKB , apa juga termasuk kalau korupsi 
juga bnukan islam hnya tapi ha ha ha ha wah wah kok ndakik buanget, he he 
sdr2ku sadar ada sedang diperaalat oleh sekelompok elit utk kepentinmgan 
kejayaan dan kekayaan mereka , sementara anda hanya jadi sapiu yg diambil 
susunya , elitnya minum susu sapinya tetap rumput ha ha ha ha , kenapa gak 
bebas aja , biar banyak yg minum susu bukan hanya elit tertentu atau kalau 
perlu kita jadikan mereka sapi kita yg minum susu , walakin hal hadza mumkin ?




________________________________
From: kader cikarang <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Saturday, December 6, 2008 9:49:57 AM
Subject: [kmnu2000] Fwd: Warga NU Wajib dan Fardlu 'Ain Pilih PKB

Bagaimana ini?


---------- Forwarded message ----------
From: aji_syach <aji_sy...@.....>
Date: Dec 6, 2008 2:54 AM
Subject: Warga NU Wajib dan Fardlu 'Ain Pilih PKB


BELUM TERLAMBAT SEBELUM KIAMAT

" Warga NU Harus Pilih PKB "

Jika warga NU semuanya sadar untuk bersatu kembali ke rumahnya yang
telah dibangun dengan susah payah, niscaya rumah tersebut menjadi
rumah yang terbesar diantara rumah-rumah yang lain

Tetapi sangat disayangkan, sampai sekarang ini warga NU masih banyak
berceceran tinggal di rumah-rumah orang lain. Jika warga NU tidak
segera merapatkan barisan kembali ke rumahnya, maka sampai kapanpun NU
selalu menjadi ma'mum.

Maka dengan kondisi seperti inilah saya terdorong untuk menyampaikan
kepada warga NU khususnya dan ummat islam umumnya, sekelumit pemikiran
dalam bentuk tulisan sesuai dengan keterbatasan saya untuk menjelaskan
kewajiban sebagai warga NU dan warga-warga lainnya harus bagaimana dan
harus kemana dalam menyalurkan aspirasi politik mereka.

Tulisan ini pernah saya sebarkan kepada kawan-kawan saya sesudah
Pemilu 2004. Mereka memberi tanggapan positif tetapi disertai dengan
penyesalan-penyesalan dalam bentuk pernyataan : "Saya menyayangkan
sekali dengan tulisan ini, kenapa terlambat? Padahal kalau saja
tulisan ini disebarkan sebelum Pemilu, maka sangat tepat."

Maka semenjak itulah tulisan ini saya beri judul "BELUM TERLAMBAT
SEBELUM KIAMAT". Artinya masih banyak Pemilu-Pemilu yang akan datang.

Ø PARTAI POLITIK DAPAT DIJADIKAN JEMBATAN UNTUK MENEGAKKAN SYIAR ISLAM

Mengapa warga NU tidak kompak untuk mendukung PKB ?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, ada beberapa pendapat dari
sebagian warga NU :

1. Kekompakan warga NU untuk mendukung PKB itu tidak penting, yang
sangat penting adalah bagaimana caranya untuk mendapatkan uang,
jabatan dan sebangsanya. Sehingga jika mereka di PKB akan mudah lompat
pindah ke partai politik lain apabila tercopot dari jabatannya di PKB
atau tidak terpilih dalam pencalonan kepengurusan di PKB.
2. Partai politik itu ursan dunia bukan urusan agama. Oleh karena itu
agama jangan dicampur adukkan dengan partai politik dan agama jangan
sekali-kali dijadikan modal untuk kepentingan partai politik.
3. Karena PKB tidak berasaskan Islam maka tidak perlu dipilih, yang
perlu dipilih adalah partai politik yang berasaskan Islam.
4. Ragu akan PKB. Benarkah PKB itu masih diakui sebagai partai politik
yang dilahirkan oleh PBNU?? Karena PKB muncul ketika Gus Dur menjabat
sebagai Ketua Umum PBNU, sedangkan sekarang sudah diganti oleh orang
lain (pengurus baru)
5. anggapan bahwa berpartai politik itu bebas, tidak harus mendukung
satu partai politik tertentu. Karena kita adalah Negara demokrasi,
lagi pula surga itu tidak diperuntukkan hanya khusus untuk warga
partai politik tertentu. Surga itu adalah tempat orang-orang yang
taqwa, oleh karena itu silahkan pilih partai politik apa saja yang
penting taqwa. Apalagi setelah NU khitthah, warga NU sangat-sangat
bebas dalam berpolitik.

Untuk menanggapi pendapat-pendapat tersebut, penulis dengan kerendahan
hati menjawab:

1. Mari kita do'akan semoga mereka mendapat hidayah Allah SWT,
sehingga mereka sadar dan mau merubah tujuannya yang semula hanya
karena uang dan jabatan, menjadi tujuan yang tulus dan ikhlas semata-
mata untuk berjuang menegakkan syi'ar agama Islam dengan melalui
partai politik yaitu PKB. Karena hanya PKB-lah satu-satunya partai
yang dilahirkan oleh NU untuk meraih kemenangan dalam Pemilu. Sehingga
PKB dapat mewarnai system pemerintahan kita dengan lebih baik. Amiin.

2. Memang berpartai politik itu urusan dunia, tetapi kalau tujuannya
baik kenapa tidak jadi urusan akhirat? Simaklah sabda Nabi Muhammad
SAW :

"Berapa banyak perbuatan yang betuknya perbuatan dunia dengan niat
yang baik menjadi perbuatan akhirat. Dan berapa banyak perbuatan yang
bentuknya perbuatan akhirat kemudian menjadi perbuatan dunia sebab
niat yang jelek"

Oleh karena itu, luruskan niat kita dengan niat yang baik sehingga
setiap langkag dan gerakan kita dicatat sebagai amal shalih tidak sia-
sia. Bahkan kemenangan agama dengan perjuangan melalui jalur partai
politik akan besar manfaatnya dibandingkan kemenangan agama dengan
melalui jalur lain, tetapi perlu diingat bahwa bahayanya akan jauh
lebih besar jika kalah.

Sejarah telah mengingatkan kepada kita dua Negara besar yaitu Rusia
dan Spanyol. Islam pada waktu itu sangat maju dan pesat luar biasa
sehingga bermunculan ulama-ulama besar disana seperti Imam Bukhari,
Imam Muslim dan imam-imam lainnya dari Rusia. Sedangkan dari Spanyol
yang dulu dikenal dengan nama Andalusia lahir Imam Ibnu Malik
pengarang kitab Al-Fiyah dan ulama-ulama besar lainnya.

Tetapi karena ummat Islam disana lengah dalam politiknya sehingga
system pemerintahannya dapat direbut dan dikuasai oleh oaring-orang
kafir, maka dalam kurun waktu relative singkat, ummat Islam dikikis
habis dengan mudah. Semenjak itulah Rusia menjadi Negara komunis (Anti
Tuhan/Atheis) dan Spanyol menjadi Negara Kristen sampai sekarang.
Apakah anda rela Negara kita tercinta ini akan dijadikan korban
seperti dua negara tersebut????

Jika warga NU khususnya tidak segera merapatkan barisan, tetap; pada
pendiriannya masing-masing dan tetap menjadikan uang dan jabatan
sebagai tujuan utamanya, maka berarti rela untuk kehancuran Islam di
Indonesia dan rela membiarkan generasi muda sebagai penerus bangsa
menjadi korban narkoba yang merajalela yang sampai saat ini pemerintah
belum mampu bertindak dengan tegas dan tuntas.

Jadi, kalau masih terdengar ada kata-kata bahwa partai politik jangan
dicapur adukkan dengan agama, lebih-lebih agama jangan dijadikan modal
untuk kepentingan partai politik, perkataan seperti itu jelas keluar
dari mulut orang-orang yang sengaja mau menghancurkan Islam. Karena
partai politik yang sehat pasti diatur oleh agama, sehingga agama
benar-benar menjadi dasar utama bagi partai politik tersebut.
Sebaliknya partai politik, pejabat, pemuda, golongan dan Negara
manapun jika lepas dari agama pasti akan terjadi hokum rimba, hokum
sewenang-wenang, siapa yang paling kuat pasti akan menindas kepada
yang lemah dan seterusnya.

