http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2009/07/06/71155/Deplu.Protes.Mesir..4.Mahasiswa.Dibebaskan
Berita Utama
06 Juli 2009
Deplu Protes Mesir, 4 Mahasiswa Dibebaskan
JAKARTA- Departemen Luar Negeri sudah mengirimkan nota protes ke Pemerintah 
Mesir pada 30 Juni 2009 lalu, menyusul terjadinya penyiksaan terhadap empat 
mahasiswa RI oleh aparat kepolisian setempat.

Tak cukup, Departemen Luar Negeri (Deplu) akan meminta waktu bertemu dengan 
pejabat Deplu Mesir untuk meminta jaminan kekerasan serupa tak diulangi 
lagi.

”Kita sudah mengirimkan nota 30 Juni lalu. Dan juga saat ini sedang 
menyatakan meminta waktu untuk bisa bertemu pejabat tinggi Deplu di sana 
(Mesir),” ujar Juru Bicara Deplu Teuku Faizasyah, Minggu (5/7).

Bagaimanapun Deplu akan menempuh jalur diplomatik untuk mengklarifikasi 
penyiksaan yang dialami 4 mahasiswa Indonesia di Mesir. Nota protes itu 
sudah direspons salah satunya dengan pembebasan mahasiswa. Adapun jadwal 
pertemuan yang diminta Deplu belum dijawab.

”Belum. Kan hari libur di sana. Kita sudah sampaikan nota, berangkat dari 
situ mendorong dilepaskannya mahasiswa kita. Kita minta penjelasan tentang 
penangkapan agar mereka dibebaskan kalau mereka tak terbukti bersalah karena 
dugaan aktivitas politik,” jelas dia.

Maka pada 1 Juli 2009 lalu keempat mahasiswa tersebut dibebaskan. Adapun 
untuk jaminan bahwa Mesir tak mengulangi perbuatannya lagi, akan disampaikan 
setelah pejabat Deplu RI dan Deplu Mesir bertemu.

”Kita akan mintakan dalam kesempatan pertemuan nanti. Ya karena Mesir adalah 
negara yang menerapkan darurat militer, sehingga peran aparat keamanan 
sangat menonjol. Kita akan minta perhatian pemerintah tentang kasus salah 
tangkap ini,” tutur Faizasyah.

Keempat mahasiswa itu, Faizasyah mengatakan, keadaannya sudah lebih baik. ”Saya 
mendapat informasi mereka telah menyampaikan bahwa ingin terus melanjutkan 
sekolahnya,” tandasnya.


Empat mahasiswa Indonesia di Mesir dianiaya oleh polisi setempat. Mereka 
ditelanjangi dan disetrum selama 3 hari. Kejadian itu bermula ketika pada 28 
Juni lalu polisi Mesir menggerebek kos-kosan mereka untuk mencari mahasiswa 
asal Tapanuli bernama Ismail Nasution.


Ismail dicari polisi karena diketahui membuka situs Ikhwanul Muslimin Online 
dan diduga menjadi bagian dari jaringan Islam radikal. Tak menemukan Ismail, 
polisi malah menangkap 4 mahasiswa lain asal Kabupaten Rokanhulu, Pekanbaru, 
Riau. Mereka adalah Faturrahman, Arjil, Ahmad Yunus, dan Tafri Sugand yang 
merupakan mahasiswa Universitas Al Azhar.


Sementara itu, keluarga mahasiswa Indonesia asal Riau di Mesir yang menjadi 
korban penyiksaan polisi setempat berencana ingin bertemu dengan Gubernur 
Riau Rusli Zainal. Mereka berharap, Pemerintah Provinsi Riau bisa 
menjembatani keinginan keluarga korban untuk bertemu dengan Menlu di 
Jakarta.


Karena itu kami berharap dapat diberi kesempatan untuk bisa bertemu dengan 
Gubernur Riau,” kata Sainul Muttaqien kakak dari Fatuhrraman  mahasiswa yang 
disiksa di Pekanbaru.(dtc-76)


http://www.detiknews.com/read/2009/07/04/145021/1158989/10/kronologi-penangkapan-dan-penyiksaan-4-mahasiswa-ri-di-mesir

Sabtu, 04/07/2009 14:52 WIB
Kronologi Penangkapan dan Penyiksaan 4 Mahasiswa RI di Mesir
Chaidir Anwar Tanjung Shohib Masykur - detikNews

Fathurrahman (Foto: dok. detikcom)

Jakarta - Empat mahasiswa Universitas Al Azhar Mesir asal Indonesia
ditangkap polisi karena dicurigai sebagai aktivis Islam radikal. Selama
ditahan, mereka mengalami penyiksaan berupa pemukulan dan setrum.

Fathurrahman, salah satu dari keempat mahasiswa tersebut, menceritakan
kronologi penangkapan tersebut. Berikut cerita Fathur kepada detikcom
melalui surat elektronik, Sabtu (4/7/2009).

Saat itu hari Minggu (28/6/2009) kira-kira pukul 02.30 waktu Kairo. Fathur
tengah berkumpul di rumah kontrakan bersama 4 orang kawannya, yakni Ahmad
Yunus, Arzil, Tasri Sugandi, dan Jakfar (tamu).

"Tiba-tiba kami didatangi 12 polisi Mesir. Lima di antaranya lengkap dengan
senjata di tangan, 5 hanya memakai pakaian biasa, 1 membawa linggis
sepanjang 1 meter, dan 1 membawa gunting kawat," tutur Fathur.

Setelah dibukakan pintu, para polisi itu menanyakan visa. Setelah itu mereka
menggeledah seisi rumah selama 15 menit dan tidak menemukan yang mereka
cari. "Saya sempat menangkap pembicaraan telepon ketua mereka kalau yang
dicari-cari tidak ditemukan," kata Fathur.

Di rumah itu terdapat 3 komputer. Para polisi itu lantas memeriksa ketiga
komputer tersebut. Saat hendak memeriksa komputer kedua, mereka melihat di
dinding kamar terpajang poster pemimpin Hamas yang telah almarhum, Syeikh
Ahmad Yasin serta gambar silsilah Hamas.

"Sontak mereka naik pitam dan menyuruh copot. Awalnya teman saya yang
disuruh nyopot, kebetulan dia menanggalkannya agak lambat dan mendapat 3
kali pukulan di punggung," ucap Fathur.

Sepuluh menit berlalu, dan mereka meneruskan menggeledah rumah dan mengambil
beberapa buku karangan Yusuf Al-Qardhawi. Setelah itu Fathur dkk digiring ke
bawah dan disuruh berbaris. Mereka lantas dimasukkan ke dalam mobil.

"Ketika naik mobil kami sempat mendapat pukulan di kepala belakang satu per
satu. Saya hampir jatuh ketika itu," kata Fathur.

Di dalam mobil ternyata telah terdapat 1 tahanan asal Kazakhstan yang
menunggu dengan mata tertutup kain. Saat itulah Jakfar yang berusia paling
muda dibebaskan dengan alasan belum cukup umur.

Rombongan mahasiswa itu lantas dibawa ke kantor polisi. Di sana mereka
dimasukkan ke dalam kamar berukuran 4x4 meter yang kotor dan pengap. Di
kamar itu mereka tidur tanpa boleh melonjorkan kaki hingga pukul 08.00.

"Pukul delapan pagi kita dikasih makanan 'ais (roti gandum) dan manisan
dengan mata tertutup kain," kata Fahur.

Setelah itu proses interogasi pun dimulai. Selain mereka ada 15 orang
lainnya yang ditahan. Dua orang Prancis, 1 Kanada, 5 Aljazair, dan sisanya
Rusia.

http://www.detiknews.com/read/2009/07/04/161558/1159038/10/buah-zakar-disetrum-fathur-diinterogasi-soal-osama-ikhwanul-muslimin
Sabtu, 04/07/2009 16:15 WIB
4 Mahasiswa Disiksa di Mesir
Buah Zakar Disetrum, Fathur Diinterogasi Soal Osama & Ikhwanul Muslimin
Chaidir Anwar Tanjung Shohib Masykur - detikNews


Fathurrahman (Foto: dok. detikcom)

Jakarta - Setelah ditangkap, 4 mahasiswa Universitas Al Azhar asal Indonesia
lantas diinterogasi oleh polisi Mesir. Mereka ditanya seputar Osama bin
Laden dan Ikhwanul Muslimin. Selama interogasi itu mereka kenyang disiksa
dengan setruman.

"Setiap kali pertanyaan saya jawab dihadiahi sentruman satu, dua, tiga. Di
paha kiri, perut kiri, puting susu kanan dan kiri. Ketika saya disetrum
seperti itu, saking tidak kuatnya saya sempat memanggil, ibu..ibu..," tutur
salah satu korban penganiayaan, Fathurrahman, dalam surat elektroniknya
kepada detikcom, Sabtu (4/7/2009).

Fathur bercerita, setelah ditahan pada Minggu (28/6/2009) dini hari, pada
pagi harinya mereka lantas diinterogasi secara bergilir. Dirinya mendapat
jatah satu jam setelah salat Zuhur.

"Dengan mata tertutup saya dibimbing oleh salah satu polisi ke ruang
interogasi. Baru masuk ruangan kemaluan saya langsung disetrum," kata
Fathur.

Setelah itu baju Fathur lantas dilepas secara paksa dan digunakan untuk
menutup matanya, menggantikan kain yang sebelumnya telah ditutupkan ke
matanya. Lalu Fathur disuruh melepas celana dan duduk di lantai dalam
keadaan telanjang bulat. Kakinya dilonjorkan sedikit dan diikat oleh salah
satu polisi.

"Masih dalam kondisi duduk, tangan saya ditarik ke belakang dan diikat
dengan celana yang saya pakai, dan saya diperintahkan berbaring dengan
tangan terikat," lanjut Fathur.

Setelah itu Fathur ditanya berbagai persoalan, mulai dari Osama bin Laden,
Ikhwanul Muslimin, hingga urusan-urusan pribadi menyangkut ibadah dan
kuliahnya. Setiap pertanyaan yang dia jawab selalu mendatangkan setruman di
berbagai bagian tubuhnya, mulai kemaluan, puting susu, paha, tangan, hingga
perut.

"Apakah Anda salat di awal waktu?" tanya sang interogator seperti dituturkan
Fathur.

"Kalau saya lagi mood," jawab Fathur. Kontan dia disengat setruman di buah
zakarnya.

"Apakah Anda selalu hadir kuliah?" tanya sang interogator lagi.

"Saya kuliah waktu ujian saja," jawab Fathur. Lagi-lagi buah zakarnya
menjadi sasaran setruman.

Begitulah, Fathur lantas dihujani berbagai macam pertanyaan yang tak masuk
akal. Antara lain dengan siapa dia main bola, kenapa dia tidak main bola
dengan orang Mesir, apakah dia punya teman warga Mesir, apakah dia kenal
Osama bin Laden, apakah dia anggota Ikhwanul Muslimin, dan lain-lain.

Fathur menjawab dirinya tidak mengenal Osama. Dia juga mengaku bukan anggota
Ikhwanul Muslimin. Setiap jawaban, lagi-lagi, selalu mendatangkan setruman.

Setelah penyiksaan itu berlangsung 15-20 menit, Fathur dilepaskan dari
ikatan dalam kondisi lemah lunglai dan ketakutan. Lalu polisi membuatkan
berita acara pemeriksaan dan mengembalikan Fathur ke tahanan awal setelah
dia mengenakan kembali baju dan celananya.

"Masih di ruang tahanan, saya berdoa semoga tidak diintrogasi lagi sambil
sedikit menangis merenungi dosa selama ini," kata Fathur.

Sekitar 20 menit kemudian Fathur dipanggil bersama dua orang temannya, Yunus
dan Tasri Sugandi. Polisi menulis data pribadi mereka dan menyuruh mereka
kembali ke tahanan setelah ditanya 1 hal, yakni apa pengaruh Osama bin Laden
di Indonesia.

"Sambil menangis saya menjawab saya tidak kenal dengan Osama bin Laden,"
kata Fathur.

Dua jam setelah mereka kembali ke tahanan semula, mereka diberi nasi, gulai
daging, dan anggur merah manis. Usai azan Isya, lagi-lagi mereka
diperintahkan makan, kali ini 'ais (roti gandum), selai, dan keju.

"Beberapa teman yang satu tahanan banyak yang mogok makan, tapi tetap
dipaksa polisi dengan alasan biar kuat. Saya sempat terpikir kalau dikasih
makan banyak seperti ini besok biar kuat diinterogasi lagi," lanjut Fathur.

Pada pukul 23.00 waktu setempat mereka dipindahkan ke tahanan Hay Sittah. Di
sana Fathur bersama 18 orang lainnya dijebloskan ke dalam kamar berukuran
4x3,5 yang berpenerangan lampu 5 watt dan hanya memiliki sebuah lubang
udara. Mereka tidak diberi makanan maupun air minum. Selama 2 hari ditahan
itu mereka terpaksa membeli makanan sendiri lewat penjaga tahanan.

Setelah 3 hari ditahan akhirnya mereka dibebaskan pada Rabu (1/7/20090)
pukul 02.00 WIB. Mereka diberi pesan agar tidak bergaul dengan Ikhwanul
Muslimin. Jika tertangkap lagi, mereka akan dideportasi ke negara
masing-masing.

"Pukul 3.00 kami sampai di rumah dengan selamat berkat doa dari teman-teman
yang prihatin dan simpati," kata Fathur mengakhiri penuturannya. (sho/asy)


__________ Information from ESET Smart Security, version of virus signature 
database 4193 (20090626) __________

The message was checked by ESET Smart Security.

http://www.eset.com




__________ Information from ESET Smart Security, version of virus signature 
database 4193 (20090626) __________

The message was checked by ESET Smart Security.

http://www.eset.com





------------------------------------

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[email protected] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke