Allahummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fu 'anhu.

Pada tahun 1990, saya pernah menggikuti pengajian ramadlan yang kebetulan
beliau membacakan kitab Sullamut Taufiq di Mesjid PP Nurul Jadid. Selamat
Jalan guru kami...

afs


2009/5/19 Mukhlisin <[email protected]>

>
>
> http://www.dutamasyarakat.com/1/02dm.php?mdl=dtlartikel&id=17267
> Selasa, 19 Mei 2009
> In Memoriam KH Abdul Haq Zaini, Pengasuh Ponpes Nurul Jadid
> Baca Syahadat Sebelum Meninggal
>
> Innalillahi wa inna ilaihi raaji?un. Masyarakat Kabupaten Probolinggo
> berduka. Pengasuh pondok pesantren tertua, Ponpes Nurul Jadid Paiton,
> Kabupaten Probolinggo, KH. Abdul Haq Zaini, Senin (18/05) dini hari
> sekitar pukul 01.30 WIB, menghadap ke Rahmatullah dalam usia 57 tahun.
>
> Sosok kiai yang dikenal arif dan santun itu meninggal akibat sesak nafas
> yang dialaminya seusai mengisi pengajian di Kecamatan Pajarakan
> Probolinggo. Almarhum dikebumikan di area pemakaman keluarga yang
> terletak di lokasi pondok pada siang harinya, Senin sekitar pukul 13.00
> WIB.
>
> Tampak para tokoh yang hadir, Bupati Pamekasan Kholilurrahman Wafie,
> Bupati Bondowoso Amin Said Husni, wakil Bupati Probolinggo Salim Qurays,
> Dewan Mustasyar PBNU KH Muchith Muzadi, ketua PWNU Jatim KH Moh Hasan
> Mutawakkil Alallah, Ketua MUI Kabupaten Probolinggo KH Syaiful Islam,
> Pimpinan Daerah Muhammadiyah HM Mudiono, Habib Jakfar bin Ali Baharun
> Brani Wetan.
>
> Selain itu, juga KH Fawaid As?ad Syamsul Arifin, pengasuh Ponpes
> Sukorejo Situbondo, KH Kholil As?ad Syamsul Arifin, pengasuh Ponpes
> Walisongo Situbondo, KH Zakky Abdullah Situbondo, KH Najib Miad
> Banyuanyar, Bupati Sumenep KH Romdhan Siraj. Mantan Kabag Ops Polres
> Probolinggo Kompol Poerwoto.
>
> Salat jenazah dilaksanakan di Masjid Jami? Nurul Jadid secara bergantian
> yang dipimpin oleh beberapa kiai dan habaib yang hadir. Lalu, pada pukul
> 13.00 WIB, jenazah almarhum dimakamkan di Asta (pemakaman khusus
> keluarga Ponpes Nurul Jadid). Selesai salat jenazah, mewakili atas nama
> keluarga besar Nurul Jadid, disampaikan oleh Bupati Pamekasan
> Kholilurrahman.
>
> Selain itu, ucapan ikut berbelasungkawa atas nama PBNU disampaikan KH
> Muchith Muzadi. ?Saat ini banyak ulama besar sudah banyak yang mulai
> dipanggil oleh Allah. Dan saya ucapakan banyak terima kasih kepada Kiai
> Abdul Haq, telah rela berjuang untuk agama dan umat. Semoga amal dan
> perjuangannya diterima oleh Allah. Amiin,? katanya disertai gemuruh
> tangisan dari ribuan masyarakat yang hadir saat itu menyertai kepergian
> almarhum.
>
> Seorang pengurus koordinatorat Pondok Pesantren Nurul Jadid Muh. Yatim
> Hs (30) menceritakan, KH Abdul Haq sebenarnya tidak menderita penyakit
> apapun. Kondisi beliau saat meninggal juga tak terlihat seperti orang
> yang sedang sakit. ?Beliau sakit secara tiba-tiba, sebelum meninggal
> beliau sempat mengisi pengajian di Pajarakan,? ujar Mat Yatim, panggilan
> akrabnya, kepada Duta kemarin.
>
> Yatim juga menceritakan Almarhum KH Abdul Haq sempat mengeluhkan sesak
> napas sepulang dari mengisi pengajian di Pajarakan tersebut. Almarhum
> sempat meminta tolong kepada sopir pribadinya yang bernama Hafid agar
> dipanggilkan santri untuk membantu membopongnya masuk ke dalam rumah.
>
> ?Kiai datang mengisi pengajian sekitar pukul 00.05 WIB dan sopir beliau
> yang bernama Hafid memanggil saya. Ia minta tolong agar Kiai dibantu
> untuk masuk ke dalam rumah, Akhirnya ada sekitar 7 santri yang membopong
> kiai masuk ke dalam rumah,? kenang Yatim
>
> Setelah dibawa masuk kedalam rumah kondisi KH. Abdul Haq semakin kritis,
> pihak keluarga dan pengurus PP Nurul Jadid mulai kebingungan melihat
> kondisi kiai yang semakin parah. Namun demikian KH Abdul Haq sempat
> mengatakan kepada keluarga dan santrinya agar tak perlu membawanya ke
> rumah sakit. ?Kiai tidak mau dibawa ke rumah sakit. Beliau mengatakan
> tak mau merepotkan orang lain,? katanya
>
> Akhirnya, pada Senin (18/05) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB suara
> tangis mulai terdengar dari kediaman KH.Abdul Haq. Kabar meninggalnya
> sosok kiai kharismatik di Probolinggo itu begitu cepat tersebar hingga
> ke luar area pondok. Ribuan santri yang menimba ilmu di Nurul Jadid pun
> sempat tercengang mendengar kabar duka itu. ?Semua santri tidak ada yang
> percaya kiai wafat soalnya memang tidak sakit dan kejadiannya begitu
> cepat. sebelum meninggal kiai sempat mengucapkan dua kalimat Syahadat
> lalu kemudian menghembuskan nafas terakhir,? kenang Yatim yang saat itu
> mengaku ikut merawat kiai sebelum meninggal. (rif/ug)
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>  
>



-- 
A. Fawaid Sjadzili
http://fawaidku.blogspot.com


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke