Komnas HAM: Kisruh DPT, SBY Tetap Lambat dan Ragu
Selasa, 07 Juli 2009, 09:52:28 WIB

Laporan: Widya Victoria

 
 
Jakarta, RMOL. Pernyataan Susilo Bambang Yudhoyono yang baru merespon 
permasalahan daftar pemillih tetap (DPT) sesaat setelah keputusan Mahkamah 
Konsitusi (MK), kemarin (6/7), justru mengesankan capres nomor punggung dua ini 
lamban dan ragu. 

“Saya kira SBY terlambat memberikan respon terhadap kekisruhan DPT. Kenapa dia 
tidak memperlihatkan political will sebelum MK memutuskan,” ujar Wakil Ketua 
Komisi Nasional HAM, Ridha Saleh saat dihubungi Rakyat Merdeka Online, beberapa 
saat lalu (Selasa, 7/7). 

SBY, dalam keterangan persnya kemarin di kediamannya di Cikeas, Bogor, mengaku 
merasa sangat bersyukur dan lega dengan putusan MK yang mengizinkan warga 
negara yang tidak tercantum dalam DPT bisa mencontreng dengan menunjukkan kartu 
tanda penduduk (KTP) atau paspor asli. Pernyataan SBY itu, menurut Ridha, patut 
dipertanyakan. Sebab, ketika banyak pihak yang menyatakan ketidakberesan DPT, 
SBY justru diam dan cenderung menyalahkan Komisi Pemilihan Umum (KPU). 

“Selaku kepala negara, SBY memiliki tanggung jawab penuh terhadap hak pemenuhan 
warga negara. Kita tidak mengerti di saat kekisruhan DPT dipersoalkan, SBY 
tidak mengambil langkah-langkah penyelesaian signifikan. Setelah ada upaya dari 
pihak lain, SBY baru berucap,” tandas Ridha. [wid] 
 
http://www.rakyatmerdeka.co.id/news/2009/07/07/77695/Komnas-HAM:-Kisruh-DPT,-SBY-Tetap-Lambat-dan-Ragu
 
 
Berbohong pada Publik, Seharusnya SBY Minta Maaf dengan Putusan MK
Selasa, 07 Juli 2009, 09:33:34 WIB

Laporan: Yayan Sopyani al-Hadi


 
Jakarta, RMOL. Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang kartu tanda penduduk 
(KTP) dan paspor dalam Pilpres 2009 merupakan tamparan keras ke wajah SBY dan 
Komisi Pemilihan Umum (KPU). 

Demikian disampaikan Ketua Lembaga Pengkajian Demokrasi dan Negara 
Kesejahteraan (Pedoman Indonesia), Fadjroel Rachman, kepada Rakyat Merdeka 
Online beberapa saat lalu (Selasa, 7/7). 

“Berarti selama ini telah terjadi kebohongan publik bahwa tidak ada masalah 
dalam daftar pemilih tetap (DPT). Publik akan bertanya-tanya berarti DPT pada 
Pemilihan Legislatif 2009 juga bermasalah,” kata Fadjroel. 

Menurut Fadjroel, seharusnya SBY meminta maaf atas kebohongan publik terkait 
DPT selama ini. Ini membuktikan, katanya, bahwa SBY sebagai presiden tidak bisa 
menyelesaikan masalah DPT. [yan
 
http://www.rakyatmerdeka.co.id/news/2009/07/07/77693/Berbohong-pada-Publik,-Seharusnya-SBY-Minta-Maaf-dengan-Putusan-MK




      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke