Pemahaman Fiqh Muslim Klasik "ada yang" 11 12 dengan Faham Kapitalis

Oleh: Sofwan Nadi

Begitulah yang saya ber'agak-agak'. Sepertinya, pemahaman yang tercermin dari 
kaum muslimin dahulu agak nyerempet-nyerempet kapitalis, lho.
Kenapa? Pergaulan kaum muslimin dengan imperalis Romawi dan Parsi pasti ada 
aspek, sedikit atau banyak, yang mempengaruhi pemahaman kaum muslimin dahulu. 
Romawi dan Parsi adalah Emperium Kapitalistik. Karena, sebagian muslimin tumbuh 
dan berkembang di wilayah bekas kekuasaan mereka dan terdidik di alam pikiran 
mereka, ada keniscayaan mereka terpengaruh oleh alam kapitalistik mereka.

Judul di atas, tidak menyebutkan Fiqh Islam "ada yang" 11 12 dengan Faham 
Kapitalis. Islam tidak kapitalistik. Tetapi orang yang menganut Islam, meski 
ulama sekaliber imam bisa saja terpengaruh. Manusiawi, lah.

Kerugian alam Islam adalah memiliki sejarah perjalanan yang lebih dominan 
berinteraksi dengan alam kapitalistik (Romawi dan Persia). Tidak banyak bergaul 
dengan alam Budhaistik (Budhaisme) maupun Konfusianistik. Bahkan boleh 
dibilang, tidak pernah. Sehingga, muslim dalam sejarah klasik tidak pernah 
terpengaruh oleh budaya Budha maupun oleh tradisi dari China, Korea dan Jepang. 
Meskipun Nabi SAW pernah menyuruh belajar ke (baca, terima pengaruh dari)China. 
Kenyataannya, Islam ke India diperkenalkan oleh Moghul (China Mongolid), bukan 
China pesisiran (kaum Saolin).

Ajaran tasawuf lebih mendekati ajaran China pesisir (kaum Saolin), padahal 
muslim klasik kurang berinteraksi dengan kaum Saolin. Atau bahkan tidak pernah. 
Sementara ajaran kalam dan fiqh lebih dekat kepada kapitalis Roma dan Persia. 
Anehnya, jalan hidup Ali bin Abi Thalib, Abu Dzar dan Abuddarda lebih dekat 
dengan Saolin. Sementara sebagian besar sahabat yang lain lebih borjuis dan 
kapitalis. Dengan interaksi yang lebih intensif dengan kaum kapitalis, tidak 
ragu, semakin kapitalis.

Riset dari kaum Sarjana Agama bidang Tarikh diperlukan untuk membuktikan dugaan 
ini. Wallahu'alam.


--- On Mon, 3/23/09, saidiman saidiman <[email protected]> wrote:

> From: saidiman saidiman <[email protected]>
> Subject: [kmnu2000] Diskusi "Respon Islam terhadap Kapitalisme"
> To: [email protected], [email protected], 
> [email protected], [email protected], 
> [email protected], [email protected], 
> [email protected], [email protected], 
> [email protected], "komunitas utankayu" 
> <[email protected]>, "Gus Dur" <[email protected]>, 
> [email protected]
> Date: Monday, March 23, 2009, 12:23 AM
> Sewindu Jaringan Islam Liberal
> 
> Diskusi Dua Hari 
> 
> Islam dan Kapitalisme
> 
> 
> 
> Betulkah Islam tidak
> kompatibel dengan Kapitalisme? Apakah ekonomi Islam atau
> ekonomi
> Syariah merupakan sebuah sistem yang benar-benar berbeda
> dari
> Kapitalisme? Mengapa kaum Muslim lebih suka mengembangkan
> retorika
> anti-Kapitalisme ketimbang mendukungnya? Apa sesungguhnya
> yang dimaksud
> dengan Kapitalisme ketika mereka menolak konsep ini? 
> 
> 
> RSVP: 081586199143 (Saidiman)
> 
> 
>       New Email addresses available on Yahoo!
> Get the Email name you&#39;ve always wanted on the new
> @ymail and @rocketmail. 
> Hurry before someone else does!
> http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]


      

Kirim email ke