http://www.dutamasyarakat.com/1/02dm.php?mdl=dtlartikel&id=17267
Selasa, 19 Mei 2009
In Memoriam KH Abdul Haq Zaini, Pengasuh Ponpes Nurul Jadid
Baca Syahadat Sebelum Meninggal

Innalillahi wa inna ilaihi raaji?un. Masyarakat Kabupaten Probolinggo 
berduka. Pengasuh pondok pesantren tertua, Ponpes Nurul Jadid Paiton, 
Kabupaten Probolinggo, KH. Abdul Haq Zaini, Senin (18/05) dini hari 
sekitar pukul 01.30 WIB, menghadap ke Rahmatullah dalam usia 57 tahun.

Sosok kiai yang dikenal arif dan santun itu meninggal akibat sesak nafas 
yang dialaminya seusai mengisi pengajian di Kecamatan Pajarakan 
Probolinggo. Almarhum dikebumikan di area pemakaman keluarga yang 
terletak di lokasi pondok pada siang harinya, Senin sekitar pukul 13.00 
WIB.

Tampak para tokoh yang hadir, Bupati Pamekasan Kholilurrahman Wafie, 
Bupati Bondowoso Amin Said Husni, wakil Bupati Probolinggo Salim Qurays, 
Dewan Mustasyar PBNU KH Muchith Muzadi, ketua PWNU Jatim KH Moh Hasan 
Mutawakkil Alallah, Ketua MUI Kabupaten Probolinggo KH Syaiful Islam, 
Pimpinan Daerah Muhammadiyah HM Mudiono, Habib Jakfar bin Ali Baharun 
Brani Wetan.

Selain itu, juga KH Fawaid As?ad Syamsul Arifin, pengasuh Ponpes 
Sukorejo Situbondo, KH Kholil As?ad Syamsul Arifin, pengasuh Ponpes 
Walisongo Situbondo, KH Zakky Abdullah Situbondo, KH Najib Miad 
Banyuanyar, Bupati Sumenep KH Romdhan Siraj. Mantan Kabag Ops Polres 
Probolinggo Kompol Poerwoto.

Salat jenazah dilaksanakan di Masjid Jami? Nurul Jadid secara bergantian 
yang dipimpin oleh beberapa kiai dan habaib yang hadir. Lalu, pada pukul 
13.00 WIB, jenazah almarhum dimakamkan di Asta (pemakaman khusus 
keluarga Ponpes Nurul Jadid). Selesai salat jenazah, mewakili atas nama 
keluarga besar Nurul Jadid, disampaikan oleh Bupati Pamekasan 
Kholilurrahman.

Selain itu, ucapan ikut berbelasungkawa atas nama PBNU disampaikan KH 
Muchith Muzadi. ?Saat ini banyak ulama besar sudah banyak yang mulai 
dipanggil oleh Allah. Dan saya ucapakan banyak terima kasih kepada Kiai 
Abdul Haq, telah rela berjuang untuk agama dan umat. Semoga amal dan 
perjuangannya diterima oleh Allah. Amiin,? katanya disertai gemuruh 
tangisan dari ribuan masyarakat yang hadir saat itu menyertai kepergian 
almarhum.

Seorang pengurus koordinatorat Pondok Pesantren Nurul Jadid Muh. Yatim 
Hs (30) menceritakan, KH Abdul Haq sebenarnya tidak menderita penyakit 
apapun. Kondisi beliau saat meninggal juga tak terlihat seperti orang 
yang sedang sakit. ?Beliau sakit secara tiba-tiba, sebelum meninggal 
beliau sempat mengisi pengajian di Pajarakan,? ujar Mat Yatim, panggilan 
akrabnya, kepada Duta kemarin.

Yatim juga menceritakan Almarhum KH Abdul Haq sempat mengeluhkan sesak 
napas sepulang dari mengisi pengajian di Pajarakan tersebut. Almarhum 
sempat meminta tolong kepada sopir pribadinya yang bernama Hafid agar 
dipanggilkan santri untuk membantu membopongnya masuk ke dalam rumah.

?Kiai datang mengisi pengajian sekitar pukul 00.05 WIB dan sopir beliau 
yang bernama Hafid memanggil saya. Ia minta tolong agar Kiai dibantu 
untuk masuk ke dalam rumah, Akhirnya ada sekitar 7 santri yang membopong 
kiai masuk ke dalam rumah,? kenang Yatim

Setelah dibawa masuk kedalam rumah kondisi KH. Abdul Haq semakin kritis, 
pihak keluarga dan pengurus PP Nurul Jadid mulai kebingungan melihat 
kondisi kiai yang semakin parah. Namun demikian KH Abdul Haq sempat 
mengatakan kepada keluarga dan santrinya agar tak perlu membawanya ke 
rumah sakit. ?Kiai tidak mau dibawa ke rumah sakit. Beliau mengatakan 
tak mau merepotkan orang lain,? katanya

Akhirnya, pada Senin (18/05) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB suara 
tangis mulai terdengar dari kediaman KH.Abdul Haq. Kabar meninggalnya 
sosok kiai kharismatik di Probolinggo itu begitu cepat tersebar hingga 
ke luar area pondok. Ribuan santri yang menimba ilmu di Nurul Jadid pun 
sempat tercengang mendengar kabar duka itu. ?Semua santri tidak ada yang 
percaya kiai wafat soalnya memang tidak sakit dan kejadiannya begitu 
cepat. sebelum meninggal kiai sempat mengucapkan dua kalimat Syahadat 
lalu kemudian menghembuskan nafas terakhir,? kenang Yatim yang saat itu 
mengaku ikut merawat kiai sebelum meninggal. (rif/ug)




[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke