http://republika.pressmart.com//RP/RP/2009/04/17/PagePrint/17_04_2009_012.pdf
Pesantren Perlu
Kuasai Internet

BOGOR — Pondok pesantren milik Nah -
dlatul Ulama (NU) yang tersebar di Kabu paten
Bo gor, Jawa Barat, kini melek teknologi. Me -
masuki era globalisasi, kalangan pon dok pe -
santren di wilayah itu mulai memanfaatkan
tek nologi informasi (TI), yakni internet untuk
ber interaksi dengan perkembang an zaman.
Pengasuh Ponpes Darul Muttaqien Parung,
Bogor, KH Mad Rodja Sukarta, mengatakan,
pe santren dapat menjadikan internet sebagai
media yang efektif agar dapat berdialog de -
ngan perkembangan global. Ponpes Darul
Mut taqien, kata dia, telah memanfaatkan tek -
nologi informasi dalam mengembangkan pe -
santren dan syiar Islam.
Tokoh NU Bogor itu menegaskan, sudah
saat nya kalangan pesantren menguasai media
internet. ‘’Pemanfaatan teknologi informasi
ba nyak membantu dan mendorong perkembangan
pesantren,’’ papar Kiai Mad Rodja.
Pihaknya mendukung upaya Menteri Komu -
nikasi dan Informasi, M Nuh, yang mendo rong
kalangan pesantren memperluas akses in for -
masi, khususnya perkembangan internet.
Dengan menguasai internet, kata dia, me -
mungkinkan santri memperoleh pengetahuan
secara luas untuk pengembangan pribadi dan
sosial. Menurut dia, sudah saatnya kalangan
pe santren mulai akrab dengan internet,
karena seluruh informasi dan pengetahuan
ter kini dapat diakses melalui dunia maya.
Menurutnya, khazanah pengetahuan aga -
ma yang secara tradisional diwariskan dari
satu generasi ulama ke generasi berikutnya,
ju ga dapat dilacak dengan mudah di internet.
“Internet sudah menjadi media komunikasi
paling dinamis dan canggih. Melalui in ternet,
terjadi pertukaran sosial yang pesat se hingga
interaksi antara manusia di dunia ti dak lagi
di batasi ruang dan waktu,” papar nya.
Komunitas pesantren, lanjut dia, kini tidak
lagi dapat menolak kehadiran internet atau
mengelak dari perkembangan yang terjadi.
Sebab, kata dia, hal itu akan menjauhkan pe -
santren dari masyarakat dan membuat pesan -
tren semakin termarjinalkan.
“Filosofi kehadiran pesantren di tengah
masyarakat adalah sebagai agen perubahan
sosial. Karena itu, pesantren harus tampil terdepan
dalam mempelopori perubahan untuk
kesejahteraan dan kemakmuran kehidupan
manusia,” kata mantan aktivis Pergerakan
Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang
Ciputat ini. ■ ant/hri

Kirim email ke