Teman-teman, Silakan tolong sebar press release ini kepada khalayak yang lebih luas. Terima kasih dan salam,
Munjid *Press Release* *Muktamar I Komunitas NU Amerika Serikat dan Kanada* *HENTIKAN RADIKALISME AGAMA, ATASI TERORISME* Kami menyeru kepada Pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat Indonesia agar bekerjasama menghentikan radikalisme dan mengatasi terorisme atas nama agama secara efektif guna menjamin ketenteraman hidup segenap elemen bangsa, demikian salah satu butir rekomendasi hasil Muktamar Komunitas Nahdlatul Ulama (KNU) AS-Kanada yang dibacakan oleh ketua Komisi Taushiyah Muktamar, Achmad Tohe (Boston University), didampingi anggota Komisi Taushiyah dalam Muktamar pertama NU se-Amerika Utara yang digelar selama tiga hari berturut-turut, 14-16 Agustus 2009, di kampus Foundations for Islamic Education Villanova, Pennsylvania, AS. Terorisme bisa berkembang biak dengan cepat dan mengerikan seperti sekarang ini, antara lain, akibat kelalaian Pemerintah dan masyarakat yang cenderung membiarkan kelompok-kelompok radikal agama tumbuh leluasa di mana-mana, kata Achmad Munjid (Temple University), Presiden KNU AS-Kanada. Radikalisme agama itu ibarat ruang gelap yang menyediakan kesempatan terbuka bagi pencurian tafsir, keretakan sosial, penyalahgunaan kekuasaan, dan kelumpuhan moral, tegasnya lebih lanjut. Melihat catatan yang buruk dalam hal kebebasan beragama di Tanah Air, Fachrizal Halim (McGill University), turut membacakan butir lain rekemondasi itu, Kami juga menyeru agar Pemerintah bersungguh-sungguh menegakkan Konstitusi, melindungi hak-hak kaum minoritas dan tidak tunduk terhadap tekanan-tekanan yang sering dilakukan kelompok radikal agama, ujarnya. Dalam Muktamar pertamanya yang didukung oleh Indonesian Muslim Community of Greater Philadelphia (ICGP) dan the Asian Society for International Relations and Public Affairs (ASIRPA) itu, KNU AS-Kanada telah berhasil merumuskan *Khittah* (prinisp-prinsip dasar), menyusun kepengurusan dan program kerja serta menelorkan sejumlah rekomendasi yang menyangkut isu global, keindonesiaan dan ke-NU-an. Sembari menghimpun potensi dan jaringan warga NU yang ada di Amerika Utara, kami juga ingin menyuarakan sejumlah keprihatinan dan kemungkinan solusi atas aneka masalah yang sedang kita hadapi bersama, ujar Muhammad Abdun-Nasir (Emory University). *Mendukung Kiai Hasyim Muzadi Mundur* Selanjutnya, menyangkut masalah ke-NU-an, KNU AS-Kanada mendorong agar NU lebih mencurahkan energinya untuk merevitalisasi dan mengembangkan aset-aset kulturalnya. Sebagai organisasi sosial keagamaan, tidak semestinya pengurus NU dari tingkat PB sampai ranting membuang-buang tenaga untuk urusan politik praktis, tegas Sekjen KNU AS-Kanada, Sumanto Al Qurtuby (Boston University). Sumanto menegaskan bahwa NU jadi kendur vitalitasnya sebagai organisasi keagamaan gara-gara para pengurusnya terus-menerus bermain politik praktis dalam dekade terakhir ini baik dalam pilpres, pemilu legislatif, maupun pilkada. Keterlibatan pengurus NU di dunia politik praktis ini jelas tidak bisa dibenarkan mengingat posisi NU sebagai ormas keislaman, dan bukan organisasi politik, serunya. Sekjen KNU AS-Kanada ini juga menyambut baik rencana dan keinginan Kyai Hasyim Muzadi untuk tidak mencalonkan diri maupun dicalonkan kembali sebagai Ketua Umum PBNU pada Muktamar NU mendatang yang akan digelar di Makasar awal tahun depan. Untuk mencegah potensi kepemimpinan otoriter serta mendorong proses regenerasi dan terjaganya prinsip-prinsip demokrasi, Sumanto menegaskan, sebaiknya masa jabatan Ketua Umum PBNU sampai setidaknya tingkat MWC, memang perlu dan harus dibatasi hingga dua periode saja. Selain sidang-sidang komisi, Panitia Muktamar juga menggelar berbagai acara seperti pengajian, seminar tentang kaum Muslim Indonesia di AS, kajian keislaman, dialog antar agama, bazaar, pesantren kilat anak-anak dan remaja, serta aneka lomba untuk menyambut HUT kemerdekaan RI dan wisata kota Philadelphia. Di antara nara sumber yang hadir pada saat Muktamar ini adalah Dr. Kustim Wibowo, Dr. Shalahuddin Kafrawi, Dr. Etin Anwar (ketiganya adalah anggota KNU AS-Kanada), Dr. David Shenk, Rebecca K. Mays, Dr. Mustafa Ahmed, Dr. Khalid Blankinship, dan Shamsi Ali. Sebagai ungkapan syukur anak bangsa di tanah perantauan, kami juga mengadakan upacara peringatan hari kemerdekaan secara sederhana,kata Ahamd Rafiq (Temple University), ketua Panitia Muktamar. Hingga hari terakhir, warga NU dari berbagai daerah di Amerika Utara seperti Pennsylvania, Massachuset, Georgia, Ohio, Maryland, New York, Virginia Barat, Washington DC, Kanada, dan lain-lain tampak sibuk mengikuti berbagai acara yang digelar panitia. Semoga hasil-hasil Muktamar ini bisa bermanfaat bagi kalangan luas, ujar Rafiq lagi.[] Contact Person: Achmad Munjid, Religion Department, Temple University, Philadelphia, PA Phone: +1-267-516-3780, e-mail: [email protected] Sumanto Al Qurtuby, Anthropology Department, Boston University, Boston, MA Phone: +1-617-792-4157, e-mail: [email protected] [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ ______________________________________________________________________ http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: [email protected] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[email protected] mailto:[email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
