Rupanya Abu Barak basyir merasa sedih atas kematian pelaku2 Bpm bunuh diri, dan belum menganggap bahwa pelaku2 Bom bunuh diri adalah Penjahat terkutuk, brutalital....nauzubillah...
Saya berkayakinan Abu Bakar basyir bukan seprang palaku, tapi seorang pengemar dari suicide2, siapa lagi yang akan mengikuti pelaku2 ini abu Bakar basyir? Semoga ALLAH memberikan petunjuk kpd pemimpin2 Islam Radikal ini sudah tercemar nama baik agama islam di dunia International. Wassalam --- In [email protected], "Abdul GhOfuR" <abdulghof...@...> wrote: > > Masih banyak bangsa kita yang menganggap teroris sebagai pahlawan. Tampaknya > Abu Bakar Baasyir salah satu di antara mereka. Duh .. > > http://jawapos.co.id/halaman/index.php?act=detail&nid=85485 > > [ Jum'at, 14 Agustus 2009 ] > Ustad Abu Bakar Ba'asyir Hadiri Pemakaman Air dan Eko > > SRAGEN - Jenazah dua teroris (Air Setyawan dan Eko Joko Sarjono) yang tewas > dalam penggerebekan di Perumahan Puri Nusaphala Indah, Jatiasih, Bekasi, 8 > Agustus lalu, dimakamkan kemarin (13/8). > > Menariknya, Ustad Abu Bakar Ba'asyir, pengasuh Pondok Pesantren Al Mu'min, > Ngruki, hadir dalam pemakaman tersebut. Dia memimpin doa setelah kedua > jenazah itu dikubur. > > Air dan Joko dikubur berdampingan di makam wakaf dari Dr Soeparno Zaenal > Abidin. Ratusan orang ikut melepas pemakaman tersebut. Ketika peti yang > membawa dua jenazah itu digotong melintas dari Jalan Solo-Purwodadi hingga > ke arah areal pemakaman, tak henti-henti terdengar teriakan ''Allah... > Allah'' dari para pelayat. > > Di antara mereka juga ada yang membawa spanduk bertulisan Selamat Datang > Pahlawan Islam. Yang pertama dimasukkan ke liang lahad adalah jenazah Air, > disusul jenazah Joko. > > Dalam kesempatan itu, Ba'asyir tidak memberikan pernyataan apa pun setelah > prosesi pemakaman. Selesai memimpin doa, dia langsung meninggalkan lokasi > diiringi beberapa pengawalnya. Suasana sepi setelah pemakaman. Hanya > terlihat dua gundukan tanah tanpa ditaburi bunga dan batu nisan. > > Sejumlah warga Desa Karangpung sebenarnya telah menulis surat penolakan > pemakaman dua teroris tersebut di desanya. Salah seorang yang tidak mau > namanya disebutkan menyatakan, Rabu malam (12/8) diadakan rapat mendadak di > rumah Darob, warga RT 3, yang dihadiri wakil dari lima RT (lingkungan > makam). > > Inti pertemuan itu, mereka menolak Air dan Joko dimakamkan di desa tersebut. > Alasannya, mereka tidak ingin desanya dicap sebagai kampung teroris. Namun, > upaya penolakan itu tak terwujud. > > Sementara itu, keluarga perencana bom Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton > Jakarta, Ibrohim, kemarin (13/8) secara terbuka menyampaikan permohonan > maaf kepada korban bom dan masyarakat Indonesia. Permintaan maaf itu > disampaikan kakak Sucihani (istri Ibrohim), Sabhil Kurniawan, di halaman > rumah H Jaelani, mertua Ibrohim, di RT 28/10 Kampung Caringin, Blok Kliwon, > Desa Sampora, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan. > > ''Kami atas nama keluarga menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya > kepada keluarga korban bom dan masyarakat atas perbuatan adik ipar kami > (Ibrohim, Red). Kejadian ini kami ambil hikmahnya dan semoga tidak ada lagi > kejadian seperti ini. Sekali lagi, kami meminta maaf atas semua perbuatan > yang telah dia lakukan. Itu saja, terima kasih," ujar Sabhil kepada > wartawan. > > Keluarga Sucihani sendiri baru tiba di kediaman sekitar pukul 14.00 setelah > menghadiri pemakaman Ibrohim di Pondok Rangon, Jakarta. Tampak dua mobil > memasuki garasi. Mobil pertama, Xenia, ditumpangi Sucihani, Hj Asenih, > dan keluarga lainnya. Sedangkan satu mobil lain dinaiki H Jaelani dan > Sabhil. > > Beberapa tetangga dekat H Jaelani langsung berdatangan ke rumah itu. Mereka > menyampaikan belasungkawa atas kematian Ibrohim. Malah, seorang > tetangganya, Ny Entin, berusaha menggendong anak Ibrohim yang paling > bungsu, Ishak. (ags/ded/her/jpnn/kum/iro) >
