waaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhh...........ternyata pollling
capres CURANG !!!!!
tapi, bener nggak ya...

http://enhidayat.multiply.com/ 
-------Original Message-------
 
From: arman puspa
Date: 07/07/09 06:45:10
To: [email protected]
Cc: [email protected];  [email protected]; 
[email protected];  [email protected]; 
[email protected];  [email protected]; 
[email protected];  [email protected]; 
[email protected];  [email protected]; 
[email protected];  [email protected]; 
[email protected];  [email protected];  krezty27...@yahoo
com;  [email protected];  [email protected]; 
[email protected];  [email protected];  [email protected]; 
[email protected];  [email protected];  yusup darmanto
Subject: [Klub Guru Indonesia] OOT:Rahasia di Balik Polling SMS TV One dan
Metro TV ... (Ayo Belajar Jujur ...!!!)
 





Tulisan yang ada di link ini menurut saya adalah benar

http://politikana. com/baca/ 2009/07/04/ rahasia-di- balik-polling-
sms-tv-one- dan-metro- tv.html

Secara etika kita selaku CP tidak bisa melakukan ini untuk nomor yang kita
kelola sendiri. Tapi di cerita di atas CP yang bercerita melakukan "bom"
untuk nomor lain dari CP lainnya.

Mudah-mudahan masih terkait TI sehingga tidak OOT



Rahasia di Balik Polling SMS TV One dan Metro TV 
Penting +10 Dwiki Setiyawan 
Sabtu, 4 Jul '09 21:37 
 
Di milis Kahmi Pro Network, rekan saya Fami Fachrudin yang mantan caleg
DPR-RI dari Partai Gerindra, menulis catatan ringan mengenai kegiatan
polling short message servive (sms) saat berlangsung acara Debat Capres dan
Cawapres beberapa waktu lalu.
Dari penuturannya, barulah saya tahu, "Oh begini tho 'pertempuran'  yang
terjadi dibalik kegiatan polling sms untuk saling dongkrak-mendongkrak
perolehan hasil akhir yang selama ini tidak diketahui publik."
Rekan Fami Fachrudin ini pendapatnya saya kutip untuk tulisan ini, karena
dia punya kapasitas untuk bicara soal polling sms dimaksud. Saat ini ia
Presiden Direktur PT ASMINDO. Sebuah perusahaan berkantor di Jakarta yang
bergerak di bidang content provider, telekomunikasi dan teknologi informasi.
Pembaca yang ingin tahu banyak soal sosok satu ini, silakan klik situsnya di
http://www.masfami.com.
Di milis tersebut, Fami yang asli Bumiayu Jawa Tengah itu menuturkan bahwa
ia menggunakan SMSCaster untuk 'membom' empat digit nomor tujuan pengiriman
sms. Program SMSCaster ini, katanya pula  bisa dicari di internet lewat
Mesin Pencari Google.
Berikut catatan Fami Fachrudin mengenai sepak terjang dibalik kegiatan
Polling SMS Debat Capres dan Cawapres selengkapnya:
Karena debat capres-cawapres sudah usai, mungkin perlu sedikit diungkap
secara singkat bagaimana kegiatan polling di TV One dan Metro TV.
Saya sedih dan geli, ketika para pakar dan juru bicara Tim Kampanye Nasional
dengan "serius" membahas hasil polling tersebut, termasuk our newly crowned
as professor yang pada debat cawapres ke-1 jadi komentator di Metro TV.
Padahal, bersama Ami Geis, Dian, dan Tatat di OhLaLa (belakangan datang
Medrial, Hamid, dan IJP) saya kirim ribuan sms dari laptop saya untuk
menyodok suara dukungan sms utk Prabowo hingga 32%. Saya geli saat pengamat
kita membahas hasil polling tersebut dengan segala argumennya.
***
Saat debat capres pertama usai, paginya Mega-Prabowo Media Center membahas
soal perolehan suara Mega pada polling sms kedua TV tersebut yang sangat
rendah. Mereka mengeluh karena kesulitan mengirimkan sms dukungan ke 3030
(TV One) maupun 6876 (Metro TV).
Sebagai orang yang menggeluti bisnis content provider, saya mengerti betul
bagaimana teknis yang ada di belakang mesin 3030 dan 6876 bekerja. Lalu saya
sampaikan kepada kawan-kawan (di Tim Sukses Mega-Prabowo), sediakan saya
pulsa senilai 10 juta rupiah, saya akan bekerja menaikkan angkanya.
Singkat kata, seusai debat cawapres 1, suara Prabowo di Metro TV mencapai 32
 Boediono 45, dan Wiranto 20. Itu berkat 2 buah modem dan pulsa senilai Rp
10 juta.
Mungkin merasa kecolongan (Boediono di bawah 50%), pada debat capres ke-2,
atau seri debat ke-3 dari serial debat itu, pengiriman memakai modem
dipersulit. Puji Tuhan, ada orang Metro TV yang teledor kirim sms ke nomor
yang dipakai untuk "menggempur" berbunyi:
"Tolong jangan jadi spammers -Metro TV".
I got you! Rupanya aliran sms yang masuk ke mesin 6876 'diplototin' sama
mereka sehingga nomor yang berkali-kali masuk bisa ketahuan. Sms itu adalah
bukti bahwa aliran sms yang masuk "dikontrol" oleh mereka. Pikiran kotor
saya berpendapat, mereka mau mengontrol agar suara SBY-Boediono tetap di
atas 50%.
Ini jelas tidak fair. Pertama, sms yang saya kirim isinya sesuai dengan
petunjuk. Kedua, jumlah sms yg saya kirim tidak melanggar aturan karena
presenter bilang: kirim sebanyak-banyaknya !
Malam itu hasilnya mengecewakan. Paginya Media Center mengadakan jumpa pers
untuk sedikit menyentil praktek tersebut.
Pada seri ke-4 atau debat cawapres ke-2, saya sediakan 5 modem dan pulsa
senilai 3p 20 juta. Hasilnya, suara Prabowo di TV One merangsek hingga 36%
(Boediono 48). Hanya di Metro TV yang saya dapati masih "dipermainkan".
Sejak pukul 18.00 hingga 21.00 wib, seluruh sms berisi "Cawapres 1″ yg
dikirim ke 6876 mental dan dapat jawaban "layanan tidak tersedia". Anehnya,
jam 21.00 Metro TV tetap mengumumkan hasil pollingnya.
Seri debat terakhir saya pulang kampung jadi tidak ikutan polling. Hasilnya
Mega mendapat 14% di TV One dan 9% di Metro TV.
Tahukah Saudara bagamana SBY-Boediono menangani polling ini? Mereka membayar
sebuah perusahaan content provider (namanya saya rahasiakan) dan menyiapkan
seluruhnya 50 modem.




 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke