Formalisme Muslim Mendangkalkan Spirit Keilmuan
Oleh: Sofwan Nadi

Judul di atas hanya untuk mengingatkan bahwa Santri NU perlu belajar banyak 
disiplin ilmu agar tidak berfikir cekak seperti Jamaah Islamiyah Mesir atau 
Wahhabi Saudi.

Khurafat bagi mereka apapun yang tidak datang dari gurun tandus berbatu hitam 
yang terhampar antara Makkah dan Madinah dicap khurafat. Mereka tidak perlu 
berfikir dari aspek psikologi, sosiologi dan antropologi. Bahwa apresiasi 
manusia terhadap objek yang dihormatinya bisa terimplementasikan dalam rupa 
"hari peringatan". Misalkan Cak NU pernah kecantol gadis yang duduk di bawah 
pohon pisang... maka memori yang begitu indah tentang pohon pisang itu akan 
membuat dia setiap kali melihat pohon pisang terinspirasi menggubah syair dan 
puisi... Kayak kawan santri di Azhar sana..yang tersandung dan berhasil 
menggubah puisi Azharian.. he.he... Jadilah pohon pisang ini sebuah monumen 
bagi peringatan (Khaul) untuk si Gadis.. yang tidak saja penting.. tetapi mampu 
meningkatkan kecerdasan menggubah inspirasi..Mungkin, orang lain akan mengambil 
manfaat untuk menggubah dia menjadi calon presiden melalui betapa pentingnya 
pohon pisang tersebut untuk memicu daya
 kecerdasan yang tinggi... Bukankah ini modal ketamaddunan.. modal kebangkitan 
dalam sejarah peradaban dia?

Tanpa ikut-ikutan dengan kaum musyrikin sekalipun, manusia selalu tersandung 
oleh hal-hal yang monumental bagi kehidupan kemanusiawiaannya. Maulid Nabi, 
Hari Ibu, Haul, Hari Kemerdekaan, Hari Bom Hiroshima.. beratus-ratus hari akan 
bermunculan sejalan dengan emosional kemanusiaan.

Para santri yang belajar hadits, tolong problema kemanusiaan itu tak sependek 
kriteria hadits sohih dan dloif. Jadi cara berfikir itu tidak sependek 
mempertentangkan sohih atau doif, ada hadits atau tidak ada. Ayat Kauniyah... 
Bahwa " semua hal sudah disampaikan " .. itu sebagian besar tercecer di 
tengah-tengah kehidupan manusia... Lantas kalau Santri menemukannya dari tengah 
kehidupan... apakah itu bid'ah... maka itu khurafat.. apakah itu tidak ada 
haditsnya ... apakah itu tidak ada ayat kauniyahnya...

Wallahu'alam.

> ----------------
> 19/03/2009. Jama’ah Islamiyyah Mesir, salah
> satu organisasi kemasyarakatan Mesir yang bergerak di aspek
> dakwah
> Islam menyatakan bahwa perayaan hari Ibu adalah perbuatan
> bid’ah. 
> pernyataan ini disampaikan di official site Jama;ah
> islamiyyah pada
> hari Kamis lalu. Menurut mereka, perayaan atau pemberian
> hadiah pada
> hari tersebut dilarang karena konsepsi perayaan hari Ibu
> merupakan
> konsepsi khurafat dan takhayul yang diperkenalkan oleh
> non-Muslim.
> Sedangkan syari’at Islam datang  dengan bertolak
> belakang terhadap
> akidah, adat dan cara beribadah non-Muslim. 
> 
> Selengkapnya:
> http://numesir.org/?pilih=news&aksi=lihat&id=393
> 
> 


      

Kirim email ke