Harian Duta Masyarakat (http://dutamasyarakat.com) Jumat, 16 Januari 2009 Fuad Amin Ancam Usir Yenni Wahid SURABAYA� Bupati Bangkalan, Fuad Amin Imron, kebakaran jenggot mendengar kabar putri Ketua Dewan Syura DPP PKB, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Yenni Wahid, bergabung dengan pasangan Khofifah Indar Parawansa�Mudjiono (Ka-Ji). Bahkan, Fuad Amin mengancam akan mengusir Yenni bila dia benar-benar kampanye untuk pasangan Ka-Ji. �Kalau dia tetap nekat saya akan usir dia dari sini (Bangkalan, Red..),� kata Fuad Amin Imron saat dihubungi melalui ponselnya, Rabu (14/1) malam. Lebih lanjut Fuad Amin menuturkan, dia telah bertemu dengan Yenni Wahid. Saat itu, kata dia, Yenni mengatakan bakal meresmikan Gatara dan deklarasi koalisi dengan PDIP. �Dia tidak bilang kalau mau kampanye untuk Ka-Ji.. Kalau dia datang untuk kampanyekan Ka-Ji, saya merasa dibohongi,� katanya. Karena itu, Fuad berjanji bakal menutup semua akses Yenni di Bangkalan sehingga dia tidak bisa berkampanye. �Saya telepon dan akan minta Yenni agar tidak datang ke Bangkalan kalau dia akan kampanyekan Ka-Ji,� tuturnya. Menurut dia, urusan pilgub Jatim merupakan urusan DPW, bukan DPP PKB. �Jadi DPP tidak boleh ikut campur,� ujarnya. Yenni Wahid sendiri kemarin bergabung dengan Khofifah kampanye untuk pasangan Ka-Ji di Kab. Sampang. Dalam kesempatan itu Yenni disambut antusias warga Sampang yang berjanji akan memenangkan pasangan Ka-Ji dalam Pilgub ulang Rabu 21 Januari mendatang. Soal kemarahan Bupati Fuad Amin pada Yenni ini karena dia sejak lama dikenal mendukung pasangan KarSa. Saat pilgub ulang mendatang, Fuad Amin juga mengaku akan menyediakan hadiah puluhan ekor kambing dan sapi. Hadiah itu dibagikan di setiap desa dan kecamatan yang tingkat kehadiran pemilihnya mencapai 90 persen. �Masing-masing desa kami siapkan satu ekor kambing agar kehadiran pemilih ke TPS (tempat pemungutan suara) tinggi. Nantinya kambing diundi untuk menentukan pemenangnya,� kata Fuad Amin di GOR Sultan Agung Kadirun Bangkalan, Sabtu (10/1) lalu. Fuad menyatakan, sebagai pimpinan daerah, dirinya akan bersikap netral dan mendukung semua pasangan cagub-cawagub. �Tapi selaku pimpinan partai saya tetap akan berupaya memberikan dukungan optimal kepada pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa),� ujarnya di sela-sela peresmian 1.000 Posko Pemenangan KarSa. Namun demikian sejumlah kalangan pun meragukan sikap netral Fuad Amin sebagai bupati. �Apa mungkin bupati yang jelas-jelas mengaku mendukung salah satu cagub bisa netral? Kalau netral seharusnya sebagai bupati dia membolehkan siapa saja masuk Bangkalan, termasuk Mbak Yenni, yang jelas-jelas dikirim Gus Dur ke sini. Lalu apa ndak ada motif politik mendukung KarSa dalam bagi-bagi hadiah (kambing dan sapi) itu? Karena itu, Panwas perlu melihat apa yang dilakukan oleh Pak Bupati ini,� kata seorang warga Bangkalan yang dikenal pendukung berat Ka-Ji, Kamis kemarin. (bjc/dt) [Non-text portions of this message have been removed]
