Assalamualaikum Wr Wb
 
 
Profil Imam Masjid
 
 
Oleh : Drs. H. Ahmad Yani
 
 
 
Peran dan fungsi imam masjid yang sedemikian strategis dengan tugas-tugasnya 
yang amat penting membuat seorang imam harus memenuhi profil ideal. Tapi karena 
imam masjid kita umumnya baru sebatas bisa memimpin shalat berjamaah, maka 
tugas imampun baru sebatas itu. Kedudukannyapun akhirnya berada di bawah 
pengurus masjid, bahkan tidak sedikit yang hanya menjadi pegawai masjid yang 
sewaktu-waktu bisa diberhentikan oleh pengurus masjid. Oleh karena itu, ada 
beberapa sifat yang harus dimiliki oleh imam masjid.
1. RABBANI
Melaksanakan tugas-tugas imam merupakan upaya mewujudkan masyarakat yang 
rabbani, yakni masyarakat yang sikap dan perilakunya disesuaikan dengan 
nilai-nilai yang datang dari Allah sebagai rabb (tuhan). Harapan Allah agar 
manusia menjadi orang yang rabbani tergambar dalam firman-Nya yang artinya:

Tidak wajar bagi manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, hikmah dan 
kenabian, lalu dia berkata kepada manusia: "Hendaklah kamu menjadi 
penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah," Akan tetapi (dia berkata): 
"Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al 
Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya" (QS 3:79).
Karena itu, nilai-nilai yang rabbani harus terlebih dahulu terwujud dalam diri 
seorang imam agar tidak terjadi kontradiksi antara pelaksanaan tugas yang 
dilakukan dengan sikap dan perilakunya sehari-hari, karena hal itu justeru akan 
mendatangkan kemurkaan dari Allah Swt, Allah berfirman yang artinya:

Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu katakan apa yang tidak kamu 
kerjakan, amat besar kemurkaan di sisi Allah.kepada orang yang mengatakan apa 
yang tidak dikerjakannya (QS 61:2-3).
2. IKHLAS
Dalam setiap amal, keikhlasan merupakan modal penting. Sebanyak dan sebesar 
apapun amal seseorang bila tanpa keikhlasan tidak ada nilai apa-apanya di sisi 
Allah Swt. Dengan keikhlasan, tugas-tugas yang berat akan terasa menjadi 
ringan, sementara tanpa itu, jangankan yang berat, yang ringan saja terasa 
menjadi berat. Bila fungsi imam hendak diwujudkan secara ideal, maka tugas imam 
menjadi terasa berat dan keikhlasan menjadi amat penting. Disamping itu, 
keikhlasan juga membuat seorang imam tidak bermaksud memperoleh keuntungan 
materi meskipun mungkin saja dia mendapatkan imbalan materi dengan sebab 
waktunya yang habis digunakan untuk kepentingan masjid sehingga dia tidak 
sempat lagi mencari kehidupan duniawi. Allah Swt berfirman yang artinya:

Dan mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan 
ketaatan kepadanya dalam (menjalankan) agama dengan lurus (QS 98:5)
3. SHABAR
Keshabaran yang merupakan wujud dari menahan diri dari sikap dan perilaku 
emosional merupakan sesuatu yang amat diperlukan oleh seorang imam, apalagi 
tugas imam dalam menghadapi jamaah yang banyak dengan sikap dan perilaku yang 
beragam. Keshabaran Rasulullah Saw sebagai imam masjid membuat orang badui yang 
kencing di dalam masjid tidak dimarahinya secara emosional, karena memang orang 
itu tidak mengerti aturan, tapi justeru beliau mengarahkan di mana seharusnya 
seseorang membuang kotoran di lingkungan masjid itu. Begitu juga dengan 
sikapnya yang tetap lemah lembut dalam menghadapi anak-anak meskipun mereka 
agak "mengganggu" ketenangan beribadah, karena mereka harus menjadi orang yang 
senang berada di masjid untuk melaksanakan kegiatan yang positif. Allah Swt 
berfirman yang artinya:

Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap 
mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka 
menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah 
ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu (QS 
3:159).
4. ADIL DAN BIJAKSANA
Tidak sedikit masjid yang menjadi lahan rebutan bagi kelompok-kelompok tertentu 
dalam masyarakat atau jamaahnya untuk menguasai guna mengembangkan pendapat dan 
pahamnya masing-masing, disamping itu terjadi juga konflik antara yang tua 
dengan yang muda, bahkan konflik kepentingan politik. Karena itu, imam harus 
bertindak adil dan bijaksana dalam menyikapi perbedaan kelompok dan berbagai 
kepentingan sehingga bisa mengarahkan masjid pada fungsi yang sebenar-benarnya 
yang salah satunya adalah sebagai pusat untuk memperkokoh ukhuwah Islamiyah, 
dari sini diharapkan terwujud sikap saling hormat menghormati dan menghargai 
perbedaan pendapat.
Selama jamaah memiliki maksud baik, dilakukan dengan cara-cara yang baik, maka 
seorang imam selalu berusaha menjembatani hubungan antar kelompok-kelompok 
dalam masyarakat, hal ini karena memecah-belah umat melalui masjid merupakan 
cara-cara yang dilakukan oleh orang-orang munafik, Allah Swt berfirman yang 
artinya: Dan (diantara orang-orang munafik itu) ada orang yang mendirikan 
masjid untuk menimbulkan kemudharatan (pada orang-orang mu'min) dan karena 
kekafiran (nya), dan untuk memecah-belah antara orang-orang mu'min serta 
menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak 
dahulu. Mereka sesungguhnya bersumpah:

"Kami tidak menghendaki selain kebaikan". Dan Allah menjadi saksi bahwa 
sesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalam sumpahnya)" (QS 9:107).
5. JUJUR
Salah satu pilar penting yang harus tegak dalam kehidupan masyarakat Islam 
adalah kejujuran. Namun hal ini harus kita sadari sebagai sesuatu yang tidak 
terwujud dengan sendirinya, diperlukan proses yang sungguh-sungguh, karena itu 
imam masjid sangat dituntut untuk memiliki sifat jujur. Apabila seorang imam 
telah memiliki sifat jujur, maka apa yang menjadi pesan dan programnya 
diwujudkan juga dalam kehidupannya sehari-hari.
6. BERILMU
Dalam mengurus apapun, ilmu yang banyak dan wawasan yang luas amat diperlukan, 
apalagi dalam kapasitas sebagain imam yang harus memimpin dan membimbing 
masyarakat. Ilmu keislaman merupakan sesuatu yang mutlak untuk dipahami dan 
dikuasai dengan baik sehingga seorang imam tidak bingung dalam menyikapi, 
menanggapi dan menjawab masalah-masalah yang terkait dengan bidang keagamaan 
atau keislaman. Wawasan kontemporer atau masalah kekinian yang berkembang juga 
amat perlu untuk dipahami oleh seorang imam, karena dengan demikian, persoalan 
yang berkembang itu bisa disikapi tanpa harus melanggar nilai-nilai Islam 
bahkan justeru nilai-nilai Islam bisa memberi arah yang positif. Keharusan 
memiliki ilmu yang banyak dan wawasan yang luas juga adalah karena seorang imam 
tidak boleh sembarangan bertindak karena akan dimintai pertanggungjawaban 
dihadapan Allah Swt kelak, Allah Swt berfirman yang artinya:

