Mungkin ini buah dari 'keserakahan' iklan2 PKS terahir ini yang terkesan 
menghalalkan segala cara....


PKS 'Dicabik' Palu Arit
Abdullah Mubarok & Anton Aliabbas
*INILAH.COM, Jakarta - Sebulan menjelang pelaksanaan pemilu, PKS kembali 
diuji isu negatif. Di tengah gencarnya upaya PKS menggandeng Golkar, 
partai dakwah ini jadi sasaran kritik melalui dunia maya. Di Facebook, 
logo dan akronim PKS diubah menjadi 'Partai Komunis Sejahtera'!*

Jejaring sosial di dunia maya itu memang cukup populer, sehingga selain 
sering digunakan untuk menjalin pertemanan juga acap dimanfaatkan 
sebagai wahana berkampanye atau bersosialisasi. Pendukung Presiden 
Amerika Serikat, Barack Obama, juga pernah memanfaatkan situs ini guna 
mencari dukungan. Bahkan, Partai Golkar pun mengimbau para calegnya 
untuk juga berkampanye dan memanfaaatkan jaringan facebook.

Lambang PKS berpalu arit dan menjadi Partai Komunis Sejahtera muncul di 
facebook milik Muhammad Amin, mahasiswa asal Indonesia di Belanda. 
Gambar sepasang bulan sabit yang mengapit padi diubah menjadi sepasang 
palu arit. Lalu pada kotak hitam bagian atas, tulisan 'Partai Keadilan' 
diubah menjadi 'Partai Komunis'. Sedangkan tulisan 'Sejahtera' di bagian 
bawah tetap dipertahankan.

Amin mengaku sudah membuatnya sejak 4 tahun silam. "Keisengan sekaligus 
keprihatinan terhadap konstelasi kontemporer Indonesia. Banyak partai 
menggunakan politik identitas, politik yang secara logika dan sains 
tidak punya legitimasi," ujarnya kepada /INILAH.COM/.

Ia mengaku bukan penganut aliran komunis maupun simpatisan PKS. "Buat 
saya lucu saja bikin logo itu. Kenapa sekarang, karena justru sekarang 
itu akan membuka mata pemilih akan PKS," jelas Amin.

Dirinya membantah bila kreasinya itu dikategorikan sebagai kampanye 
negatif. Apa yang dilakukan semata-mata bentuk kritik terhadap PKS yang 
menggunakan model polit biro dalam praktik politiknya. Selain itu, ia 
menduga PKS diam-diam mengagendakan syariat Islam.

"Kiblat politik Partai Keadilan Sejahtera adalah Ikhwanul Muslimin 
dengan bapak spiritualnya Hasan Al-Banna. Hasan Al-Banna sendiri adalah 
seorang Marxis. Hasal Al-Banna berkiblat pada komunisme dan polit 
bironya, sehingga struktur gerakan dan ideologi populis Partai Keadilan 
Sejahtera dengan Partai Komunis Indonesia hampir sama persis," tegasnya.

Dituding seperti itu, PKS tidak terima. Bagi parpol bernomor urut 8 ini, 
karya Amin adalah bentuk fitnah terhadap PKS. "Ini bukan black campaign 
lagi, tapi fitnah. Itu bagian dari menggiring opini masyarakat bahwa ada 
kemiripan antara PKI dengan PKS," cetus Ketua FPKS Mahfudz Siddiq.

Menurutnya, selama ini PKS sudah terbiasa dengan fitnah yang dilakukan 
pihak-pihak yang merasa terancam. "Tapi saya yakin masyarakat cerdas. 
Bisa membedakan mana yang fakta atau provokasi. Ini upaya menggembosi 
PKS yang posisi politiknya diprediksikan semakin meningkat pada 2009. 
Tapi PKS tidak ada masalah dan tetap berjuang pada track record yang 
benar," kata Mahfudz.

Jubir PKS, Ahmad Mabruri mengungkapkan logo Amin itu sebagai bentuk 
upaya adu domba menjelang Pemilu 2009. Namun, ia memastikan tidak akan 
mengambil langkah hukum terkait pemuatan lambang tersebut. "Kita akan 
lapor ke polisi jika lambang tersebut dipasang seperti baliho di 
Jakarta," ucapnya.

Pakar komunikasi politik dari UI, Dedy Nur Hidayat berpendapat apa yang 
dilakukan Amin hanyalah menunjukkan kesukaan terhadap PKS semata. Ia 
tidak melihat ada upaya kesengajaan yang dilakukan Amin untuk 
menjatuhkan pamor PKS menjelang pemilu. "Hal ini terjadi juga terhadap 
Obama yang ketika kemarin itu dipelesetkan menjadi Osama," papar Dedy.

Patut diakui, cara Amin mengkritik PKS memang cerdas. Ia menggugah 
kesadaran pemilih dengan memodifikasi lambang PKS. Dengan begitu, karya 
Amin dapat dengan mudah diasosiasikan dengan PKS.

Bila PKS tidak proporsional dan tepat menanggapi 'serangan' Amin ini 
maka bisa jadi keraguan terhadap PKS menggelinding kuat. Dan tidak 
tertutup kemungkinan akan mempengaruhi upaya PKS dalam meraih /swing 
voters/. Apalagi masyarakat kita masih alergi dengan hal-hal yang berbau 
komunis.

Benar tidaknya pandangan Amin itu, hanya PKS yang tahu jawabannya.[L4]




[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke