Sirajut Thalibin Tawarkan Model Tasawuf Zaman Ini
Rabu, 22 Juli 2009 10:16

 Kediri, NU Online
Kitab Sirajut Thalibin karya Syekh Ihsan bin Dahlan Kediri atau di kalangan 
pesantren lebih dikenal dengan Kiai Ihsan Jampes menawarkan model tasawuf 
baru untuk zaman ini. Misalnya ajaran tentang uzlah yang secara umum 
diartikan sebagai pengasingan diri dalam kesunyian duniawi, oleh Syekh Ihsan 
dimaknai sebagai pengasingan diri dalam kehidupan bersama masyarakat yang 
majemuk.

Hal ini disampaikan KH Abidurrahman Masrukhin. Ia adalah penerus pengajian 
Sirajut Thalibin di lingkungan Pondok Pesantren Jampes yang diadakan tiga 
kali seminggu yakni Jum’at, Sabtu, dan Ahad malam pukul 22.30 WIB di masjid 
Pesantren Nurul Amin Jampes, Kediri.

”Uzlah bukan lagi menyepi, tapi bagaimana hidup dalam masyarakat majemuk. 
Inilah yang disebut sebagai tasawuf hadzaz zaman (tasawuf zaman ini),” 
katanya kepada NU Online usai acara haul ayahnya KH Masruhin di Pondok 
Pesantren Nurul Amin Jampes, Ahad (19/7) lalu. KH Masruhin sendiri adalah 
keluarga pesantren Jampes yang menciptakan lambang untuk pesantren ini, 
dengan nama Pesantren Al-Ihsan, diambilkan dari nama Kiai Ihsan Jampes.

Gus Abid panggilan akrab KH Abidurrahman Masrukhin adalah satu-satunya 
pewaris pengajian kitab Sirajut Thalibin yang memperoleh sanad langsung dari 
ayahnya KH Masruhin, dan ayahnya berguru langsung kepada Syekh Ihsan.

Pengajian kitab dua jilid setebal lebih dari seribu halaman ini hanya 
menghabiskan satu rai atau satu halaman saja setiap malamnya. Pengajian di 
masjid Pesantren Nurul Amin Jampes saat ini sudah sampai jilid kedua halaman 
70.

Sirajut Thalibin, salah satu kitab kuning karya ulama besar Nusantara ini 
memang kembali mencuat setelah ditemukan kasus pembajakan oleh penerbit 
Darul Kutub Al-Ilmiyah Beirut, Lebanon. Nama pengarangnya diganti syekh 
Ahmad Zaini Dahlan Al-Hasani Al-Hasyimi Al-Maki. Kasus ini masih diusut oleh 
berbagai pihak terkait.

Ajaran lainnya tentang tasawuf zaman ini dalam Sirajut Thalibin, menurut Gus 
Abid adalah soal zuhud. Biasanya zuhud diartikan sebagai tapa dunia atau 
menghindari harta benda. Syekh Ihsan mengajarkan bahwa orang yang zuhud 
sebenarnya adalah mereka yang dikejar harta, namun tak merasa memiliki harta 
itu sama sekali.

”Jadi zuhud adalah tapa dunia tapi malah kaya. Nah kalau sudah kaya lantas 
mencari jalan yang terbaik dalam menafkahkan hartanya itu. Inilah ajaran 
Sirajut Thalibin. Bahkan Kiai Ihsan sendiri adalah orang yang kaya raya,” 
katanya.

Satu lagi pelajaran dari Sirajut Thalibin adalah soal syukur, atau 
berterimakasih atas semua karunia dari Allah SWT. Kata Syekh Ihsan dalam juz 
dua kitab Sirajut Thalibin, doa yang paling tinggi adalah kalimat 
Al-Hamdulillah, segala puji bagi Allah. (nam)



------------------------------------

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[email protected] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke