Respond;
Saya sangat sependapat dgn pendapat dalam memahami ajaran2 islam yang indah, 
sempurna, adil, benar, pamaaf, toleransi, berkasih sayang, anti kekerasan dan 
paksaan dll

Beragama haruslah dgn sebanar benar ikhlas kepada ALLAH dlm beribadah apa saja. 
Tidak ada paksaan dari manusia apalagi dari pemerintah, seperti yang dilakukan 
oleh Ulama2 wahabi-salafy Fundamentalis dan Syiah Fundamentalis yaitu memaksa 
rakyatnya untuk;
1. wanita harus berjilbab,kalau tidak di masukan kedalam jel
2 Laki2 harus berjenggot dan berjabang (taliban) kalau tidak dihukum, dan bukan 
pengikut2 Rasululah saw.
3.Siapa2 yg tidak shalat dan puasa, dan membukan restauran dlm bulan puasa akan 
ditangkapi dan masuk jell
4.Dll.

Jadi beragama dan beribadah secara ulama2 wahabi Fundamentalis tidak lagi 
ikhlas kpd ALLAH dan tidak bertauhid lagi kpd ALLAH, tapi sudah jatuh dosa 
Syirik, yaitu takut kepada polisi Syariah yg akan menangkapnya.

Saya dan kami di Amerika mendukung mencalonkan Gus sholah.

Bagaimana pendapat anda?
**************************************************


Gus Sholah: Saya Tidak akan Kampanye, apalagi Politik Uang
Selasa, 18 Agustus 2009 14:10

Jombang, NU Online
Terkait dicalonkannya KH.Sholahuddin Wahid (Gus Sholah) oleh beberapa Pengurus 
Cabang Nahdlatul Ulama di sejumlah daerah, Pengasuh Pesantren Tebuireng ini 
mengaku tidak akan berkampanye, apalagi memakai politik uang.

"Saya ini bukan tipe orang meminta, atau mengejar sesuatu, saya tidak akan 
berkampanye, apalagi membayar," katanya kepada NU Oline ketika ditemui di 
rumahnya Kompleks Pesantren Tebuireng beberapa waktu lalu.

Sebagai penganut ajaran Ahlussunnah wal Jama'ah, hemat adik Gus Dur ini, Ketua 
PBNU mendatang sudah ditakdirkan Allah, sehingga tidak perlu dikejar.

"Saya kira siapa ketua PBNU sudah ditentukan Allah, menurut teologi saya yang 
Asy'ariyah, itu sudah ditentukan oleh Allah, cuma kita tidak tahu siapa 
orangnya.Kita mengejar atau kita meminta, tidak akan mengubah ketentuan itu," 
tandasnya.

Ketika ditanya, bahwa teologi Asy'ari juga mengharuskan manusia berusaha, tidak 
hanya pasrah, Gus Sholah menjawab.

"(Benar) tapi usahanya bukan kampanye, usahanya ya mempelajari masalah- masalah 
(di NU), tapi bukan kampanye, yang usaha orang yang mengusulkan saya, kalau 
terpilih ya alhamdulillah, kalau tidak terpilih ya alhamdulillah," ujar Pendiri 
Yayasan Wahid Hasyim ini.

Harapnya, dalam Muktamar NU ke-32 pada Januari mendatang ini, NU bebas dari 
politk uang, karena menurutnya, kunci tauhid itu adalah ikhlas dan dalam usia 
yang sudah 67 tahun ini, tidak akan berbuat sesuatu yang tidak baik.

"Karena kunci tauhid itu ikhlas,buat apa umur saya sudah 67 sekarang,akhir- 
akhir tahun hidup saya melakukan sesuatu yang tidak baik," pungkas mantan Ketua 
PBNU ini.(yus) 

Kirim email ke