Assalamu 'alaikum, Menurut pengamatan saya bagusnya untuk KETUM PBNU jangan di buat sistem polling, ataupun suara terbanyak baik melaui media elektronik maupun media visual tetapi lebih diberikan kepercayaan untuk menentukan ketum kepada para sesepuh NU sendiri sehingga tidak lagi mengedepankan ego dan subyektifitas. Artinya beliau2 yang mempunyai mata waskita, waspada dan tajam pendengaran bathinnya dan bersih niatnya. Sebagai sebuah organisasi "SPESIAL" dan beda dengan ormas2 lain di indonesia, yang tidak cuma organisasi lahiriah saja, tetapi lebih mengedepankan bathiniyah, basic yang di tawarkan adalah sami'na wa atho'na kepada para sesepuh. Dengan cara seperti ini secara sepritual akan lebih berkembang dan lebih diridloi. Pemimpin bukan orang yang terkenal dan punya pendidikan yang tinggi yang bergelar A s/d Z, tetapi lebih dari itu keikhlasan, kesiapan dan selalu berdzikir kepada Allah SWT, baik lahir dan bathin. Dan itu hanya bisa ditilik dengan penerawangan hati, yang saya yakin para sesepuh lebih bisa melihatnya dalam tataran ghaib.
Sebagai generasi muda NU, saya merasa tidak ada apa2nya dibandingkan dengan para sesepuh NU, sehingga merasa malu jika mau ikut2an mengajukan calon ketum PBNU. MONGGO yang lain jika punya ide. wassalam Priyo pecinta NU [Non-text portions of this message have been removed]
