http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&menu=news_view&news_id=17952

PBNU Berharap Masalah Buddha Bar Dituntaskan
Senin, 15 Juni 2009 15:12
Jakarta, NU Online
Keberadaan Buddha Bar di Jalan Teuku Umar Jakarta yang menggunakan atribut 
Budha untuk bar yang dikelolanya masih menuai masalah karena adanya indikasi 
masih digunakannya simbol-simbol agama untuk tujuan komersial ini.

Ketua PBNU KH Masdar Farid Mas'udi mengatakan pihaknya menyesalkan masalah yang 
masih terus berlarut itu. "Selaku sesama umat beragama di Indonesia kami ikut 
prihatin atas berlarut-larutnya kasus Buddha Bar yang hanya menambah problem 
sosial yang sudah menumpuk di tengah-tengah masyarakat kita," kata Masdar, Ahad 
(14/6).

Forum Masyarakat Lintas Agama pada Sabtu pekan lalu, kembali menyuarakan 
penolakan penggunaan atribut agama pada Buddha Bar. Namun aksi damai melalui 
renungan suci ini urung diadakan. Massa yang berjumlah sekira 200 orang tidak 
diperkenankan mendekati pertigaan Jalan Teuku Umar, di depan Buddha Bar.

Masdar mengtakan, pihaknya sepakat dengan umat Buddha bahwa fenomena Buddha Bar 
bukan ekspresi penghargaan terhadap keyakinan umat Buddha dan simbol-simbol 
sucinya. Namun lebih merupakan komersialisasi dan kapitalisasi simbol agama 
untuk tujuan bisnis oleh pihak-pihak yang sama sekali tidak ada urusan dengan 
keyakinan dan lambang kesucian Buddha.

Karena itu pihaknya ikut meminta kepada pemerintah pusat atau daerah untuk 
mendengarkan aspirasi umat Buddha agar segera mencabut izin usaha restoran 
Buddha Bar.

"Yakinlah bahwa pajak yang dipungut dari usaha tersebut tidak sebanding dengan 
nilai penghormatan negeri berketuhanan ini terhadap agama dan keyakinan sah 
warganya," tegasnya.

Menurut Perwakilan Masyarakat Lintas Agama, Kevin Wu, yang melakukan aksi di 
depan Buddha Bar, pihaknya telah mengajukan pemberitahuan kepada polisi atas 
aksi tersebut.

Menurut Kevin pemilik dan pengelola Buddha Bar telah membohongi publik. Sebab 
hingga kini penggunaan atribut agama masih berlanjut. Dia mengimbau calon-calon 
pemimpin negara memberi perhatian pada persoalan ini.

Sebelumnya, beberapa waktu lalu saat kasus ini mencuat, pengelola Buddha Bar 
sempat mencopt papan nama Buddha Bar. Namun masalah ini kembali mencuat karena 
simbol-simbol Buddha masih digunakan. (okz/mad) 

Kirim email ke