Saya sempat nonton tayangan ini bersama kawan Patani Tailand. Lalu saya bilang, sampai kapan muslimin di Pilipina memperjuangkan hal-hal yang merugikan. Ini secara kalkulasi strategi dan dunia nyata. Saya tidak mengerti turunnya burung Ababil, yang saya mengerti hanya soal dunia kasat. Karena itu saya tidak bisa memimpikan burung Ababil. Kalau kata Mas Baki, hanya semampu orang buta memegang gajah.
Muslimin Pilipina belum berfikir bagaimana cara membangun masyarakat dengan pendidikan. Apakah yang terfikir hanya pembangunan politik dan kekuasaan, sehingga pembangunan kekerasan yang disemarakkan di sana? Saya bilang ke kawan Patani. Mas, nanti pulang ke Patani, berjuanglah seperti para wali di Indonesia berjuang. Kalau bisa nikahi tuh putri-putri dari keluarga kerajaan Thai. Soal sah atau tidak, itu soal fatwa mudah. Tanya aja ke Mas Ulil Absar, pasti bilang sah. Yang penting, bagaimana umat muslimin di Patani maju ke depannya. Hari ini, memperjuangkan negara islam tidak akan didukung oleh penguasa dunia, yaitu Barat. Coba bayangkan Israel yang kecil di tengah raksasa Arab bisa mendirikan negara, karena didukung Barat. Begitupun dengan Timor Leste. Tapi, sebaliknya, Palestina, hanya untuk bisa bernafas lega sedikit saja, susahnya minta ampun. Kenapa? mungkin karena Hizbuttahrir lahir di sana kali ya? Jadi Barat tidak suka apa saja yang mengancam hegemoninya. Tapi, tak perlulah kita menyalahkan Barat. Lebih baik kita salahkan diri sendiri aja. Siapa tahu hikmahnya adalah karena kita belum punya konsep kenegaraan yang ramah bagi alam semua, makanya Tuhan belum beri kita jalan untuk memimpin dunia. Coba bayangkan, kita ini punya ajaran bahwa air liur anjing najis, maka kalau ada anjing masuk ke kampung santri dilempari batu. Aduh...kok syariat begitu kejam, ya. Padahal, meski babi itu najis tapi masih punya hak hidup di negeri muslim, kan? (Ya.. sebelum ada flu babi, babi tak diberi hak hidup di negeri muslim; beda dengan ayam, meski pernah memberi flu burung, toh tak pernah dilempar batu kecuali nyerbu ke padi kita). Nanti mungkin kalau orang muslim punya kekuasaan, ada orang kafir masuk dilempari kali ya... karena dibilang beraqidah najis. Ihhh.. ngeri... ________________________________ From: Abdul GhOfuR <[email protected]> To: [email protected] Sent: Friday, August 14, 2009 2:14:59 PM Subject: [kmnu2000] Filipina Gempur Sarang Abu Sayyaf, 54 Orang Tewas http://jawapos.co.id/halaman/index.php?act=detail&nid=85405 [ Jum'at, 14 Agustus 2009 ] Filipina Gempur Sarang Abu Sayyaf, 54 Orang Tewas MANILA - Tidak kurang dari 400 personel Marinir, angkatan darat, dan kepolisian Filipina dikerahkan ke kawasan selatan Pulau Basilan Rabu (12/8). Sambil melancarkan serangan-serangan maut, mereka menggempur dua sarang militan Abu Sayyaf yang berafiliasi dengan jaringan Al Qaidah. Sedikitnya 54 orang tewas dalam bentrok itu. Korban tewas dalam insiden paling mematikan selama beberapa tahun terakhir tersebut terdiri atas 23 personel militer dan 31 militan. "Ini adalah pertarungan," ujar Komandan Regional Mayor Jenderal Benjamin Dolorfino dalam wawancara telepon dengan Associated Press kemarin (13/8). Target utama serangan gabungan di Kota Ungkaya Pukan tersebut adalah sekitar 150 militan Abby Sayyaf dan dua pentolannya. Yakni, Khair Mundus dan Furuji Indama. Tidak jelas apakah mereka berdua ikut tewas bersama para pengikutnya dalam operasi militer di perbukitan yang berjarak sekitar 880 km dari Kota Manila tersebut. "Keduanya diburu karena diyakini terlibat dalam serangkaian aksi pengeboman dan penculikan di Filipina," jelas Laksamana Muda Ferdinand Golez, pemimpin Angkatan Laut Filipina. Selain militan Abu Sayyaf, dua lokasi yang menjadi target militer Rabu itu diduga menjadi tempat persembunyian separatis Moro Islamic Liberation Front (MILF). Pertempuran hebat, menurut Golez, tidak hanya terjadi di sarang militan yang juga menjadi laboratorium perakitan bom tersebut. Tapi, juga di perbukitan dan hutan sekitarnya karena sebagian besar militan melarikan diri begitu sarang mereka digempur. "Kontak fisik yang cukup seru terjadi saat sekelompok Marinir mengejar militan yang berusaha kabur. Sedikitnya 18 personel Marinir tewas," kata Golez seperti dilansir Agence France-Presse. Hingga kemarin, pasukan pemerintah masih menyisir sekitar sarang militan. Dalam penyisiran pascabentrok, militer menemukan sejumlah bom rakitan siap ledak, ranjau darat, dan sedikitnya 13 senapan. Maklum, di lokasi itu jugalah bom-bom rakitan yang digunakan dalam serangan teror Abu Sayyaf diproduksi. "Kami juga menyita sejumlah besar bom rakitan yang sudah jadi dan siap digunakan dari lokasi serangan," imbuh Jubir AD Letnan Steffani Cacho seperti dilansir Reuters. Tidak semua jasad 31 militan yang tewas dievakuasi militer Filipina. Sebab, sebagian besar sudah dievakuasi sendiri oleh teman atau kerabat mereka. "Sebanyak 10 korban tewas dalam bentrok kemarin (Rabu) memang anggota kami," tandas Jubir MILF Eid Kabalu. Tapi, dia membantah keras berita yang menyebutkan bahwa kelompoknya bekerja sama dengan Abu Sayyaf. Dia menegaskan, 10 separatis Moro itu hanya kebetulan berada di sana. Berbeda dengan Abu Sayyaf yang dicap teroris oleh Amerika Serikat (AS), MILF mengaku jauh dari ideologi semacam itu. Dengan jumlah pengikut lebih banyak, kelompok separatis tersebut hanya menuntut Manila mengizinkan wilayah di kawasan selatan Filipina merdeka. Selanjutnya, merekalah yang akan mengelola kawasan itu dengan menegakkan hukum Islam. Padahal, jumlah warga muslim di kawasan tersebut minoritas. (hep/ami) ------------------------------------ ______________________________________________________________________ http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: [email protected] Yahoo! Groups Links [Non-text portions of this message have been removed]
