Inalillahi wainailaihi rojiun. Telah berpulang, petang tadi (pkl. 14.50 WIB), 
13 JAnuari 2008, Dr. Ir. Hidayat Nataatmadja, di kediamannya di Bogor.
Beliau adalah cendekiawan besar, bukan hanya dilihat dari ruang lingkup 
kajiannya, melainkan juga dari karya-karya pemikiran yang telah dituliskannnya. 
Kepergiannya adalah sebuah kehilangan besar bagi dunia keilmuan kita dan dunia. 
Keluarga besar LANSKAP mengucapkan duka yang sedalam-dalamnya. Semoga ilmu dan 
amalnya bisa menerangi beliau di sisi-Nya. Amien.

Tarli Nugroho

=============================================

*HIDAYAT NATAATMADJA (15 September 1932-13 Januari 2009)***

*Prof. Sri-Edi Swasono & Prof. Meutia Hatta,* Guru Besar FE dan FIB UI
"Ikut berduka cita sedalam-dalamnya atas berpulangnya ke Rahmatullah
saudaraku Hidayat Nataatmadja, semoga Allah menerimanya. "

*Prof. Bustanul Arifin*, Guru Besar Ekonomi Pertanian Unila
"Inalillah, saya ikut berduka. Ekonomi Indonesia telah kehilangan seorang 
pejuangnya."

*Prof. Komarudin Hidayat, *Rektor UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta
"Yakin dan berdoa, almarhum telah mudik duluan ke kampung Ilahi yang jauh lebih 
indah, damai, dan membahagiakan. Saya yakin banyak warisan amal jariyah berupa 
ilmu dan amalnya."

*Prof. Mahmud Thoha, *Kepala Pusat Penelitian Ekonomi LIPI
"Semoga beliau dimasukan ke dalam Jannatun Na'im. Amien."

*Dr. Daniel Dhakidae, *cendekiawan, mantan Kepala Litbang Kompas
"Semoga dia beristirahat dalam damai."

*Gunawan Wiradi, *cendekiawan, ahli agraria, pendiri AKATIGA
"Ikut berduka cita atas berpulangnya Dr. Hidayat Nataatmadja. Semoga Allah SWT 
memberikan tempat yang terbaik baginya. Amien."

*Ichsanuddin Noorsy, *anggota Tim Ahli Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM "Ikut 
duka cita. Semoga amal baik dan ilmu yang ditinggalkan menjadikan almarhum 
berada di tempat yang baik."


KANIBAL... Komunitas Maya Alumni Balairung

* *

*Nirwan Ahmad Arsuka*, budayawan, redaktur Bentara Kompas
"Turut berkabung. Hormat sebesar-besarnya buat Pak Hidayat, dan simpati buat
keluarga yang ditinggalkan. .. Kita semua kehilangan.. ."

*Armahedi Mahzar*, fisikawan ITB, filosof muslim
"Inna lillahi wa inna 'ilaihi raji'un. Saya kehilangan kawan dalam mengelana
alam cita Islam."

============ ========= =========

ini adalah sebuah komentar anonim yang mampir di blog tadi:

Innalillahi wa Inna Ilaihi Roji un,

Kepergianmu, Pak Dr Ir Muhammad Hidayat Nataatmaja, merupakan akhir tugasmu,
secara pribadi di dunia ini.

Tentunya tugasmu secara amanat belum selesai, bahkan baru dimulai,
disebabkan rekan2mu ataupun juga musuh2mu, baru akan merasakan KEBERADAANMU,
pada saat kau telah TIADA, mungkin sikap dan situasi seperti inilah yang
menjadi tabiat manusia umumnya.

Dari itu, memang rasanya saat mendengar berita kepergianmu, kalau tidak
salah pk 15.00 WIB ?! masih di 15 Muharram 1430 H, di usiamu ke 76 tahun, 7
ditambahkan 6 menjadi 13, tepat di tgl 13 Januari 2009, kau dilahirkan
tertanggal 15 September 1932, bisa jadi saja sesungguhnya Alloh merencanakan
dirimu sebagai MUJTAHID diabad 15 H atau orang ke 15, diawal abad 21 M,
walaupun saat engkau hidup didunia TIDAK SATUPUN orang menganggapmu sebagai
Mujtahid yang di elu2kan umat manusia sedunia modern ini terutama kaum
Muslimin yang meyakini abad 15 hijriah adalah abad Kebangkitan umat Islam,
walaupun telah bermunculan disana sini "mujtahid2" yang tidak myakinkan ?!

Hanya Alloh Yang Maha Tahu, namun setidak2nya apa yang engkau sajikan selama
hidupmu di muka bumi ini memang merupakan tatangan tersendiri bagi seorang
INNOVAtor, atau seorang MUJtAhid, mungkin polemik ini akan terus bergulir,
hingga kita semua selaku kaum cendikiawan Muslim SAMPAI KECAPEAN mencari
siapa, siapa dan siapa Mujtahid yang harusnya kita ikuti, eh nggak taunya
Alloh menetapakan, ngak hebat2, cuma seorang bangsa MELAYU, tinggal
dipedesaan SERANG, BANTEN, warga negara INDONESIA pula, bukan seorang
keturunan Arab, didikan PESAN-trend, ataupun, seorang ustaz ??!

Semoga pengorbanan beliau, paling tidak,minimal, dapat membanggakan kembali
kita sebagai JATIDIRI bangsa Indonesia yang dapat sekaliber bangsa2 lainnya
didunia.

SELAMAT JALAN GURUKU, MURIDKU, BAPAKKU, ANAKKU, KAKAKU, ADIKKU, kau banyak
MENINGGALkan bahan2 untuk kami jadikan engkau sebagai, guru, bapak, kakak,
maupun PENA-SEHAT kami.

Tentunya para generasi muda, juga mereka2 yang terlanjur menjadi TERORRIS,
tidak akan lagi kebingungan menjadi teroris ( "Mujahid") yunior, karena dulu
tidak tahu apa yang akan diperjuangkan, kini sudah ada Mujtahidnya
(pembaharu), tinggal menunggu Mujahid2nya (yang memperjuangkan) .

Salamun Qoulan Mirrobbir Rohim.

Ir. HARAPAN Radja Igamo, POS 21 group

Kirim email ke