Terpancing dengan artikel Mas M Rizqi ramadlan yang bersumber dari Pak Masdar 
dibawah ini, saya ingin menyampaikan unek-unek.

Ketika saya dapat kesempatan menyelenggarakan Pelatihan Bahtsul Masail dengan 
Kitab Digital Maktabah Shamilah Ishdar Thani di Balikpapan, saya mendengar 
berbagai keluhan-keluhan dari para nahdliyin di sana. Begitu mengenaskan... 
keadaan umat. Jadi apa kerja orang-orang di Jakarta itu yang 
menghambur-hamburkan uang untuk program-program ke luar negeri, tapi kondisi di 
dalam tak terurus.

Tidak di Bengkulu saja, tempat saya, yang memang paling rendah PAD nya, tetapi 
hatta di Balikpapan, sangat mengenaskan, padahal mereka punya uang untuk 
membayar proyek apapun... tetapi tidak ada tangan yang diulurkan dari Jakarta...

Keadaan di sana, kata mereka: (1) Pesantren ada, tetapi mutu yang rendah, (2) 
kurang atau boleh dibilang langka: pengajian-pengajian kuping, (3) kaum muallaf 
dayak dan banjar yang terlantar dari pembinaan..

Karena itu mereka minta saya turut dalam proyek-proyek pengembangan SDM di 
sana... Saya tertawa...kecut, karena apalah daya saya...
Tapi saya membesarkan hati mereka dengan berkata: doakan... kita akan 
bekerjasama untuk kepentingan ini.

Memang saya pernah menggariskan kerja jangka panjang untuk merintis jaringan 
tersebut, dan itu pernah dipresentasikan di Mekkah Musim Haji 2003, sewaktu 
temu silaturahmi Mahasiswa NU Internasional dengan para Kiyai NU. Semoga 
panitia saat itu masih menyimpan dokumen tersebut. Waktu itu saya berangkat 
dari India.

He... santri-santri di Jawa... keluarlah ke luar Jawa... teruskan sirah para 
wali yang keluar dari negeri mereka untuk memakmurkan bumi...
Di luar Jawa banyak pekerjaan.. banyak kesempatan... banyak .. dan banyak yang 
membutuhkan santri-santri nahdliyin yang unggul... karena kalianlah pewaris 
para patriotis bangsa ini... Tolong saudara-saudaraku yang menjadi kiyai di 
Jawa, suruh santri tuh ke luar Jawa...

Mbah Abdullah Salam Kajen dan rekan-rekannya dahulu dari para kiai sepuh .. 
selalu menyuruh para santrinya hijrah ke luar Jawa. Allahummarhum-Hum wa 
ath-thirillaahumma qubuurohum. Tolong lanjutkan...misi mereka.

Saya pun dari Jawa, lahir di Jawa, yang pernah minta restu kepada Ibu untuk 
keluar Jawa demi meneruskan jejak para orang tua kami dahulu....

Teman-teman.. melalui milist group ini mari kita galang kesadaran ke arah sana. 
Semoga Allah memberkahi.

> From: Muhammad Rizqi Ramadlan <[email protected]>
> Subject: [kmnu2000] Fwd:  NU Didirikan untuk Melawan Wahabisme
> To: [email protected].
> Date: Wednesday, March 18, 2009, 7:02 PM
> --- In [email protected], "Muhammad Rizqi
> Ramadlan" <mr_romd...@...> wrote:
> .....
> Untuk mendukung kinerja organisasi ini, Masdar mengusulkan
> tiga komponen yang mengisi NU, yaitu tanfidziyah yang
> terdiri dari para profesional yang siap bekerja dan melayani
> ummat, para ulama dan kiai yang menjadi tumpuan moralitas
> bangsa dan para tokoh spiritual yang menangis untuk umat dan
> bangsa.
> 
> Menurutnya, cukup banyak profesional non struktural NU yang
> bersedia membantu melakukan kerja-kerja keummatan.
> "Mereka sepakat dengan moderasi agama yang dijalankan
> oleh NU," terangnya. (mkf)
> 
> --- End forwarded message ---


      

Kirim email ke