http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&menu=news_view&news_id=17953

Buya Hamka Ternyata Pengikut Tarekat Qodiriyah Naqsabandiyah
Senin, 15 Juni 2009 16:05
Jakarta, NU Online
Siapa sangka mantan pimpinan Muhammadiyah Buya Hamka ternyata mengikuti tarekat 
Qodiriyah Naqsabandiyah dengan berbaiat kepada Abah Anom, mursyid tarekat dari 
pesantren Suryalaya Tasikmalaya.

Hal ini diungkapkan oleh Dr Sri Mulyati, pengajar tasawwuf UIN Syarif 
Hidayatullah Jakarta kepada NU Online baru-baru ini.

"Ini penelitian pribadi saya ketika menyelesaikan disertasi, ada fotonya ketika 
berbaiat dengan Abah Anom. Cuma ada sebagian orang Muhammadiyah yang tidak 
percaya," katanya.

Mantan Ketua Umum Fatayat NU ini menuturkan, Hamka sendiri pernah berujar di 
Pesantren Suryalaya Tasikmalaya bahwa dirinya bukanlah Hamka, tetapi "Hampa". 
"Saya tahu sejarahnya, saya tahu tokoh-tokohnya, tetapi saya tidak termasuk di 
dalamnya, karena itu saya mau masuk. Akhirnya beliau masuk, karena mungkin haus 
spiritual," tandasnya.

Hamka memang dikenal memahami dunia tarekat. Salah satu karyanya adalah 
Tasawwuf Modern, yang mengupas dunia tasawwuf dan penerapannya pada era modern 
ini.

Tokoh lain yang dikenal publik sangat rasional tetapi juga mengikuti tarekat 
adalah Harun Nasution. Menurut Sri Mulyati yang lulus doctor dari McGill 
University ini, persentuhan Harun dengan dunia tarekat dimulai ketika mengantar 
proses penyembuhan anaknya ke Suralaya. Ia melihat, hanya dengan sholat 
tahajjud saja, seseorang bisa sembuh.

"Akhirnya, sampai akhir hayatnya, beliau sangat sufi, ikut Abah Anom, padahal 
beliau seorang profesor yang sangat rasional," terangnya.

Ibnu Taimiyah, yang oleh sebagian orang dipercaya anti tarekat, ternyata juga 
secara pribadi mengikuti tarekat.

"Dalam bukunya Syeikh Hisyam Kabbani, dia belajar dan mempraktekkan tarekat, 
memang tidak mengajarkan. Kayak Imam Ghozali, belajar dan mempraktekkan, 
meskipun bukan mursyid, setelah dia tidak puas di ilmu kalam, akhirnya belajar 
tasawwuf dan mengamalkan sehingga menghasilkan rekonsiliasi," ujarnya. (mkf) 

Kirim email ke