Dan Janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan 
tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan 
diminta pertanggungan jawabnya (QS 17:36)
7. MENGUASAI KONSEP MANAJEMEN MASJID
Terwujudnya masjid yang makmur dan ideal merupakan tanggung jawab umat Islam 
secara bersama-sama, baik pengurus, imam maupun jamaah secara keseluruhan. Imam 
masjid punya peran yang sangat penting dalam upaya ini, karena itu, imam masjid 
seharusnya memahami dan menguasai konsep manajemen masjid sehingga dengan 
demikian ia bisa mengarahkan langkah pemakmuran masjid sebagaimana mestinya. 
Tanpa pemahaman terhadap konsep manajemen masjid akan membuat seorang imam 
tidak bisa melaksanakan tugas sebagaimana mestinya, dia tidak mengarahkan 
jamaah apalagi mengarahkan pengurus masjid dalam upaya memaksimalkan fungsi 
masjid. Keharusan seorang imam memahami konsep manajemen masjid bisa kita rujuk 
pada firman Allah pada surat 17:36 di atas.
8. MEMAHAMI JIWA JAMAAH
Imam masjid idealnya memahami jiwa jamaahnya yang beragam, baik beragam dari 
segi suku, paham keagamaan, latar belakang pendidikan, jenis kelamin, 
pekerjaan, usia dan sebagainya. Memahami jiwa jamaah ini akan membuat seorang 
imam bersikap dan bertindak yang bijaksana sehingga jamaahnya tetap mau aktif 
di masjid dalam upaya memakmurkannya, bukan malah menjauh dari masjid yang 
membuat masjidnya menjadi tidak makmur. Ketika Rasulullah Saw didatangi oleh 
seorang pemuda yang meminta dibolehkan melakukan perzinahan, para sahabat 
sangat marah pada pemuda itu, tapi Rasulullah Saw mencegah kemarahan sahabat 
agar tidak sampai pada tindakan yang bersifat fisik. Rasulullah justeru 
bertanya kepada pitu: "Bagaimana perasaanmu bila ibu atau saudara perempuanmu 
dizinahi orang lain?". Maka pemuda itupun menunjukkan ketidaksukaannya. 
Rasulullah kemudian bersabda: "Begitu pula halnya dengan saudara laki-laki atau 
bapak dari wanita yang akan engkau zinahi, dia tentu akan
 marah kepadamu".
9. TANGGAP
Imam masjid juga sangat dituntut untuk bersikap tanggap terhadap berbagai 
persoalan dan kejadian, baik di masjid maupun di lingkungan jamaahnya. Kalau 
mendengar apalagi mengetahui ada jamaah yang sakit atau menderita, maka imam 
masjid tanggap untuk menggerakkan pengurus dan jamaah guna memberikan 
pertolongan. Ketika ada jamaah yang nampak punya persoalan yang harus dibantu 
pemecahannya, maka imam masjid tanggap untuk melakukan pemecahan masalah jamaah 
masjid dan begitulah seterusnya. Rasulullah Saw memang sangat tanggap dalam 
menyikapi persoalan-persoalan jamaahnya.
10. SEJUK DAN BERWIBAWA
Dalam kehidupan masyarakat kita sekarang, sangat dibutuhkan adanya pemimpin dan 
pengayom masyarakat yang sejuk pembawaannya sehingga masyarakat memiliki 
kedekatan hubungan tanpa mengabaikan kewibawaan. Imam masjid idealnya memiliki 
sifat ini sehingga pendapat, kata-kata dan kebijakannya dipatuhi oleh jamaah 
karena mengandung nilai-nilai yang benar, bukan karena takut kepada pemimpin. 
Imam masjid memiliki kewibawaan karena kebenaran dan keshalehannya.
Sebagai seorang imam masjid, apa yang menjadi fatwa dari Rasulullah Saw selalu 
didengar dan dipatuhi. Ketika seorang sahabat Abdullah bin Ummi Maktum yang 
buta matanya minta keringanan agar dimaklumi atau dibolehkan untuk shalat di 
rumah, maka Rasulullah Saw menanyakan kepadanya : "apakah engkau mendengar 
azan?". Karena jawabannya "ya", maka Rasulullah tetap menekankan kepadanya 
untuk datang ke masjid guna menunaikan shalat berjamaah, dan Abdullah-pun terus 
mendatangi masjid guna pelaksanaan shalat berjamaah.
Demikian secara umum profil imam masjid yang perlu ditumbuhkan dan diperkokoh 
agar kelak imam-imam masjid kita menjadi imam yang ideal. Manakala kualitas 
imam tidak ditingkatkan, maka peran yang bisa dilaksanakannyapun akhirnya hanya 
sebatas memimpin shalat berjamaah.

 


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke