Gus,
Santai ae namanya juga politik,
Karena warga NU calon pembeli yg potensial makanya banyak partai yg menawarkan 
dagagannya ke warga NU, urusan yg didagangkan busuk semua itu lain soal, yg 
penting promosi...8>]


-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of 
imam baehaqi
Sent: Tuesday, December 09, 2008 10:10 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [kmnu2000] Fwd: Warga NU Wajib dan Fardlu 'Ain Pilih PKB

saya kira yang nulis "Warga NU harus pilih PKB" kok gak tahu malu. ide besarnya 
sih saya setuju, dan dulu harapanku jg begitu. tp sekarang mestinya sebelum 
meminta warga NU milih PKB harus lihat "diri (PKB) sendiri" sudah seberapa 
besar PKB memberdayakan warga NU, yang ada selama masih memperdayai warga NU. 
elit-elit PKB banyak yang jadi OKB dan berprilaku layaknya politisi umumnya 
yang tidak bisa dipercaya. saya tidak bermaksud 'gebyah uyah' tetapi begitulah 
nyatanya. gak di pusat aja, di daerah pun kalau sudah jd elit pilitik setempat, 
muru'ahnya gak dijaga. gimana mau memperjuangkan warga NU yang memang rata-rata 
mustad'afin? saya katakan ini sebagai bentuk kekecewaan terhadap PKB, karena 
keluarga besarku adalah pendukung PKB. Imam Baehaqi, PP. Ma'hadul Ilmy 
As-syar'ie Sarang Rembang. No Hp. 08156800145




________________________________
From: kader cikarang <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Saturday, December 6, 2008 9:49:57 AM
Subject: [kmnu2000] Fwd: Warga NU Wajib dan Fardlu 'Ain Pilih PKB

Bagaimana ini?


---------- Forwarded message ----------
From: aji_syach <aji_sy...@.....>
Date: Dec 6, 2008 2:54 AM
Subject: Warga NU Wajib dan Fardlu 'Ain Pilih PKB


BELUM TERLAMBAT SEBELUM KIAMAT

" Warga NU Harus Pilih PKB "

Jika warga NU semuanya sadar untuk bersatu kembali ke rumahnya yang
telah dibangun dengan susah payah, niscaya rumah tersebut menjadi
rumah yang terbesar diantara rumah-rumah yang lain

Tetapi sangat disayangkan, sampai sekarang ini warga NU masih banyak
berceceran tinggal di rumah-rumah orang lain. Jika warga NU tidak
segera merapatkan barisan kembali ke rumahnya, maka sampai kapanpun NU
selalu menjadi ma'mum.

Maka dengan kondisi seperti inilah saya terdorong untuk menyampaikan
kepada warga NU khususnya dan ummat islam umumnya, sekelumit pemikiran
dalam bentuk tulisan sesuai dengan keterbatasan saya untuk menjelaskan
kewajiban sebagai warga NU dan warga-warga lainnya harus bagaimana dan
harus kemana dalam menyalurkan aspirasi politik mereka.

Tulisan ini pernah saya sebarkan kepada kawan-kawan saya sesudah
Pemilu 2004. Mereka memberi tanggapan positif tetapi disertai dengan
penyesalan-penyesalan dalam bentuk pernyataan : "Saya menyayangkan
sekali dengan tulisan ini, kenapa terlambat? Padahal kalau saja
tulisan ini disebarkan sebelum Pemilu, maka sangat tepat."

Maka semenjak itulah tulisan ini saya beri judul "BELUM TERLAMBAT
SEBELUM KIAMAT". Artinya masih banyak Pemilu-Pemilu yang akan datang.

Ø PARTAI POLITIK DAPAT DIJADIKAN JEMBATAN UNTUK MENEGAKKAN SYIAR ISLAM

Kirim email ke