Harian Duta Masyarakat
Senin, 02 Februari 2009
Gus Ipul: Tanpa NU, Ansor Tetap Berdiri
MOJOKERTO � Nahdlatul Ulama (NU), yang pada 31 Januari lalu genap berusia 83,
telah melahirkan Gerakan Pemuda Ansor. Badan otonom ini, dilahirkan sebagai
elemen pemuda. Meski demikian, Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) GP Ansor,
Saifullah Yusuf, berharap agar Ansor tidak terlalu tergantung kepada NU. Sebab,
menurut Saiful, tanpa NU Ansor tetap sebagai benteng ulama. Tanpa NU, Ansor
tetap bisa berdiri. Calon Wakil Gubernur Jawa Timur ini menyentil, selama ini
embel-embel NU tidak pernah ada di belakang GP Ansor. Hal itu sangat berbeda
dengan banom NU lainnya. Cawagub Jatim yang akrab disapa Gus Ipul ini
mencontohkan, kata-kata Muslimat yang selalu diberi embel-embel NU.
�Kalau Ansor ya cukup GP Ansor, tidak ada GP Ansor NU. Tapi kalau Muslimat
selalu ada tambahan di belakangnya, yakni Muslimat NU. Itu artinya, tanpa NU
sekalipun Ansor tetap berdiri. Dan tanpa NU, Ansor tetap sebagai benteng
ulama,� kata Gus Ipul setengah menyindir saat memberikan sambutan dalam acara
pelantikan Satkorcab Banser GP Ansor Kabupaten Mojokerto, Ahad(1/2).Agaknya,
Saifullah Yusuf lupa akan sejarah berdirinya organisasi yang dipimpinnya. GP
Ansor, semula bernama Anshoru Nahdlatul Oelama (ANO), yang dalam berjalanan
sejarahnya kemudian berubah menjadi GP Ansor. Khusus kepada ratusan Banser yang
hadir, Gus Ipul berpesan agar mereka selalu siap jika dibutuhkan tenaganya.
�Sejarah bangsa ini telah mencatat, baik Ansor maupun Banser, punya andil besar
dalam membangun negeri ini. Semua itu harus tetap kita jaga,� tegasnya. (van)
http://dutamasyarakat.com/1/02dm.php?mdl=dtlartikel&id=10341
[Non-text portions of this message have been removed]