Dari hasil MUNAS NU di Pandan Aran Kaliurang Yogyakarta, saya terinspirasi bagaimana menguatkan kembali pemaknaan Khittah yang sebenarnya, dan penguatan agenda NU di kalangan orang-orang muda. saya mencoba meng hubungi teman-teman KMNU DI Cirebon, baik di Buntet, gedongan dan lain-lain. saya juga menghubungi via telp ke teman-teman muda NU di Bandung, Tasik, Cianjur, Karawang, Inderamayu dan lain-lain. intinya sepakat kalau teman-teman muda NU se jabar juga lagi gelisah tentang NU. wal hasil saya tawarkan pertemuan KMNU se Jawa Barat. bersama-sama melakuakn refleksi ke -NU -an di Jawa Barat.
--- In [email protected], "alfaqirilmi" <alfaqiri...@...> wrote: > > Selasa, 07/04/2009 19:30 WIB > Pelapor Diciduk ke Polda Jatim > 5 Jam Ditanya Kronologis Dugaan Money Politics EBY > Reporter : Teddy Ardianto > > Surabaya - Hingga kini Naziri saksi kasus pencemaran nama baik Edhie Baskoro > Yudhoyono masih menjalani pemeriksaan secara intensif di ruangan Satpidum > Polda Jatim terkait dengan dugaan money politics di Dapil VII. > > "Saya masih di ruangan Satpidum Polda Jatim,"kata Naziri kepada > beritajatim.com, Selasa (07/04/2009) malam. > > Dijelaskannya saat ini bersama tiga orang lainnya masih melakukan tanya jawab > dengan penyidik terkait dengan kasus money politics di Dapil VII. > > "Saya masih di ruangan Satpidum Polda Jatim mas," kata Naziri, Selasa > (07/04/2009) malam. > > Ditegaskannya saat ini penyidik bertanya soal kronologis kejadian terkait > dengan peristiwa money politics tersebut. "Tapi belum masuk BAP kok," kata > Naziri. > > Hingga malam ini sudah sekitar 5 jam empat orang masih menjalani pemeriksaan > di Mapolda Jatim. > > Ke-4 orang tersebut yakni Naziri, warga jalan Batorokatong, Kelurahan > Singosaren, Kecamatan Genangan; Bambang Kisminarso, warga Desa Sidorejo, > Kecamatan Pulung; Parnun dan Ny Tukijah, keduanya warga Dusun Tembol, Desa > Blembem, Kecamatan Jambon. > > Sebelumnya, keempat orang tersebut juga telah menjalani pemeriksaan Unit > Reskrim Polres Ponorogo sejak pukul 06.00 WIB. > > > Selasa, 07/04/2009 18:37 WIB > 4 Pelapor Money Politics Diciduk Polda > Tim EBY: Mas Ibas Telah Lapor ke Mabes Polri > Reporter : Teddy Ardianto > > Ponorogo - Diciduknya empat orang pelaku pelapor dan penerima money politics > di Ponorogo sebenarnya telah dilaporkan Edhie Baskoro Yudhoyono ke Mabes > Polri. > > Fox Indonesia, tim konsultan politik Edhie Baskoro Yudhoyono, yang > menghubungi beritajatim.com menjelaskan, laporan pencemaran nama baik > kliennya telah dilaporkan ke Mabes Polri. > > Laporan ke Mabes Polri dilakukan hari Senin (07/04/2009) kemarin, setelah > menerima laporan di Ponorogo terkait dengan kasus tersebut. > > "Pemeriksaan mereka (penerima uang) karena Mas Ibas (Edhie Baskoro Yudhoyono) > telah melaporkan ke Mabes Polri kemarin," kata Rudy Kartasasmita, tim Fox > Indonesia, konsultan pemenangan EBY di Dapil VII Jatim, Selasa (07/04/2009). > > Menurut Rudy, laporan pencemaran nama baik itu dilakukan karena kliennya > tidak melakukan money politics. "Mas Ibas itu berpolitik secara modern dan > santun. Tidak Mungkin melakukan hal seperti itu (money politics)," tandas > Rudy. > > Akibat laporan tersebut, kata Rudy, Polda Jatim langsung menindaklanjuti > dengan memanggil sejumlah saksi di lapangan terkait dengan money politics itu. > > Ditegaskannya, mereka yang membagikan uang tersebut bukan merupakan tim > pemenangan EBY di dapil VII. "Harus dipahami yang bersangkutan dan membagikan > itu bukan tim Ibas. Sebab, kami punya data tim," tambahnya. > > > Selasa, 07/04/2009 18:35 WIB > Pelapor Money Politics Ditangkap Polisi > Pengacara Naziri: Harus Edhie Baskoro yang Melapor > Reporter : Dwi Eko Lokononto > > Surabaya - Kuasa hukum Naziri tidak habis pikir atas penangkapan kliennya. > Apalagi kasus pencemaran nama baik ini langsng ditarik ke Polda Jatim. > > "Ada apa ini sebenarnya? Kami menuntut transparansi atas kasus penangkapan > ini. Kasus pencemaran nama baik kok ditangani seperti kasus yang luar biasa," > kata Fahmi Bahmid kepada beritajatim.com, Selasa (7/4/2009) peang tadi. > > Dijelaskan, kasus pencemaran nama baik adalah delik aduan absolut. Karena itu > yang melapor semestinya Edhie Baskoro Yudhoyono > > "Kami ingin tahu siapa yang melapor? Apa benar Edhie Baskoro Yudhoyono yang > melapor," katanya. > > Fahmi juga mempertanyakan mengapa anggota masyarakat yang menemukan sesuatu > yang mencurigakan terait dengan dugaan pelanggaran Pemilu harus ditangkap. > > "Ini preseden buruk bagi demokrasi. Penangkapan ini mencadi ancaman bagi > politisi yang ingin melaporkan adanya dugaan pelanggaran Pemilu," katanya. > > Yang ketiga, pihaknya juga mempertanyakan apakah pihak kepolisian telah > melakukan pemanggilan yang sepatutnya pada Naziri sebelum penangkapan. > > "Kalau belum ada pemanggilan yang sepatutnya mengapa harus ditangkap dan > ditarik ke Polda Jatim. Ters terang ini memunculkan banyak pertanyaan," kata > pengacara yang kian terkenal setelah menangani kasus Pilgub jatim itu. > > Selasa, 07/04/2009 18:28 WIB > Pelapor Money Politics Ditangkap Polda > Gerindra Jatim Siapkan 9 Pengacara > Reporter : Anas Pandu Gunawan > > Surabaya - DPD Partai Gerindra Jatim mengaku menyiapkan 9 pengacara untuk > membantu proses hukum atas diperiksanya Naziri, Wakil DPC Partai Gerindra > Ponorogo. > > Hal ini seperti yang dikatakan Ketua DPD Partai Gerindra Jatim, Rindoko > kepada beritajatim.com, Selasa (7/4/2009). > > "Saya saat ini bersama 9 orang tim pengacara Mahendradata (eks Tim Pengacara > Muslim-TPM) sedang melakukan koordinasi di suatu tempat di Surabaya," > imbuhnya. > > Seperti diketahui, atas pelaporan adanya dugaan money politics yang ditemukan > Naziri di Ponorogo oleh tim sukses Eddy Baskoro Yudhoyono (EBY) bersama tiga > orang lainnya, kini justru malah diperiksa Polda Jatim, bukannya Panwaskab. > > Lebih lanjut, Rindoko juga mengaku pihaknya tengah berupaya menghubungi > Polres Ponorogo agar memberitahu posisi Naziri kepada keluarganya. > > Selasa, 07/04/2009 18:20 WIB > Pelapor Money Politics Ditangkap Polda > Gerindra Jatim: Ini Sudah Masuk Ranah Politis > Reporter : Anas Pandu Gunawan > > Surabaya - Ketua DPD Partai Gerindra Jatim, Rindoko menilai bahwa pencidukan > Naziri, saksi kasus money politics yang dilakukan Tim Sukses EBY di Ponorogo > oleh Polda Jatim sudah masuk ranah politis, bukan lagi ranah hukum. > > "Seharusnya prosedurnya kan panwas memeriksa laporan yang disampaikan saksi > dan jika benar baru polisi bertindak karena money politics masuk ranah hukum. > Ini Panwas tidak merespon, justru polda yang langsung turun tangan," terang > Rindoko kepada beritajatim.com, Selasa (7/4/2009). > > Tindakan Polda Jatim yang langsung menciduk Naziri tanpa surat penangkapan > maupun pemberitahuan kepada keluarga sangat disayangkan oleh Rindoko yang > saat ini tengah melakukan konsolidasi bersama tim pengacara. >
