hehe...barangkali tekstualis ada dua Gus. tektualis radikal model bomber itu 
dan tekstualis moderat kayak yai ma'ruf, dan sudah ada tekstualis liberal kayak 
syahrur...wah bikin mumet.

Sama-sama tekstualis tapi istidlalnya beda. jika istidlalnya lemah jadinya 
bomber, jika istidlalnya agak kuat jadinya yai ma'ruf. dalam arti semua pemikir 
islam sbetulnya tekstualis hanya saja ada tekstualis murni seperti ay syafi'i, 
tekstualis rasional seperti al jashash dan tekstualis praksis seperti al 
ghazali dan syatibi...;)



salam,



--- In [email protected], "Abdul GhOfuR" <abdulghof...@...> wrote:
>
> Kiyai Makruf acap dianggap sebagai faksi radikal dan tekstualis ditubuh NU. 
> Tapi kali ini dia menuduh kelompok lain sebagai "tekstualis". he he ..
> 
> http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&menu=news_view&news_id=18508
> 
> Kiai Ma'ruf: Kelompok Islam "Tekstualis" Makin Marak di Indonesia
> Jumat, 17 Juli 2009 19:06
> 
> Jakarta, NU Online
> Wakil Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ma'ruf Amin, 
> mengatakan, kelompok Islam yang memiliki pola pikir "tekstualis" terhadap 
> ajaran agama, makin marak di Indonesia.
> 
> Mereka, katanya Kiai Ma'ruf, memahami ajaran Islam hanya berdasarkan teks 
> suci, tanpa ada penafsiran secara substansial. Akibatnya, sering kali 
> terjadi kesalahpahaman dan bahkan kerap terjadi penggunaan teks suci agama 
> secara serampangan.
> 
> "Pola pikir tekstualis ini adalah bentuk kesesatan dalam (memahami) agama," 
> ujar Kiai Ma'ruf dalam khotbah Jumat di Masjid Al Hikam II, Depok, Jawa 
> Barat, Jumat (17/7).
> 
> Di sisi yang lain, lanjutnya, juga muncul kelompok Islam yang berpola pikir 
> "liberal". Kelompok ini, katanya, justru kebalikan dari kelompok tekstualis. 
> Namun, dalam menafsiri teks suci agama, mereka cenderung sangat bebas tanpa 
> aturan.
> 
> Seperti halnya kelompok tekstualis, imbuhnya, kelompok liberalis itu juga 
> merupakan ancaman bagi Islam. Pasalnya, mereka cenderung akan 
>  "menyimpangkan" pemahaman atas ajaran agama.
> 
> "Mereka mendistorsi agama, menafsirkan teks agama tanpa menggunakan 
> batasan-batasan. Penafsirannya sering kali keluar dari `garis-garis' agama," 
> terang Kiai Ma'ruf dalam khotbahnya di masjid yang didirikan KH Hasyim 
> Muzadi itu. (rif)
>


Kirim email ke