Temans,

Ini saya tulis di notes Face Book saya. Ini linknya:
http://www.facebook.com/note.php?saved&&suggest&note_id=71895756948

Peace,
Fath

PEMILU: Laporan dari Malaysia (1)

Pemilihan umum anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI (legislatif) secara langsung 
telah dilaksanakan pada 9 April 2009 kemarin secara serentak di beberapa kota 
di Malaysia. Secara operasional pileg di negeri jiran ini dapat dikatakan 
berjalan lancar tiada hampatan dan bentrokan fisik. Namun, realisasi kinerja 
PPLN KL ini dinilai banyak kalangan menjadi 'bencana besar' bagi seluruh 
parpol, karena WNI yang bisa memberikan hak suaranya secara langsung sangat 
minim. padahal jumlah DPT untuk seluruh Malaysia mencecah 800.000an. Ada apa 
dan mengapa begini?

Berdasarkan sistem dan pengaturan pihak PPLN KL kemarin itu, sebenarnya ada 
kesalahan total yang dapat dilihat secara kasat mata. Jelasnya PPLN telah gagal 
memahami UU yang diberikan KPU, yang sebenarnya bisa dikondisikan dengan 
keadaan Malaysia. Sehingga terkesan terlalu rigid, ketat dan tiada 
kebijaksanaan. Kondisi setempat adalah sangat perlu diperhatikan dan ini sangat 
importen bagi membangun sebuah demokrasi yang jurdil, karena bagaimanapun 
keberadaan WNI di LN (Malaysia secara khusus) sangat berbeda dengan di 
Indonesia. 

Misalnya, pada hari 'H' Pileg kemarin adalah hari libur di Indonesia, sedangkan 
di Malaysia tetap hari kerja. Berdasarakan data dari KBRI di Malaysia, jumlah 
WNI di Malaysia mayoritasnya adalah TKI. Jadi baik TKI, pelajar, atau WNI yang 
PR (permanent Recidence/menjadi penduduk tetap) pada hari 'H' itu adalah 
terikat dengan aktivitas kerja dan belajar bagi yang pelajar. Mereka mau datang 
ke TPS mungkin habis kerja, sementara TPS-TPS itu sudah harus ditutup 
panitianya pada jam 3, walau kemudian ada sebagian TPS yang diperpanjang hingga 
jam 5 sore. Bagaimanapun dalam keadaan ini, masih banyak yang tidak bisa 
mengejar, karena jarak antara tempat pemungutan suara (TPS) dan pemukiman WNI 
cukup jauh. Apalagi informasi tentang alokasi waktu dan pembatasannya ini tidak 
diketahui secara umum oleh jamaknya WNI di sana. Demikian pula bagi yang sudah 
datang dari jauh berbis-bis sejak pagi juga banyak yang tertolak tidak bisa 
memberikan hak suaranya, karena tiada data
 yang cukup atau bukan masuk DPT. Padahal keadaan begini tidak pernah ada 
problem di pemilu-pemilu sebelumnya, karena dapat difahami bahwa keberadaan WNI 
di Malaysia jelas tidak bisa disamakan dengan keberadaan masyarakat di 
Indonesia yang tempat tinggalnya jelas dari setiap TPS. Mayoritas WNI di 
Malaysia nyaris tidak bisa dideteksi keberadaannya oleh pihak kedutaan, apalagi 
untuk dibuat pendataan atas alasan apapun. Sedangkan data yang dijadikan DPT 
PPLN KL tidak diupdate lagi. Bisa jadi sebagiannya kurang valid, karena 
sebagian WNI ada yang sudah balik ke Indonesia, ada yang meninggal, dan ada 
yang masih dibawa umur. Jadi, seharusnya kedatangan para WNI ke TPS itu patut 
dihargai asal jelas identitasnya, apalagi sampai mereka berani mengambil cuti 
dari kerjanya hanya semata-mata untuk ikut mensukseskan pemilu bangsanya. Wou!

Sistem inilah yang menjadi kendala total amburadulnya pemilu secara langsung di 
Malaysia. Belum lagi simpang siur tiada informasi awal antara pengaturan 
pilihan langsung antar TPS, pilih via pos dan dropping box. Sehingga kemarin 
WNI yang datang ke TPS bukan saja dibingungkan harus milih ke TPS kota mana 
juga banyak yang kecewa dan marah-marah karena mayoritas tidak bisa memberikan 
hak suaranya. Laporan ini selain berdasarkan pengamatan dan interviu penulis 
secara langsung di salah satu lokasi TPS juga berdasarkan sumber beberapa 
tayangan berita di TV Malaysia dan Indonesia, yang kemarin juga berada di 
lokasi.

Sekitar jam 15.30 waktu setempat, sebagian TPS sudah tutup dan mulai menghitung 
suara. Padahal jumlah pemilih yang masuk masih minim sekali. Sampai di sini, 
ada kejanggalan yang mencolok. Apa karena alasan itu pilih pos dan dropping box 
diprioritaskan bahkan porsinya cukup besar? Ini justru sangat tidak efesien dan 
kurang efektif karena di lapangan bahkan banyak ditemukan pelanggaran dan 
kecurangan yang cukup fatal. Misalnya, justeru di sini tidak fair, karena 
permainan betul-betul kotor. Siapa yang kuat dan banyak bergerak dialah yang 
menang. 'Money politik' pun berjalan dan ini hanya menguntungkan bagi parpol 
yang bermodal besar, tanpa melihat amanah, kualitas kinerja, intelektual, dan 
kapabilitas calegnya. Wah! PErtanyaanya, akankah bangsa kita dikuasai lagi oleh 
orang-orang yang korup??

Untuk sementara baca berita ini: 
http://pemilu.detiknews.com/read/2009/04/11/203319/1114020/700/pd-unggul-sementara-di-kuala-lumpur

Jakarta - Rekapitulasi penghitungan suara untuk wilayah Kuala Lumpur masih 
berlangsung. Namun dalam rekapitulasi sementara, Partai Demokrat (PD) 
mendominasi tempat pemungutan suara (TPS) di wilayah Kuala Lumpur dengan 
perolehan sementara mencapai 992 suara.

Informasi yang diperoleh detikcom di lokasi penghitungan suara di KBRI Kuala 
Lumpur, Sabtu (11/4/2009), partai yang didirikan SBY ini masih di posisi 
teratas.

Posisi PD dibayang-bayangi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang memperoleh 605 
suara, disusul Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 122 suara, Partai Amanat 
Nasional (PAN) 111 suara, dan Partai Golongan Karya (Golkar) dengan 107 suara.

Demokrat mendominasi hampir seluruh TPS di Kuala Lumpur, Kecuali TPS di Gombak 
yang dimenangkan PKS. TPS-TPS yang dikuasai PD, seperti di KBRI, Wisma Duta, 
Wisma Wakil Duta, Rumah Dinas Atase Pertahanan, Sekolah Indonesia Kuala Lumpur, 
dan Puchong. 

Jumlah TPS di wilayah Kuala Lumpur sebanyak 30. Hari ini PPLN melakukan 
penghitungan suara untuk pemilihan yang dilakukan melalui pos dan dropping box. 
Penghitungan diperkirakan akan berlangsung hingga 5 hari ke depan. 

DPT untuk wilayah Kuala Lumpur yang memilih melalui TPS sebesar 57.200 dari 
total DPT Kuala Lumpur yang mencapai 427 ribu pemilih. Sedangkan sisanya 
dilakukan pemilihan melalui pos sekitar 320 ribu dan dropping box sekitar 49 
ribu.

Peace,
Fath



      Dapatkan nama E-mel keutamaan anda! 
Kini anda boleh @ymail.com dan @rocketmail.com. 
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/my/

Kirim email ke