3. PBNU sengaja mendirikan PKB dengan asas Pancasila bukan dengan asas
Islam, karena namanya partai politik itu akan di adu dengan partai
politik lain sedangkan apa saja jika di adu pasti ada yang menang ada
yang kalah. Sehingga apabila PKB kalah, maka yang kalah hanya PKB-nya
saja, Islamnya tidak ikut kalah karena Islam tidak jadi asas PKB.
Tetapi jika Islam dijadikan asas PKB, PKB-nya kalah maka Islamnyapun
ikut kalah. Adapun seumpama PKB menang, bagi PBNU tidak sulit untuk
mengganti asas PKB dengan asas Islam (jika dianggap perlu)

4. Seluruh peraturan dan perundang-undangan yang sudah dibakukan dan
mempunyai jaminan hukum sampai kapanpun akan tetap berlaku sekalipun
kepengurusannya sudah digantikan oleh pengurus baru, terkecuali
apabila terjadi kesepakatan dari organisasi NU melalui muktamar bahwa
keputusan tersebut diamandemenkan. Selama PKB belum diamandemenkan,
selama itu pula PKB menjadi partai politik yang sah. Adapun partai-
partai Islam lainnya yang muncul dari warga NU, tidak disebut partai
politik NU karena bukan dilahirkan dari organisasi NU,akan tetapi
muncul dari pribadi-pribadi orang NU yang sengaja memperlebar pintu
perpecahan dikalangan warga NU.

5. Warga NU yang masih beranggapan bahwa warga NU bebas dalam
berpartai politik dengan alasan kita hidup di negara demokrasi atau
beralasan bahwa surga itu bukan milik sebuah partai akan tetapi surga
adalah tempat orang-orang yang taqwa.

Memang taqwa itu penting dan sangat penting, tetapi kekompakkan dan
kebersatuan dalam mengikuti satu partai politik khususnya PKB sebagai
wadah seluruh warga NU dalam menyampaikan aspirasinya untuk merebut
kemenangan demi membela syi'ar aga Islam itu juga tidak kalah
pentingnya. Karena kokoh dan majunya agama harus dengan kemenangan,
dan kemenangan tidak akan tercapai tanpa dengan kekompakkan dan
kebersatuan.

Jika masih ada warga NU yang tetap ngengkel dank eras kepala dalam
pendiriannya bahwa berpartai politik itu bebas, maka sampai qiamat pun
NU menjadi ma'mum. Danketahuilah bahwa orang-orang yang mempunyai
pemahaman-pemahaman seperti itu adalah orang-orang yang telah dicekoki
dengan sisa-sisa ajaran colonial Belanda (Van der Flash) agar ummat
Islam jangan ikut campur dalam pemerintahan dan jangan menghimpun
kekuatan dengan kekompakkan dan kebersatuan dalam satu partai politik.
Van der Flash dan antek-anteknya menghendaki ummat Islam cukup diatur,
ditindas dan bila perlu dibunuh.

Siapakah antek-antek dan anak cucu Van der Flash?? Orang-orang yang
sudah dicekoki dengan ajarannya sebagaimana tersebut diatas dan merasa
senang dengan banyak perpecahan dikalangan ummat Islam. Mereka sangat
takut jika melihat ummat Islam/warga NU bersatu, mereka berusaha
sekuat tenaga menggunakan segala macam cara melalui terobosan-
terobosan keluar dan kedalam yang intinya ummat Islam/warga NU
berantakan. Habis uang berapa milyarpun tidak masalah, kecil bagi
mereka. Jika ummat Islam/warga NU tidak segera bangkit merapatkan
barisannya, maka siap-siaplah, untuk selamanya menjadi maf'ul dan
jangan berharap menjadi fa'il.

Pengertian demokrasi bagi bangsa dan negara bukan berarti bebas dalam
melaksanakan segala aktifitas kehidupan, berbangsa, beragama dan
bernegara tanpa batasan-batasan. Kebebasan itu selama tidak melanggar
undang-undang, baik undang-undang negara atau Al-Qur'an dan Al-Hadist.

Maka sangat-sangat keliru dan jelas-jelas salah jika orang mengartikan
demokrasi itu dengan kebebasan yang sebebas-bebasnya, ada peraturan
tidak ada peraturan, ada larangan tidak ada larangan tetap bebas
karena kita mempunyai hak asasi. Pemikiran-pemikiran semacam ini sama
dengan pemikiran-pemikiran Van der Flash. Yang demikian itu jelas
tidak dikehendaki oleh pemerintah kita dan jelas bertentangan dengan
ajaran agama.

Perhatian sabda Nabi SAW berikut ini :

"Apa-apa yang Aku larang kepadamu, maka jauhilah. Dan apa-apa yang Aku
perintahkan kepadamu, maka kerjakanlah sekemampuan kamu"

(HR. Bukhori Muslim)

Fahamilah firman Allah SWT, dibawah ini :

"Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya,
dan para pemimpin dari golongan kamu" (QS. An-Nisa : 59)

Tersebut dalam tafsir Al-Bahrul Muhith jilid 3 halaman 290 dan tafsir
Al-Khoozin jilid 1 halaman 550-551, bahwa kalimat "Para Pemimpin"
dalam firman Allah SWT tersebut diatas mencakup beberapa penafsiran,
antara lain :

a. Ahli Fiqh dan Ulama ; menurut Ibu Abbas dan Jabir

b. Pemerintah dan Penguasa ; menurut Abu Hurairah

c. Raja ; menurut Ali bin Abi Thalib

d. Pimpinan Perang ; menurut Ibnu Abbas dalam riwayat lain

e. Abu Bakar dan Umar ; dimasa hidupnya

f. Sahabat Muhajirin Anshor dan pengikutnya ; menurut Atha

g. Pimpinan Organisasi Islam untuk membawa pengikutnya dalam
kebaikan ; menurut Azzajjad

h. Suami bagi Isterinya ; menurut pendapat Ulama

i. Tuan bagi sahayanya

j. Kedua Orang tua bagi anaknya

k. Orang yang mendapat wasiat untuk mengurus anak yatim

Dengan beberapa penafsiran diatas, maka dapat kita ambil kesimpulan
bahwa bagi bangsa yang bernegara wajib taat kepada pimpinan negaranya
b), dan bagi warga yang berorganisasi wajib taat kepada pemimpinnya
g).

Dan yang dimaksud wajib taat kepada "Ulil amri dari golongan kamu"
adalah tergantung dari golongan (organisasi) manakah mereka itu.

Jika mereka merasa menjadi :

· WARGA NU, maka wajib taat kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama
(PBNU). Sedangkan PBNU sudah mendirikan PKB, berarti seluruh warga NU
WAJIB DAN FARDLU 'AIN untuk mendukung PKB. Kalau tidak berarti
KHIANAT.

· WARGA MUHAMMADIYAH, maka wajib dan taat kepada Pengurus Pusat
Muhammadiyah. Sedangkan Pengurus Pusat Muhammadiyah sudah mendirikan
PAN, berarti seluruh warga Muhammadiyah WAJIB dan FARDLU 'AIN untuk
mendukung PAN. Kalau tidak berarti KIHANAT.

· WARGA PERSIS, maka wajib taat kepada Pengurus Pusat Persis.
Sedangkat Pengurus Pusat Persis sudah mendirikan PBB, berarti seluruh
warga Persis WAJIB dan FARDLU 'AIN untuk mendukung PBB. Kalau tidak
berarti KHIANAT.

QS. An-Nisa ayat 59 tersebut berlaku untuk umum tidak pandang bulu,
berlaku untuk kyai, ustadz,pejabat, tokoh masyarakat dan masyarakat
pada umumnya selagi mereka masih mengakui dirinya sebagai warga NU
atau warga Muhammadiyah atau Warga Persis, WAJIB dan FARDLU 'AIN
mendukung dan memilih partai politiknya masing-masing. Kalau tidak,
mereka berarti KHIANAT. Sekalipun mereka adalah pengurus dari
organisasi-organisasi tersebut (Jika tidak mendukung partainya berarti
khianat).

Apalagi warga NU yang dengan sengaja mendirikan partai Islam lain yang
ganya membingungkan ummat dan memperlebar pintu perpecahan dikalangan
warga NU, maka patutlah mereka disebut "gembongnya khianat". Demikian
juga bagi warga Muhammadiyah dan warga Persis yang seperti itu, maka
mereka pun sama (patu disebut "gembongnya khianat").

Dengan pengertian ayat tersebut itu berlaku untuk umum, siapa saja,
kapan saja, bahkan berandaikan bagaimanapun masuk dalam pengertian
ayat tersebut, maka :

a. Seandainya Hadratusy Syaikh Kyai Hasim Asy'ari sekarang hidup lagi
dan beliau masih tetap merasa bahwa dirinya NU,kemudian tidak dukung
PKB. Maka Kyai Hasim Asy'ari KHIANAT terhadap NU.

b. Seandaninya malaikat Jibril turun ke bumi dan diberinya sifat-sifat
manusia oleh Allah SWT sebagaimana malaikat Harut Marut dahulu, lalu
malaikat Jibril sowan ke PBNU (KH. Hasyim Muzadi). Beliau berkata
kepada Pak Kyai Hasyim : "Pak Kyai! Saya malaikat Jibril", seketika
itu Pak Kyai HAsim kaget dan bertanay kepadanya "Ada perlu apa
malaikat?". Malaikat Jibril menjawab "Saya perlu menyampiakan
pernyataan untuk menjadi warga NU". Pak Kyai Hasyim dengan sangat
bangga menerimanya. Eh… ternyata malaikat Jibril tidak dukung PKB,
maka malaikat Jibril berarti KHIANAT terhadap NU.

Perbedaan antara NU, Muhammadiyah dan Persis, yaitu ;

· NU adalah organisasi kebangkitan para kyai dan ulama untuk
melanjutkan perjuangan-perjuangan ulama-ulama terdahulu dan perjuangan
Wali Songo dengan mengikuti faham Ahlussunnah wal jama'ah dalam
pengamalan syari'at Islam dan menganggap bahwa pengamalan Tahlilan,
Marhaba dan Ziarah Qubur termasuk perbuatan yang sangat baik.

· MUHAMMADIYAH dan PERSIS menganggap ketiga amalan yang diamalkan oleh
NU adalah perbuatan sesat (bid'ah dlalalah) atau dengan kata lain
kurang suka terhadap ketiga amalan yang diamalkan oleh warga NU.

Ø PENGERTIAN KHITTAH

Banyak yang mengartikan khittah dengan pengertian bahwa warga NU bebas
dalam berpartai dan NU tidak kemana-mana tapi ada dimana-mana. Kata-
kata seperti itu sudah kesiangan.

Arti khittah yang sebenarnya yaitu : Keputusan muktamar tahun 1984 di
Situbondo Jawa Timur, bahwa NU keluar dari partai politik praktisd, NU
kembali sebagaimana NU 1926. setelah keluar dari partai politik dan
belum sempat mendirikan partai politik utuk warganya, maka dengan
sangat terpaksa warga NU berada dimana-mana, apakah ma uterus ngontrak
di rumah orang lain? Sedangkan sekarang sudah punya rumah sendiri.
Kalau NU membiarkan warganya kemana-mana, kenapa susah-susah membuat
rumah?.

Dahulu ketika partai NU digabung dengan partai-partai politik Islam
lainnya yaitu PPP (baca: partai gabungan), ulama NU mewajibkan kepada
seluruh warga NU untuk memilih PPP. Kenapa sekarang setelah punya
rumah sendiri, malahan lebih suka nebeng di rumah orang lain? Sungguh
aneh dan ajaib.

Semoga kita semua senantiasa mendapatkan taueiq dan hidayah dai Allah
SWT sehingga warga NU khususnya dan ummat Islam pada umumnya yang
masih ada diluar segera merapatkan barisannya untuk kembali ke
rumahnya masing-masing. Mudah-mudahan kita mampu dan kuat dalam
melaksanakan Pemilu dengan menyalurkan aspirasi kita yang murni, bukan
aspirasi yang terombang-ambing oleh pengeboman-pengeboman uang dari
oknum partai-partai tertentu dengan iming-iming lainnya untuk
kepentingan sesaat, sehingga jngan terjadi mana diantara ledakan-
ledakan bom yang paling dahsyat itulah yang menentukan aspirasi
mereka.

Demikianlah kondisi mayoritas bangsa Indonesia p[ada umumnya,mereka
belum mampu melaksanakan Pemilu dengan jernih.mereka sebatas mampu
menerima uang, sehingga uanglah yang menetukan arah mereka.

Semoga kita menajdi warga yang mampu unruk melaksanakan kewajiban dan
sanggup menentukan kesebuah partai politik pilihan dengan penuh
keyakinan bahwa partai politik inilah yang WAJIB dan FARDLU 'AIN
didukung oleh kita, sehingga dalam keaqdaan bagaimanapun kita tidak
akan bergeser setapakpun walau dari kanan kiri penuh dengan hembusan-
hembusan angina topan yang sangat kencang. Amiin.

Ø PENULIS

USHFURI ANHSOR

Khodim Al-Ma'had Al-Ishlah

Desa Jatireja Kec. Compreng Kabupaten Subang – Jawa Barat

Tempat Lahir : Subang

Tanggal Lahir : 4 Juli 1942

Pendidikan : ND Buntet Pesantren

PGA Buntet Pesantren (Pimpinan KH. Muhtadi Abbas)

Pesantren Lirboyo (Pimpinan Kyai. Mahrus Aly)

Pesantren di Blitar (Pimpinan KH. Ikhsan)

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~


[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[email protected] 
Yahoo! Groups Links




      

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[email protected] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke