Sembilan Pedoman Berpolitik Warga NU
14/01/2009
Sembilan butir Pedoman Berpolitik Warga NU yang dicetuskan dalam
Muktamar NU XVIII di Krapayak Yogyakarta tahun 1989:

1. Berpolitik bagi Nahdlatul Ulama mengandung arti keterlibatan warga
negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara secara menyeluruh
sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945;

2. Politik bagi Nahdlatul Ulama adalah politik yang berwawasan
kebangsaan dan menuju integritas bangsa dengan langkah-langkah yang
senantiasa menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan untuk mencapai
cita-cita bersama, yaitu terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur
lahir dan batin dan dilakukan sebagai amal ibadah menuju kebahagiaan
di dunia dan kehidupan di akhirat;

3. Politik bagi Nahdlatul Ulama adalah pengembangan nilai-nilai
kemerdekaan yang hakiki dan demokratis, mendidik kedewasaan bangsa
untuk menyadari hak, kewajiban, dan tanggung jawab untuk mencapai
kemaslahatan bersama;

4. Berpolitik bagi Nahdlatul Ulama haruslah dilakukan dengan moral,
etika, dan budaya yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa, ber-Kemanusiaan
yang adil dan beradab, menjunjung tinggi Persatuan Indonesia, ber-
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan dan ber-Keadilan sosial bagi seluruh
rakyat Indonesia;

5. Berpolitik bagi Nahdlatul Ulama haruslah dilakukan dengan
kejujuran nurani dan moral agama, konstitusional, adil, sesuai dengan
peraturan dan norma-norma yang disepakati serta dapat mengembangkan
mekanisme musyawarah dalam memecahkan masalah bersama;

6. Berpolitik bagi Nahdlatul Ulama dilakukan untuk memperkokoh
konsensus-konsensus nasional dan dilaksanakan sesuai dengan akhlaq al
karimah sebagai pengamalan ajaran Islam Ahlussunah Waljamaah;

7. Berpolitik bagi Nahdlatul Ulama, dengan dalih apa pun, tidak boleh
dilakukan dengan mengorbankan kepentingan bersama dan memecah belah
persatuan;

8. Perbedaan pandangan di antara aspirasi-aspirasi politik warga NU
harus tetap berjalan dalam suasana persaudaraan, tawadlu' dan saling
menghargai satu sama lain, sehingga di dalam berpolitik itu tetap
terjaga persatuan dan kesatuan di lingkungan Nahdlatul Ulama;

9. Berpolitik bagi Nahdlatul Ulama menuntut adanya komunikasi
kemasyarakatan timbal balik dalam pembangunan nasional untuk
menciptakan iklim yang memungkinkan perkembangan organisasi
kemasyarakatan yang lebih mandiri dan mampu melaksanakan fungsinya
sebagai sarana masyarakat untuk berserikat, menyatukan aspirasi serta
berpartisipasi dalam pembangunan

Kirim email ke