teman-temans,

Baru saja detik.com melansir pernyataan Wakil Gubernur Jawa Barat, Dede Yusuf, 
tentang ide pembentukan "Nusantara United". Dia antaranya, dia menyebut-nyebut 
Indo, Malay, dan Brunai, sebagai "Bangsa-bangsa Melayu". Dia menyebut itu semua 
dalam konteks kerjasama perdagangan di 3 negara.
Selengkapnya tolong disimak berita dari detik.com tersebut.

Apa pendapat Anda tentang pernyataan Dede Yusuf (wakil dari PAN) dalam berita 
tersebut?

salam,

hamzah 






Kamis, 19/03/2009 12:10 WIB
Dede Yusuf Usulkan Bentuk Nusantara United
Erna Mardiana - detikBandung



 

 http://openx.detik.com/delivery/ck.php?n=a1bc0c6d&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE'
target='_blank'>http://openx.detik.com/delivery/avw.php?zoneid=152&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&n=a1bc0c6d'
border='0' alt='' /> Bandung - Untuk
menyatukan bangsa-bangsa Melayu di kawasan ASEAN, Wagub Jabar Dede
melontarkan ide pembentukan Nusantara United yang merupakan kerjasama
perdagangan antar tiga negara.

"Perdagangan
bangsa-bangsa Melayu yang tersebar di Malaysia, Indonesia, dan Brunei
Darussalam kita ikat dalam satu konsep kerja sama yang disebut
Nusantara United," ujar Wagub Dede Yusuf saat membuka Rakernas I
Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (Asperapi) di Hotel Homann
Bandung, Kamis (19/3/2009).

Dalam rilisnya yang diterima
detikbandung, Dede menyatakan Nusantara United akan jadi daya tarik
kawasan strategis di belahan Asia Tenggara. Sumbunya bertumpu pada
keunggulan pasar dan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia,
kemampuan teknologi yang dikuasai Malaysia, dan kelebihan uang yang
dipunyai Brunei.

"Potensi pasar yang tergabung di Nusantara
United tak kurang dari 150 juta jiwa," kata Dede. Indonesia, Malaysia,
dan Brunei punya kekhasan budaya yang sama. Mayoritas warganya juga
menganut agama yang sama.

"Kawasan Malaysia dan Brunei dulu
disatukan dalam Sumpah Palapa Majapahit. Sebelum Majapahit, kerajaan
Pajajaran yang berpusat di Jabar juga menguasai wilayah Nusantara,"
ucapnya.

Konsep Nusantara United akan menganut mata uang bersama
dengan pengembangan potensi pasar di masing-masing negara. "Harga satu
ayam di Indonesia harus sama nilainya dengan harga satu ayam di
Malaysia dan Brunei," tandasnya.

Gagasan Nusantara United sudah
dibicarakan dengan perwakilan Malaysia. "Saya ketemu BUMN Malaysia,
mereka menyambut positif kerja sama perekonomian dalam lingkup
Nusantara United," jelas mantan anggota Komisi VII DPR dari PAN ini. 
(ern/ern)


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke