ANSOR SIAPKAN RELAWAN PERANG
Untuk Hadapi Israel dan Pemecah Umat 
Rabu, 14 Januari 2009 11:47 
Ciwaringin, NU Online
Sebagai organisasi kepemudaan berbasis keagamaan terbesar di 
Indonesia, Gerakan Pemuda (GP) Ansor menyatakan kesiapannya untuk 
berperang membantu wargaPalestina melawan tentara Yahudi Israel. 

Hal ini disampaikan Ketua PC GP Ansor Kabupaten Cirebon, Nuruzzaman 
MSi dalam pertemuan dengan sejumlah elemen pemuda warga Nahdlatul 
Ulama (NU) di Pontren Khatulistiwa, Kempek, Kecamatan Gempol, 
Kabupaten Cirebon, Rabu (14/1).

Sejauh ini, kata Nuruzzaman, pihaknya telah melakukan koordinasi 
dengan komandan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) untuk menyiapkan 
personelnya jika sewaktu-waktu ada instruksi dari PP GP Ansor yang 
diketuai Syaefullah Yusuf. 

Di antara persiapan yang dilakukan adalah dengan latihan fisik semi 
militer dan pengisian ilmu kekebalan. "Kami selalu berkoordinasi 
dengan pengurus GP Ansor baik wilayah maupun pusat. Untuk membantu 
warga Palestina yang nilai kemanusiaannya dicabik-cabik Israel, kami 
dalam posisi siaga menunggu perintah," tandas pria yang tinggal di 
lingkungan Pontren Babakan, Ciwaringin, Kabupaten Cirebon itu

Selain menyiapkan tenaga sukarelawan ke Palestina, personel-personel 
yang terlatih juga disiapkan untuk menghadapi gerakan Wahabi dan 
kroninya yang telah mencabik-cabik akar tradisi, budaya, dan ritual 
keagamaan kalangan nahdliyin. 

Kelompok itu, kata dia, juga mengancam kesatuan umat dan bangsa 
dengan membuat aksi-aksi brutal, menghasut, memfitnah, dan memancing 
konflik di kalangan umat Islam dan warga negara.

"Sebagai penganut ahlussunnah wal jamaah pengawal Pancasila dan 
penjaga persatuan bangsa, kami juga siaga menghadapi mereka yang 
selama ini meresahkan masyarakat dengan menghasut antarumat Islam," 
ujar Nuruzzaman.

Nuruzzaman menganalisa, jika kelompok-kelompok tersebut tidak 
dihentikan gerakannya, maka dipastikan akan memunculkan konflik 
horizontal. Karena itu, ujar dia, seharusnya pihak-pihak terkait 
seperti kepolisian, TNI, dan unsur ketahanan dan keamanan lainnya 
mewaspadai kelompok tersebut, bukannya melarang pengajian kalangan 
Islam yang selama ini bersifat moderat dan menjaga moralitas dan 
persatuan bangsa.

Dia juga mengimbau kepada kalangan muda nahdliyin untuk tetap 
menjalankan dakwahnya menyebarkan ajaran Islam yang santun dan damai, 
serta tetap melakukan pendampingan dan pembelaan bagi masyarakat yang 
menghadapi masalah sosial, ekonomi, dan problem kemanusiaan lainnya.

"Kami memang siaga menghadapi kelompok Wahabi dan kroninya yang telah 
mencitrakan Islam sebagai agama radikal, mau menang sendiri, dan 
tidak menghormati perbedaan sebagai sunatullah. Hal itu tidak baik 
bagi keteladanan masyarakat," ujar dia,

Seraya mengatakan, "Untuk mengubah citra positif, pihaknya mengimbau 
kalangan muda nahdliyin untuk lebih memikirkan dan turut memberikan 
solusi bagi masalah sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan 
lainnya daripada berkutat di wilayah konflik antarsesama," imbau 
lulusan Pascasarjana Fakultas Sosiologi Universitas Indonesia (UI) 
itu. (ksd)

Kirim email ke