http://jawapos.co.id/halaman/index.php?act=detail&nid=85405 [ Jum'at, 14 Agustus 2009 ] Filipina Gempur Sarang Abu Sayyaf, 54 Orang Tewas
MANILA - Tidak kurang dari 400 personel Marinir, angkatan darat, dan kepolisian Filipina dikerahkan ke kawasan selatan Pulau Basilan Rabu (12/8). Sambil melancarkan serangan-serangan maut, mereka menggempur dua sarang militan Abu Sayyaf yang berafiliasi dengan jaringan Al Qaidah. Sedikitnya 54 orang tewas dalam bentrok itu. Korban tewas dalam insiden paling mematikan selama beberapa tahun terakhir tersebut terdiri atas 23 personel militer dan 31 militan. "Ini adalah pertarungan," ujar Komandan Regional Mayor Jenderal Benjamin Dolorfino dalam wawancara telepon dengan Associated Press kemarin (13/8). Target utama serangan gabungan di Kota Ungkaya Pukan tersebut adalah sekitar 150 militan Abby Sayyaf dan dua pentolannya. Yakni, Khair Mundus dan Furuji Indama. Tidak jelas apakah mereka berdua ikut tewas bersama para pengikutnya dalam operasi militer di perbukitan yang berjarak sekitar 880 km dari Kota Manila tersebut. "Keduanya diburu karena diyakini terlibat dalam serangkaian aksi pengeboman dan penculikan di Filipina," jelas Laksamana Muda Ferdinand Golez, pemimpin Angkatan Laut Filipina. Selain militan Abu Sayyaf, dua lokasi yang menjadi target militer Rabu itu diduga menjadi tempat persembunyian separatis Moro Islamic Liberation Front (MILF). Pertempuran hebat, menurut Golez, tidak hanya terjadi di sarang militan yang juga menjadi laboratorium perakitan bom tersebut. Tapi, juga di perbukitan dan hutan sekitarnya karena sebagian besar militan melarikan diri begitu sarang mereka digempur. "Kontak fisik yang cukup seru terjadi saat sekelompok Marinir mengejar militan yang berusaha kabur. Sedikitnya 18 personel Marinir tewas," kata Golez seperti dilansir Agence France-Presse. Hingga kemarin, pasukan pemerintah masih menyisir sekitar sarang militan. Dalam penyisiran pascabentrok, militer menemukan sejumlah bom rakitan siap ledak, ranjau darat, dan sedikitnya 13 senapan. Maklum, di lokasi itu jugalah bom-bom rakitan yang digunakan dalam serangan teror Abu Sayyaf diproduksi. "Kami juga menyita sejumlah besar bom rakitan yang sudah jadi dan siap digunakan dari lokasi serangan," imbuh Jubir AD Letnan Steffani Cacho seperti dilansir Reuters. Tidak semua jasad 31 militan yang tewas dievakuasi militer Filipina. Sebab, sebagian besar sudah dievakuasi sendiri oleh teman atau kerabat mereka. "Sebanyak 10 korban tewas dalam bentrok kemarin (Rabu) memang anggota kami," tandas Jubir MILF Eid Kabalu. Tapi, dia membantah keras berita yang menyebutkan bahwa kelompoknya bekerja sama dengan Abu Sayyaf. Dia menegaskan, 10 separatis Moro itu hanya kebetulan berada di sana. Berbeda dengan Abu Sayyaf yang dicap teroris oleh Amerika Serikat (AS), MILF mengaku jauh dari ideologi semacam itu. Dengan jumlah pengikut lebih banyak, kelompok separatis tersebut hanya menuntut Manila mengizinkan wilayah di kawasan selatan Filipina merdeka. Selanjutnya, merekalah yang akan mengelola kawasan itu dengan menegakkan hukum Islam. Padahal, jumlah warga muslim di kawasan tersebut minoritas. (hep/ami) ------------------------------------ ______________________________________________________________________ http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: [email protected] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[email protected] mailto:[email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
