http://www.gatra.com/artikel.php?id=129292
Pemberantasam Terorisme
Hasyim: Jangan Tiru AS

Jakarta, 18 Agustus 2009 07:46
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi 
mengatakan, memberantas terorisme di Indonesia tidak bisa dilakukan dengan 
cara Amerika Serikat (AS) yakni memerangi negara mereka.

"Indonesia harus memberantas terorisme dengan cara Indonesia, bukan meniru 
AS dengan gaya perangnya," kata Hasyim di Jakarta, Senin (17/8).

Dikatakannya, menghadapi terorisme dengan kekerasan akan melahirkan 
kekerasan dan terorisme baru, terlebih jika aksi teror tersebut berkaitan 
dengan suatu keyakinan.

Oleh karena itu, kata Hasyim, pemberantasan terorisme harus dilakukan secara 
menyeluruh dalam bentuk gerakan nasional antiterorisme, tak cukup dengan 
pendekatan keamanan, terlebih jika pendekatan keamanannya tersebut dilakukan 
secara parsial.

Menurutnya, ada lima aspek penanggulangan terorisme yang semuanya harus 
disentuh. Pertama, aspek ideologi dan agama. "Ini domain NU, Muhammadiyah 
dan lintas agama. Mereka harus dilibatkan," kata presiden Dewan Dunia 
Agama-agama untuk Perdamaian (World Council on Religions for Peace/WCRP) 
tersebut.

Berikutnya, pendekatan kewilayahan atau zona yang menjadi wilayah garapan 
Departemen Dalam Negeri berikut jajarannya.

Mengingat terorisme merupakan gerakan bawah tanah, kata Hasyim, maka 
diperlukan pendekatan intelijen yang sifat operasinya juga di bawah tanah. 
"Jangan diserbu di atas tanah," kata Hasyim. Menurutnya, jika penanganan 
terorisme dilakukan layaknya perang terbuka, bukan tidak mungkin justru 
mengundang teroris global turut bermain.

Pendekatan berikutnya, lanjut Hasyim, baru pendekatan keamanan secara 
terbuka dan umum yang bermuara pada pendekatan hukum di pengadilan. "Kelima 
aspek ini harus digabungkan jadi satu untuk membangkitkan partisipasi rakyat 
dalam gerakan nasional antiteror," katanya.

Dikatakannya, saat kasus bom Bali meledak, kelima aspek itu relatif 
dijalankan. Sementara dalam kasus bom di Hotel JW Marriott dan Hotel 
Ritz-Carlton, hal serupa tak terjadi. "Kalau cara yang dipakai sekarang, 
tidak akan menyelesaikan masalah. Ujung dari lima aspek yang saya kemukakan 
itu adalah hukum. Membongkar akar teroris yang paling efektif itu di 
pengadilan. Di situ semua dibuka," paparnya.

Ketika pelaku bom Bali diproses secara hukum, kata Hasyim, semua pihak 
mengacungi jempol terhadap aparat penegak hukum di Indonesia.

"Pujian datang baik dari kelompok Timur Tengah garis keras maupun dari 
Eropa, karena ini cara indonesiawi untuk menghentikan teror, bukan gerakan 
amerikani. Kalau gerakan amerikani, sudah dibasmi saja," katanya. [EL, Ant] 



------------------------------------

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[email protected] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke